Wa'Alaikum Salam Mei

Wa'Alaikum Salam Mei
Episode 22



LANJUT YUK KA


JANGAN LUPA UNTUK TERUS DUKUNG DENGAN LIKE, KOMEN DAN JADIKAN FAVORIT YA KA


TERIMAKASIH 😊


SELAMAT MEMBACA


*****


Adzan maghrib pun sudah berkumandang, Natasya sholat dan melanjutkan dengan tadarus di kamarnya


Tok tok tok


“Assalamu’alaikum Natasya” ucap seorang dari balik pintu


“Wa’alaikumsalam Umi, ada apa?” jawab Natasya yang membuka pintu


“Antar Umi bentar ke asrama setelah itu langsung tarawih” lanjut bu Halimah


“Oh ia Mi” Natasya bergegas keluar yang masih memakai mukenah dan membawa Alqur’an


Selesai dari asrama mereka semua bergegas ke masjid untuk melaksanakan sholat tarawih.


“Mi, mba Natasya, saya mau tanya malam ini langsung mengaji kitab kuning?” tanya seorang santri putri


“Gimana Sya?” bu Halimah menyerahkan jawaban pada Natasya


“Ia, malam ini langsung dimulai mengajinya biar selesai cepet hehe” balas Natasya yang berdiri bersampingan dengan bu Halimah di depan Masjid


“Baik mba, Umi kalau begitu, saya permisi Assalamu’alaikum” ucap santri putri yang berpamitan mencium tangan bu Halimah dan seperti biada Natasya menolak di cium tangannya


Bu Halimah dan Natasya menuruni anak tangga dan keluar masjid berjalan melewati asrama putra.


“Mi... kenapa lewat sini? lewat samping aja yuk mi” tanya Natasya yang sadar melewati depan asrama putra


“Umi mau mampir dulu ke Iqbal” jawab bu Halimah yang terus berjalan menarik tangan Natasya seakan memintanya menemani


“Hemmm” Natasya menuruti ibunya itu. Di tengah perjalanan menuju kamar Iqbal beberapa santri putra terus memandangi Natasya.


“MasyaAllah cantik banget” ucap salah satu santri putra yang melihat Natasya berlalu di hadapannya


“Benar-benar cantik” sahut teman yang disebelahnya


Mereka para santri putra itu masih terus melihat Natasya yang berdiri didepan pintu kamar adiknya menemani Bu Halimah


“Apa yang benar-benar cantik?” tanya seorang laki-laki dari belakang ke empat santri putra


“Itu Natasya masyaAllah bangett” jawab mereka kompak


“Oh anak pak kiyai, kalian sudah berapa lama memandangnya?” tanya pria itu lagi


“Sejak ia memasuki gerbang asrama” jawab salah satu santri


Bug bug bug


“Ustad Mahmud?” ucap mereka terkejut


“Hati-hati kalian bisa hilang hafalan, cepat masuk” lanjut ustad Mahmud menunjuk kamar mereka


“Ia ustad” jawab mereka kompak dan masuk ke kamarnya


Natasya yang berdiri didepan kamar adiknya itu celingukan mencari seseorang


“Assalamu’alaikum Mi Sya” ucap ustad Mahmud menghampiri mereka


“Wa’alaikum salam” jawab mereka kompak


“Eh ustad mahmud” lanjut bu Halimah


“Ia Umi, sedang apa umi disini?” ustad Mahmud mencium tangan bu Halimah


“Umi sedang melihat bungsunya Umi yang jarang ke rumah” balas bu Halimah


“Oh ia umi, Iqbal betah diasrama apalagi sejak kakak tingkat yang dua hari lalu datang menemani, mereka sepertinya sangat akrab” ucap ustad Mahmud


“Hehe ustad bisa aja, kami saling belajar dan berbagi ustad” jawab Iqbal


“Natasya ada yang sedang dicari?” tanya ustad Mahmud yang melihat Natasya celingukan


“Hah??? Tidak ustad, cuma heran aja tumben diasrama sepi kemana para santri?” Natasya ngeles padahal ia mencari Adrian yang tidak kelihatan dari tadi


“Oh para santri sedang mempersiapkan tempat dan lainnya untuk mengaji malam ini” ucap ustad Mahmud


Natasya mengganggukkan kepalanya menjawabi perkataan ustad Mahmud


“Kalau begitu Umi dan Natasya pulang dulu. Mari ustad Assalamu’alaikum” ucap bu Halimah yang berlalu bersama Natasya


“Wa’alaikumsalam” jawab ustad Mahmud dan Iqbal


.......


Di rumah Natasya


“Assalamu’alaikum” ucap Natasya dan ibunya yang melihat pintu rumah terbuka


“Wa’alaikum salam” jawab pak Yusuf dan seorang pria yang ada dihadapannya


Natasya membulatkan matanya melihat Adrian sedang duduk bersama Ayahnya


“Ternyata si burung hantu ini disini, gue kira dia udah kabur” hati Natasya


“Umi dari mana baru pulang?” tanya pak Yusuf


“Umi tadi melihat Iqbal di asrama” jawab bu halimah berlalu masuk diikuti Natasya yang mencuim tangan Ayahnya


“Nak tolong ambilkan minum untuk nak Adrian” pinta pak Yusuf pada Natasya


“Ia Bi” jawab Natasya singkat.