Vanoztra

Vanoztra
52 - Wedding



Sudah dua tahun dan hampir menginjak tiga tahun Ayra dan Maudy kuliah di London. Kini mereka tengah terduduk di taman asik dengan kegiatannya masing-masing. Ayra yang tengah asik mendengarkan musik lewat earphone dan Maudy yang tengah serius menatap layar ponselnya.


"Lagu ini candu banget gila. Lo mau dengar, Mod?" tanya Ayra.


Tak ada jawaban dari Maudy membuat Ayra menoleh ke arahnya sembari memanggil nama sahabatnya itu. "Mod?"


"MAUDY!" teriak Ayra membuat Maudy terperanjat kaget.


Gadis itu menatap Ayra dari samping sembari meringis memegang telinganya. Teriakan Ayra berhasil membuat telinganya berdenging hebat. "Apasih, Ra ... teriak-teriak segala?" tanya Maudy.


"Gue gak akan teriak kalo lo gak budeg!" ketus Ayra.


"Diem ah, gue lagi nonton," ucap Maudy, kemudian ia kembali menatap layar ponselnya.


"Kebiasaan deh lo, kalo udah nonton pasti lupa sama orang yang di sebelahnya. Ya udah gue mau dengerin musik aja," ujar Ayra


"Everybody's laughing in my mind ..." ucap Ayra sembari menghayati lagu yang dibawakan oleh Justin Bieber berjudul 'that should be me'.


"Oh my God! My voice is really good!" teriak Ayra sembari tersenyum bahagia.


"Rumors spreading 'bout this other guy."


"Do you do what you did when you did with me."


"Does he love you the way I can."


Ayra merangkul pundak Maudy sembari terus bernyanyi. "Did you forget all the plans that you made with me, cause–" Gadis bermata coklat itu berhenti bernyanyi dan juga menghentikan musiknya.


Pandangan Ayra beralih pada layar ponsel Maudy. Detik berikutnya kening Ayra mengerut sempurna. "Lo lagi nonton live Instagram siapa, Mod?" tanya Ayra.


Sontak Maudy menoleh ke arah Ayra sembari menjauhkan ponselnya. "E-enggak, gue lagi nonton drama Korea, kok," dusta Maudy.


"Itu jelas live Instagram. Mata gue normal loh," ucap Ayra.


"B-bukan ini drakor, Ra," sahut Maudy.


Ayra terdiam sejenak menatap Maudy tak percaya. "Drakor apaan emang? Gue mau nonton juga dong," ucap Ayra sembari hendak merebut ponsel Maudy, tapi aktivitasnya terhenti.


"Jangan! Lo gak boleh lihat," ucap Maudy membuat Ayra mengerjapkan matanya.


"Kok gak boleh?" tanya Ayra.


"I-iya gak boleh. Soalnya ini drakor 21+ lo gak suka, kan," jelas Maudy di akhiri kekehan.


Gadis bermata coklat itu menganggukkan kepalanya perlahan, kemudian ia kembali menatap Maudy. "Sekarang gue suka kok!" ucap Ayra sembari merebut ponsel Maudy.


"Ayra!" teriak Maudy.


"Wleee!" Ayra menjulurkan lidahnya ke arah Maudy, kemudian ia tertawa.


Pandangan gadis itu beralih pada layar ponsel Maudy. Ia menatap serius layar ponsel tersebut yang menunjukkan sebuah live instagram. Ayra membelalakkan matanya setelah mengetahui pemilik akun yang tengah live ini.


Deg!


Salah satu tangan Ayra yang memegang ponsel ia turunkan. Hingga tak sengaja musik pada ponselnya kembali menyala karena tangan Ayra.


Cause baby i didn't.


Air mata Ayra kembali menetes membasahi pipinya. Dada nya terasa sesak, hatinya terasa sakit berkali-kali lipat. Gadis itu terisak-isak menangis melihat live Instragram tersebut. Yang tak lain live pernikahan laki-laki yang ia cintai hingga detik ini–Elgara.


That should be me holding your hand.


That should be me making you laugh.


That should be me this is so sad.


That should be me ....


Lagu yang dinyanyikan oleh Justin Bieber yang berputar di ponsel Ayra, sangat sama dengan apa yang Ayra rasakan setelah mengetahui Elgara menikah. Air mata Ayra semakin deras mengalir, hatinya terasa hancur berkeping-keping.


"Aaa! Enggak ... enggak ...." Ayra teriak histeris.


Dengan cepat Maudy memeluk Ayra berusaha menenangkan gadis itu. Maudy ikut menangis melihat sahabatnya menangis seperti ini. Maudy bisa merasakan apa yang Ayra rasakan sekarang.


Jujur Maudy sudah tau dari awal soal Elgara yang akan menikah. Dengan mati-matian Maudy menyembunyikan hal ini pada Ayra. Karena ia tidak ingin Ayra bersedih, tapi tepat di hari pernikahan Elgara, Ayra langsung mengetahuinya sendiri.


