
“Bebeb Natasya kenapa terburu-buru gitu ya?” tanya Robi pada kedua temannya yang berjalan bersama
“Mana gue tau” balas Bili yang melihat Natasya berlalu dengan jalan cepatnya
“Gadis itu berjalan seperti dikejar hantu aja, ada apa???” hati Adrian bertanya-tanya.
Lalu Adrian Bili dan Robi masuk ke kelasnya untuk mengikuti proses belajar
.......
“Assalamu’alaikum, permisi pak” ucap Natasya kepada pak Eko
“Wa’alaikumsalam kenapa Natasya?” jawab pak Eko
“Pak, Alika tadi pingsan terkena voly dan sekarang belum sadar, saya dan Rara mohon izin untuk menemani Alika dan tidak megikuti pelajaran bapak” Natasya meminta izin kepada pak Eko
“Alika masih belum sadar? Sudah diobati?” tanya pak Eko lagi
“Sudah pak” jawab Natasya
“Baiklah bapak izinkan, dan tunggu sebentar... ini kasih ke Alika supaya ia tidak terlalu pusing ketika bangun nanti” ucap pak Eko sambil meberikan obat dari lacinya.
“Baik pak, terimakasih nanti akan saya beri untuk Alika” balas Natasya dan berlalu pergi menuju UKS kembali
(Pak eko memang pamannya Alika, jadi wajar jika dia perhatian terhadap Alika).
Adrian yang sedang duduk di kelas melihat Natasya berlari melewati kelasnya menuju UKS yang tak jauh dari kelas Adrian.
“Gadis itu kenapa senang sekali berlari” gumam Adrian dalam hatinya. Setelah Natasya berlalu iapun meminta izin kepada guru untuk meninggalkan kelas dengan alasan ke toilet.
“Loh ka Vany mana?” tanya Natasya yang baru datang melihat Rara hanya berdua dengan Alika
“Ka Vany kembali ke kelas, karena ada ulangan” balas Rara
“Alika belum bangun juga?” tanya Natasya lagi, kemudian duduk disamping kaki Alika. Rara hanya menjawab “Hmmm”
“Kenapa dia pingsan lama banget, ko gue mulai khawatir, anak PMR juga pada gak ada lagi huhhhh” ucap Natasya yang memang khawatir dengan Alika
“mmmmm” Rara menggerakkan bola matanya seakan memberi tahu sesuatu. Natasya yang melihat itu bertanya-tanya apa maksud Rara
kemudian ia melihat tangan Alika bergerak, Natasya yang mengetahui itu akhirnya paham dengan kode yang diberi Rara. Ia pun berniat mengerjai Alika kembali
“Ra...., gue takut Alika gegar otak terus dia hilang ingatan” kata Natasya
“Benar Sya, apalagi dia sering kaya gini. Bisa-bisa dia makin telmi” jawab Rara yang langsung tahu maksud Natasya mengerjai Alika.
“Hahaha ngaur kamu Ra... Ehhh ka Adrian, masuk ka” ucap Natasya kembali yang masih melancarkan aksinya mengerjai Alika
“Ia kenapa ka? Sya gak denger kakak bilang apa?” lanjut Natasya yang seakan-akan ada Adrian disana
“Mereka ngomong apaan sih gue ko gak denger” batin Alika
“Apa Sya kata ka Adrian?” tanya Rara
“Sini ka, kakak aja yang kasih nafas buatan” balas Natasya yang terus menggoda Alika, karena ia tak kunjung membuka matanya.
Natasya dan Rara melihat ke arah Alika yang saat itu memonyongkan mulutnya seakan ingin mencium.
“Woyyy bangun loe ngarep banget dicium ka Adrian” ucap Natasya yang memukul kaki Alika
“Auuu sakit Sya” jawab Alika yang membuka matanya
“Dasar kupret, ngerjain gue loe?” lanjut Natasya
“Hehehe maaf Sya, eh tapi mana ka Adrian?” tanya Alika yang mencari keberadaan Adrian
“Ke laut noh” balas Natasya
“Seriusan ka Adrian mau ke laut? gua mau ikut ah, disana bisa lihat pantai dan gue berjalan menikmati pantai berdua dengan ka Adrian” ucap Alika dengan khayalannya
Celetakkk
“Khayalan loh ketinggian kupret” Rara menjitak Alika
“Auu Auu Auuu sakittttt, duh kepala gue pusinggggg” Alika mengeluh dengan memegang kepalanya
“Ehhhh serius Alika, loe kenapa, beneran sakit?” tanya Rara dan Natasya yang panik melihat Alika
“Bohong weeee hahaha” jawab Alika dengan menjulurkan lidahnya keluar kemudian tertawa
“Dasar kuprettttt” balas Rara dan Natasya yang kemudian menggelitiki Alika yang masih berbaring di kasur UKS, mereka bertiga tertawa bersama.
*******
JANGAN LUPA UNTUK TERUS DUKUNG DENGAN LIKE, KOMEN DAN JADIKAN FAVORIT YA KA
TERIMAKASIH 😊