
SELAMAT MEMBACA
Natasya yang mendengar jawaban Adrian pun ikut mengeluarkan suara
"Dia mah udah biasa mi muter-muter kaya obat nyamuk, namanya juga burung hantu yang sering nyari mangsa malam malam" sahut Natasya yang berdiri disamping ayahnya sambil sedikit menyenderkan kaki dan tangannya di koper
Adrian hanya tertawa kecil menanggapi ucapan Natasya
Sedangkan bu Halimah dan pak Yusuf melirik Natasya yang berbicara kurang sopan itu pada orang lebih tua darinya
"Bukannya bilang terimakasih malah mengejek gitu, gak sopan Sya, ayo minta maaf dan berterimakasih pada nak Adrian" ucap Bu Halimah
Natasya menghembuskan nafas nya dan mengucapkan
"Maaf ka jika Sya kurang sopan dan makasih" ucap Natasya yang di akhir ucapnya ia meletakan lidah mengejek Adrian
"Ia sama sama" balas Adrian dengan senyumnya
"Kalau begitu Adrian pulang ya Abi dan umi Assalamualaikum" ucap Adrian mencium tangan pak Yusuf dan Bu Halimah secara bergantian tak lupa ia iseng menendang koper Natasya yang membuat siempu yang sedang menyenderkan kakinya itu hampir terjatuh
"Wa'alaikum salam" ucap pak Yusuf dan Bu Halimah kompak
Adrian berlalu bersama pak Mamat dengan senyum dan tawa yang puas membuat Natasya menggerutu dalam hati
Ya benar saja Natasya menggerutu dalam hati tentang kelakuan Adrian itu
"Dasar burung hantu sialan, awas aja loe" gumam Natasya dalam hati
Natasya pun masuk kedalam rumah bersama kedua orang tuanya dan langsung menuju kamar menyeret kopernya
"Mi gak usah biar Sya aja" ucapnya yang melihat Bu Halimah hendak membantu Natasya membawa koper
"Ya udah istirahat lah" balas Bu Halimah
...
Adrian masih dalam perjalanan menuju rumahnya bersama pak Mamat
"Non Natasya cantik ya tuan muda" ucap pak Mamat dari balik kemudinya sambil melirik tuan mudanya dari kaca depan
"Kenapa? Pak Mamat suka sama dia?" Balas Adrian dari kursi penumpang yang sedang memainkan ponsel miliknya
"Terus kenapa tiba-tiba bilang dia cantik?" tanya Adrian
"Dia cocok jika bersanding dengan tuan muda serasi gitu liatnya" jawab pak Mamat
"Hehmm, doakan saja pak" balas Adrian yang masih sibuk memainkan ponselnya
"Aamiin" pak Mamat kembali fokus dengan setirnya
....
"Duarrrrrr" Rara dan Alika mengagetkan Natasya yang sedang berdiri disamping mobilnya
"Ko loe gak kaget sih, ahhh gak seru" lanjut Alika yang mendapati Natasya biasa saja tidak terkejut sedikitpun
"Kalian udah keliatan dulu di spion noh" balas Natasya yang menunjuk spion mobilnya
"Tumben loe dateng pagi?" tanya Rara
"Ia biasanya juga kalau hari Senin loe langganan sama pak Bagas" sahut Alika
"Kayak cuma gue yang langganan sama pak Bagas kalian juga dua kunyuk" balas Natasya yang berlalu meninggalkan mereka berdua di parkiran
"Sya tunggu mau kemana loe" teriak Alika
"Rebutan kursi" balas Natasya berlari menuju kelas 12
"Wah iya, ayo Ra" ajak Alika menyeret tabgan Rara menyusul Natasya
Mereka berlarian menuju kelas 12 IPS 1 dimana itu adalah kelas barunya, disana telah nampak beberapa siswa duduk di kursinya dan beberapa siswi masih berebut duduk di kursi tempat Adrian dulu
"Gak ini gue dulu, loe sana" ucap siswi A
"Enak aja loe, gue dulu" jawab siswi B
tiba tiba ...
Brakkkkkkkk