
Jack dan Louisa cukup lama berada di long beach. Namun, laporan dari anak buah Jack membuat Jack akhirnya memutuskan untuk kembali ke San Fransisco. Sudah saatnya dia menghadapi Zeus dan Lucas secara langsung meski dia belum memiliki rencana yang matang.
"A_apa? Kembali ke San Fransisco?"
"Ya, kita harus kembali ke sana. Kita harus mengahdapi mereka. Tidak mungkin kita selamanya akan terus menghindari mereka, Loui."
"Ta_pi, Jack. Mereka orang-orang yang sangat berbahaya." Suara Louisa bergetar. Dia benar-benar takut dan belum bisa jika suatu hari harus bertemu dengan Zeus dan Lucas.
"Believe me, meski jika aku harus mati. Aku tidak akan membiarkan dirimu tertangkap lagi oleh mereka."
"Jangan berkata seperti itu, Jack. Aku lebih memilih kau membuangku sekarang, dari pada nanti aku harus melihatmu terluka."
Mereka saat ini sedang berada di kursi depan. Louisa menatap Jack dengan mata memerah, Air matanya sudah siap meluncur turun. Namun, Jack justru menarik Louisa dan menahan kepala Louisa, dia membenamkan ciuman dalam dan rakus. Lidahnya bahkan kini menerobos masuk dan bermain liar di dalam mulut Louisa. Gadis itu seketika mencengkeram kemeja Jack. Louisa akhirnya membalas ciuman Jack.
Setelah ciuman mereka terurai, kini tak hanya mata Louisa yang memerah. Namun, wajah dan telinga louisa juga ikut memerah. Bibir louisa yang seksi semakin terlihat tebal dan lebih sen*sual.
"Jack. Kembalilah ke kehidupan normalmu."
"Aku tidak bisa melepasmu, Loui. Apa kau sadar, kau tidak hanya sudah memasuki hidupku Louisa, kau bahkan sudah mengacaukan pikiran dan hatiku."
"I'm sorry, Jack. A_aku tidak bermaksud untuk merusak liburanmu."
"Berhentilah merengek memintaku meninggalkanmu, karena itu tak akan pernah terjadi."
***
Sementara itu, Di San Francisco. Lucas sudah menyebar anak buahnya untuk mencari Ralph, karena hanya pria itu yg terang-terangan melindungi Louisa.
Saat Lucas sedang bermain dengan dua jalan*nya, seorang anak buahnya menyeret Ralph ke hadapan Lucas.
"Bagus." Lucas menatap Ralph dengan tatapan tajam. Wajah pria itu sudah babak belur tak karuan.
"Di mana Louisa berada?" tanya Lucas sambil menarik rambut Ralph."
"A_aku tidak tahu, seorang pria membawanya pergi."
"Kau jangan membohongiku, terakhir kali dia bersamamu."
"Aku benar-benar bersumpah, Tuan. Aku tidak tahu. Seorang pria menolongnya saat itu. Dia menendangku dan mengelabuhiku."
"Kau benar-benar sampah." Lucas mengambil senjata apinya dan lalu menembak pria itu tepat di kepalanya.
Lucas benci kegagalan. Dia tak suka mendengar ucapan Ralph. Seharusnya saat itu Ralph menghubungi dirinya. Bukannya malah mengejar Louisa sendiri.
"Kalian bereskan mayatnya. Perluas pencarian Louisa. Aku mau kalian secepatnya menemukan calon pengantinku itu."
Lucas menatap dingin ke arah dua wanita yang menjadi saksi kekejamannya malam itu.
"Kalian harus tutup mulut dengan apa yang telah kalian lihat malam ini. Jika tidak, aku tidak akan segan melakukan hal sama terhadap kalian berdua."
"Ba_baik tuan."
Tubuh kedua ****** itu bergetar hebat. Meski mereka tahu seperti apa kejamnya Lucas, tapi saat menghadapinya secara langsung mereka sudah pasti benar-benar kehilangan seluruh energi mereka. Lucas meninggalkan kedua wanita itu setelah melemparkan uang ke wajah mereka.
"Kita datangi apartemen itu, 3 dari kalian harus berjaga dan terus awasi tempat itu. Cepat atau lambat aku yakin Louisa pasti akan terlihat di tempat itu.
...****************...