Wa'Alaikum Salam Mei

Wa'Alaikum Salam Mei
Episode 45



LANJUT YUK KA


JANGAN LUPA UNTUK TERUS DUKUNG DENGAN LIKE, KOMEN DAN JADIKAN FAVORIT YA KA


TERIMAKASIH 😊


SELAMAT MEMBACA


*****


Natasya yang baru keluar kamar mandi mendapati ponselnya berkedip kedip menandakan pesan masuk yang belum terbaca.


Perlahan namun pasti Natasya menuju meja rias dan meraih ponselnya, kemudian menjatuhkan tubuh rampinhnya diatas singgahsana kebanggaannya dimana lagi kalau bukan tempat tidur ternyamannya.


clek


kunci ponsel terbuka, Natasya langsung menarik notifikasi yang berada diatas bar notif dan mendapati pesan singkat dari Adrian.


pesan dari Adrian menjadi urutan teratas dari pesan-pesan yang lainnya karena Adrian mengirim Natasya spam chat.


Isi pesan


Adrian : P


              P


              P (50 x)


Natasya : ada apa?


Adrian : Loe ngapain sih, kenapa belum di kirim ke grup?


Natasya : Loe kan punya jari kenapa gak loe aja sih yang ngirim, siapa gue. Udah berhentilah membuat gue semakin dibenci para fans loe itu


Adrian : Hahaha tumben loe peduli dengan perkataan mereka?


Natasya : Gue mau tidur, loe kirim aja sendiri di grup


Adrian : Besok berangkat bareng ya, gue jemput


Natasya : Loe kan punya jari kenapa gak loe aja sih yang ngirim, siapa gue. Udah


berhentilah membuat gue semakin dibenci para fans loe itu. Up


Natasya menyalin pesan yang telah ia kirim bermaksud menjelaskan bahwa ia tidak ingin jadi cibiran para fansnya Adrian


Adrian : pokoknya besok gue ke rumah loe


Natasya : TERSERAH.


Natasya yang kesal mematikan data internet dan tertidur.


.......


Pukul 06.30 wib Natasya sudah rapih dengan seragamnya, tak lupa ia memasukkan sweater kedalam tasnya untuk menutupi baju seragam karena setelah dari sekolah Natasya Rara dan Alika ingin bermain ke mall.


“Wihhh sudah rapih anak umi” ucap bu Halimah yang menaruh makanan diatas meja


“Hehe Sya mau berangkat pagi mi” balas Natasya yang membantu ibunya menyiapkan sarapan


“Bukannya di sekolah sudah tidak belajar?” tanya bu Halimah


“Oh kamu mau menghindari macet makanya sepagi ini sudah siap?” tanya bu Halimah


“Hehehe, abi kemana mi?” Natasya tersenyum kemudian menanyakan keberadaan ayahnya


“Mungkin di depan, makan lah dulu” ucap bu Halimah


Selesai makan Natasya berpamitan dengan bu Halimah dan pak Yusuf untuk pergi ke sekolah tak lupa ia mencium tangan kedua orang tuanya  secara bergantian.


“Mi sepertinya Herlambang sebentar lagi sampai, dia ingin menjemput kita untuk bertemu dengan bu Mala sudah lama Abi tak berjumpa dengannya” ucap pak Yusuf pada Bu Halimah yang tengah duduk di hadapannya


“Oh yang Abi bilang semalam itu?” tanya bu Halimah memastikan


“Ia mi” jawab pak Yusuf


“Kenapa tidak kita kesana aja sendiri, jadi merepotkan orang” balas bu Halimah


“Abi belum tau rumahnya yang disini” ucap pak Yusuf


“Emang pindah lagi?” tanya bu Halimah yang mulai membereskan meja makan


“Bukan pindah, emang rumah dia banyak Mi, yang waktu itu cuma tempat persinggahannya saja” jelas pak Yusuf


“Mmmmm” balas bu Halimah yang telah selesai membereskan meja makan


Tak lama kemudian Adrian datang


“Assalamu’alaikum” ucap Adrian


“Wa’alaikum salam. Loh nak Adrian?" jawab pak Yusuf menghampiri diikuti bu Halimah di belakangnya


“ Ia Bi... Adrian nganter pak Mamat, beliau supir baru jadi belum tau daerah sini” balas Adrian yang mencium tangan pak Yusuf dan bu Halimah


“Kalau gitu masuk dulu nak, pak” ajak bu Halimah


“Mungkin pak Mamat saja yang masuk” jawab Adrian yang melihat pak Mamat disampingnya


 “Oh nak Adrian mau buru-buru ke sekolah ya?. Natasya juga tadi pergi pagi-pagi sekali katanya ada rapat osis” ucap bu Halimah


Adrian yang mendengar penuturan bu Halimah bergumam dalam hatinya


“Dasar banteng, loe sengaja menghindar dan gak mau pergi bareng gue? Rapat osiskan jam 9” Adrian berkata dalam hatinya


Adrian tersenyum kepada pak Yusuf da bu Halimah kemudian mengatakan


“Mmmm ia Mi, kalau gitu Adrian pergi dulu Assalamu’alaikum” ucap Adrian berlalu dengan mencium tangan kedua orang tua Natasya.


Pak Yusuf dan bu Halimah mempersilahkan pak Mamat untuk masuk dan berbincang sedikit. Kemudian mereka pergi ke rumah Adrian diantar pak Mamat.


........


Di sekolah


Adrian yang sudah sampai, duduk ditaman bersama dengan Bili dan Robi. Mereka berbincang membahas konsep acara perpisahan dan liburan untuk anak osis. Bili dan Robi terus berdebat membahasan konsepan acara, mereka berdua bersikukuh mempertahankan argumen masing-masing dan terus menawarkan pada Adrian.


Adrian tidak menanggapi kedua temannya itu ia terus menatap gadis yang sedang berjalan dari kantin menuju taman dengan tatapan yang mematikan.


Matanya tidak berkedip sedikitpun melihat gadis yang berjalan mulai mendekat ke arahnya.