
Louisa menunggu dengan cemas di luar ruang tindakan. Dirinya berhasil memaksa Jack untuk pergi ke rumah sakit, meski Jack berulang kali mengatakan dirinya tidak apa-apa.
Jack yang tak bisa melihat Louisa bersedih, terpaksa mengikuti kemauan Louisa saat gadis itu menangis sesenggukan. Meski Louisa terlihat sangat cengeng, tapi entah mengapa Jack benar-benar sudah tidak bisa berpaling dari gadis itu.
Jack menitipkan jaketnya pada Louisa. Sebastian dan Hugo langsung menyusul ke rumah sakit setelah mereka melaksanakan tugas dari Jack.
"Nona?"
"Kalian sudah di sini?" Louisa mengangkat wajahnya sejenak dan kembali menunduk. Dia berharap bisa bertukar posisi dengan Jack saat ini. Dia tak ingin penyelamatnya terluka.
"Bagaimana, Nona? Apa dokter sudah memberitahu kondisi tuan Jack?" tanya Sebastian. Wajahnya menyiratkan kecemasan. Dia merasa gagal melindungi tuannya.
"Aku juga tidak tahu, sejak tadi tidak ada satu pun dari mereka yang masuk, keluar."
Tidak ada yang tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Jack. Di dalam ruangan tindakan. Jack mengulur waktu agar Louisa menganggap lukanya begitu serius. Dia banyak bertanya ini dan itu pada Dokter dan perawat mengenai lukanya. Karena Jack begitu tampan, mereka dengan senang hati menanggapi, tanpa melihat maksud terselubung Jack.
Di saat yang sama, ponsel Jack yang ada di saku jaketnya bergetar berkali-kali. Louisa merogoh saku itu dan melihat layar ponsel Jack yang menyala dan tertera nama Daddy. Louisa gemetaran. Dia takut mengangkatnya. Louisa menyodorkan ponsel Jack pada Sebastian, tapi pria itu seketika langsung memucat. Sebastian menolak ponsel Jack dengan isyarat, Louisa lalu menyerahkan ponsel itu pada Hugo dan respon pria itu juga sama seperti Sebastian. Entah kenapa Louisa juga jadi merasa ketakutan.
Saat ponsel itu sudah tak bergetar, Louisa menghela napas lega. Namun, beberapa detik kemudian dia kembali memucat saat nama itu kembali menyala di layar ponsel Jack. Akhirnya dengan mengumpulkan semua keberanian, Louisa menjawab panggilan itu.
"Ha_halo."
"Siapa kau? Di mana putraku?"
"Ehm, begini Jack saat ini tidak bisa menerima telepon, Tuan. Dia sedang ditangani karena tadi ada sekumpulan orang menghadang mobil kami, Jack terkena sabetan pedang."
Dokter dan perawat keluar. Dengan sorot mata yang sedikit aneh, mereka mengatakan jika Jack perlu mendapat perawatan intensif. Louisa percaya begitu saja. Dia mengiyakan semua perkataan dokter.
Jack akhirnya dirawat di rumah sakit, meski sebenarnya tidak perlu. Dia beralasan kekasihnya akan cemas jika dirinya langsung disuruh pulang. Jack benar-benar akan memanfaatkan momen ini untuk semakin mengikat Louisa.
Louisa masuk ke sebuah kamar rawat VVIP. Dia melihat Jack terbaring lemah. Air matanya kembali menetes karena dia benar-benar merasa para penyerang tadi adalah orang-orang Zeus. Louisa duduk di dekat ranjang Jack dan lalu dengan gerakan yang sangat lembut dia menggenggam jemari pria itu.
"Sekarang apa yang harus aku lakukan? Ayahmu pasti akan marah karena dia sudah tahu semuanya. Kau telah berurusan dengan gadis bermasalah sepertiku."
Louisa menunduk dalam, Sedangkan Jack rasanya ingin mengusap kepala Louisa dan mengatakan semuanya akan baik-baik saja.
Waktu sudah menjelang sore saat pintu ruangan tiba-tiba terbuka dari luar. Louisa tersentak kaget melihat dua sosok yang memiliki aura begitu kuat dan salah satunya berwajah hampir mirip dengan Jack, tapi pria itu terlihat lebih serius dengan mata elangnya.
Jack yang semula akan kembali tidur juga dibuat terkejut dengan kedatangan ayah dan kakaknya.
"Oh God. Kenapa kalian kemari?"
"Seorang gadis mengatakan padaku sambil menangis. Jika kau baru saja terkena sabetan pedang. Jadi menurutmu apa daddy harus diam saja, saat mendengar ada orang yang melukai putraku?" Ben memberikan tatapan tajam pada Louisa hingga gadis itu memilih menunduk menyembunyikan wajahnya.
Jack langsung menoleh pada Louisa. "Kau menghubungi daddyku?"
"Ma_maaf Jack. Saat kau masuk ke ruang penanganan, ayahmu menghubungimu. Jadi aku mengangkatnya dan mengatakan padanya mengenai semua yang terjadi."
...****************...