"Gue gak terima Maudy ... Elgara harusnya milik gue ..." ucap Ayra sembari terisak-isak menangis.


"Udah Ra," ujar Maudy sembari mengusap punggung Ayra.


"Tapi kenapa dia malah nikah sama–"


"Cukup Ayra, cukup!" bentak Maudy sembari memegang kedua pundak Ayra.


Maudy menyeka air mata Ayra sembari berkata, "Mau seberapa lamanya dan seberapa dekatnya lo sama seseorang. Belum tentu dia akan jadi milik lo selamanya!"


"Semua itu takdir yang menentukan Ayra, seberapa usahanya kita buat dapatkan apa yang kita pengen. Jika itu bukan takdirnya, kita bakalan kalah!" jelas Maudy.


"Please Ayra, wake up! You don't stay silent in this feeling–"


"The feeling that keeps on tormenting you! Ayo bangkit! Banyak kehidupan lainnya yang harus lo jalani," jelas Maudy.


Setelah mendengar penjelasan Maudy, Ayra terdiam saja sembari terus terisak menangis. Ayra membenarkan perkataan Maudy barusan bahwa ia harus bangkit untuk mencari kebahagiaan lainnya.


Dan kini Ayra sadari masih banyak hal yang membuatnya bahagia, bukan hanya Elgara. Ayra berjanji pada dirinya sendiri untuk bangkit dari perasaan ini dan mulai untuk melupakan Elgara.


Ayra tau tidaklah mudah untuk melupakan seseorang, tapi ia yakin dirinya bisa untuk melupakan Elgara secara perlahan.


'Dari hati gue hanya bisa berkata, semoga lo bahagia dan semoga pernikahan lo langgeng. Meskipun hati gue masih gak terima, tapi suatu saat nanti gue bakal ikhlasin lo jadi milik dia.'


...🏴‍☠️🏴‍☠️🏴‍☠️...


"Wah, El! Ditonton bule London," ucap Anggara.


"Bule London?" tanya Brio sembari mengernyit.


"Si Maudy, anying! Dia kan sekarang jadi bule London," jelas Anggara.


Mario menjitak kepala Anggara. "Heuu ... kirain beneran. Dia masih orang Indonesia, sialan!" ucap Mario.


"Ajak dia live," ucap Anres.


"Wih, bagus juga ide lo," puji Nana, kemudian gadis itu meminta Maudy untuk bergabung live nya.


Beberapa detik kemudian Maudy bergabung live bersama mereka. Serentak mereka semua melambai-lambaikan tangannya pada kamera, hal itu dibalas oleh Maudy.


"Hai Mod, lo gak kangen gue apa?" tanya Shafira.


"Ya jelas kangen lah," sahut Maudy sembari tersenyum.


"Eh, yang punya acaranya mana?" tanya Maudy.


Sontak Anres merangkul pundak Elgara agar laki-laki itu mendekat ke kamera. Elgara melambaikan tangannya ke arah kamera sembari tersenyum.


Maudy tersenyum lebar. "Wiiihh ... yang udah nikah. Congrats ya, El! Semoga langgeng pernikahannya," ucap Maudy.


"Thanks, Mod," sahut Elgara.


"Maudy, Ayra mana?" tanya Nana.


Maudy terdiam sejenak. Pandangan Maudy beralih ke arah Ayra yang berada di sampingnya. Gadis itu masih menangis, saat Maudy menatap ke arahnya dengan cepat Ayra menggelengkan kepalanya.


"Em ... gue gak lagi sama Ayra, dia lagi di kelas," dusta Maudy.


"Yaaahh ... padahal gue kangen Ayra," ucap Nana dan Shafira serentak.


"Nanti gue salamin deh, ke Ayra," ujar Maudy.


"Nanti kalo lo berdua punya waktu. Bisa lah vidcall bareng kita semua," ucap Brio yang diangguki semuanya.


Maudy menganggukkan kepalanya. "Oke, nanti gue kabarin."


"Eh, gimana Mod, lo udah dapat sugar Daddy?" tanya Nana.


Maudy membelalakkan matanya. "Hush! Ini ditonton publik, pea!" ucap Maudy.


"Gue gak bisa lama-lama. Sekali lagi congrats ya, buat yang punya acara! Gue cuma bisa kasih doa aja," ujar Maudy.


"Dan buat lo Mario, jangan lupa kirimin gue paket Minggu ini. Ditunggu! Bye semuanya!"


Setelah Maudy mematikan live nya, ia kembali memeluk Ayra. Gadis itu sudah sedikit tenang, meskipun Ayra ingin menangis kembali saat tadi ia mendengar suara Elgara.


'Padahal gue pengen lihat keadaan lo sekarang, Ra.'


'Mungkin tanpa lo lihat gue, lo udah bisa bayangin gimana ekspresi gue saat tau lo nikah, El.'