Trip to Love (Jackson's Story)

Trip to Love (Jackson's Story)
Bab 47. Yes, I'am



Jack membawa pulang Louisa setelah puas berjalan-jalan. Saat ini Louisa sudah rebahan di atas ranjang, pinggangnya mulai terasa sakit. Jack duduk di sampingnya dan mengusap usap pinggang Louisa.


"Sebaiknya kau tidur. Mungkin kau terlalu lelah."


"Hmm ya. Thankyou, Honey. Hari ini aku sangat senang sekali."


"Lain kali aku akan menemanimu lagi. Jika perlu kita pergi babymoon agar kau senang."


"Apa kau serius ingin mengajakku pergi babymoon, Honey?" tanya Louisa. Matanya yang semula sayu, kini menatap Jack dengan berbinar terang. Jack tertawa dan mengusap pipi Louisa.


"Tentu saja. Kapan aku pernah berbohong padamu. Kau ingin babymoon di mana?"


"Kemana saja, asal tidak ke pondok di tengah hutan. Aku tidak mau kakiku digigit binatang buas lagi," kata Louisa, Dia tiba-tiba teringat dengan kejadian waktu lalu. Jack menarik tengkuk Louisa dan mencium bibirnya dengan lembut. Bahkan sampai sekarang, Jack masih selalu merasa sangat bersalah pada Louisa. Dia tak bisa menjaga istrinya dengan baik.


"Setelah ini, aku harus pergi. Aku janji tidak akan lama. Kau tidurlah. Jika perlu sesuatu hubungi Aku atau Hugo," kata Jack. Hidungnya masih bersentuhan dengan hidung Louisa. Louisa memajukan wajahnya dan kini melu*mat bibir Jack.


"I Love you. Segeralah pulang jika urusanmu sudah selesai."


Louisa memejamkan matanya, Jack mengusap perut Louisa dengan lembut. Hingga Louisa terlelap, barulah Jack pergi. Dia harus segera membuat perhitungan pada Lucas.


"Jaga nyonya dengan baik. Aku tidak mau mendengar ada hal buruk terjadi padanya. Atau nyawa kalian akan jadi gantinya."


"Baik, Tuan."


Hugo dan 10 orang pengawal menunduk saat Jack melewati mereka. Mereka baru mengangkat kepala, saat suara mobil Jack mulai menjauh.


Jack sebenarnya saat itu berniat melepaskan Lucas. Karena baginya Lucas hanyalah maniak psikopat yang tidak memiliki basic yang kuat. Jika tanpa Zeus, Lucas bukanlah apa-apa. Namun, rupanya dia terlalu meremehkan Lucas. Kini saatnya dia memutus segala hal yang kemungkinan bisa membahayakan keselamatan istrinya.


Jack tiba di sebuah gudang tua. Dia melihat ada 4 anak buahnya yang berjaga di gudang itu. Mereka menunduk penuh hormat di depan Jack. Saat pintu terbuka, Jack mendengar teriakan Lucas. Jack pun menyeringai.


"Saatnya pertunjukan." Jack masuk dan menatap Lucas tajam.


"Siapa kau? Aku tidak mengenalmu, kenapa kau menyekapku?"


Lucas tampak diam, dia mencerna ucapan Jack dan tak lama terdengar suara tawa Lucas menggema di ruangan itu.


"Maksudmu pelacur cilik itu?" sarkas Lucas.


BUG!


Sebuah pukulan keras mendarat di pipi Lucas. Jack benar-benar marah mendengar Lucas merendahkan istrinya.


"Siapa yang kau sebut pelacur? Hah?"


"Siapa lagi jika bukan si kurir narkoba itu."


BUG!


Sekali lagi Jack menghajar wajah Lucas. Lucas yang posisinya terikat di kursi akhirnya jatuh bersama kursi yang dia duduki. Dia berteriak karena dia merasa lengannya patah.


"Sepertinya kau lupa sedang berada di mana. Seharusnya saat itu aku juga membunuhmu sekalian, tidak hanya menghancurkan markas ayahmu."


"Ban*sat! Jadi kau yang sudah menghancurkan markas ayahku?" Tatapan Lucas mendadak menajam. Jack tersenyum smirk.


"Aku tidak hanya menghancurkan markasmu, Luc. Aku juga yang sudah menghabisi ayahmu dan menggagalkan transaksinya waktu itu.


"Dasar ba*ingan! Aku akan membunuhmu!" pekik Lucas. Matanya memerah, mungkin karena dia mengingat kematian ayahnya."


"Apa kau merindukan ayahmu, Luc? Jika iya aku akan mengirimmu padanya. Agar kau bisa menanyakan kabar ayahmu," ujar Jack dengan seringai lebar.


"Kau benar-benar seorang iblis."


"Yes, I'am."


...****************...