Trip to Love (Jackson's Story)

Trip to Love (Jackson's Story)
Bab 29. Bertemu Dengan Keluarga



Louisa terlihat sangat gugup. Saat ini dirinya dan Jack sudah sampai di depan gerbang besar mansion keluarga Alexander. Jack membunyikan klakson berulang hingga pintu besar itu akhirnya terbuka secara otomatis.


Saat mobil mulai memasuki halaman, Mata Louisa tak henti-hentinya terpukau. Bangunan rumah Jack lebih pantas disebut seperti kastil dari pada rumah. Louisa rasanya juga baru kali ini melihat rumah yang begitu besar. Padahal dia merasa mansion di San Francisco sudah cukup besar, tapi rupanya bangunan itu tak ada apa-apanya dibanding dengan rumah yang ada di hadapannya ini.


"J_jack! Aku gugup."


"Tenang saja. Seluruh orang di rumah ini semuanya jinak," kata Jack. Louisa memberengut dan menepuk lengan pria itu. Bisa-bisanya Jack berkata begitu soal keluarganya.


"Kenapa memukulku, Sayang? Semua yang aku katakan adalah kebenaran. Kau harus percaya."


"Bagaimana bisa kau bicara seperti itu tentang keluargamu, Jack?"


"Tapi memang benar begitu. Mereka semua sudah jinak," ujar Jack sembari tertawa. Dia keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Louisa. Jack menggandeng tangan Louisa dan membawanya masuk ke dalam rumah.


"Mom! I'm home." Jack berteriak ketika tiba di ruang tengah. Giani yang sedang duduk di ruang makan langsung berdiri dan berjalan cepat untuk melihat putra keduanya.


"Dasar anak nakal, akhirnya kau ingat pulang." Giani menggerutu sembari berjalan cepat ke arah putranya. Wanita paruh baya itu langsung menghambur memeluk Jack. Jack tersenyum dan membalas pelukan ibunya dengan erat.


"Bagaimana kabar mommy? Apa mommy sehat?"


"Mommy baik-baik saja dan sangat sehat."


"Mom, aku pulang karena aku ingin mengenalkan mommy pada seseorang," kata Jack mengurai pelukannya.


Giani mengusap sudut matanya yang telah basah. Dia benar-benar merindukan putranya sampai-sampai tak menyadari ada sosok lain yang sedang menatap ke arahnya.


Giani menoleh dan menatap seorang gadis cantik bermata abu-abu yang berdiri tak jauh dari putranya. Dia pun segera menghampiri gadis yang dibawa pulang oleh putranya itu.


"Halo, Sayang. Siapa namamu?" sapa Giani ramah.


"Nama yang cantik. Ayo kita duduk di sana. Aunty ingin mengenalmu lebih dalam. Jackson tidak pernah membawa seorang gadis sebelumnya. Ini pertama kalinya dia membawa seorang gadis," ujar Giani sembari melirik putranya yang sejak tadi terlihat sangat bahagia.


"Terima kasih, Aunty. Dan maafkan aku sudah mengganggu aunty hari ini."


"Oh tidak, kau sama sekali tidak mengganggu, Sayang."


"Mom, dimana yang lainnya? Aku ingin membahas sesuatu yang penting dengan kalian."


"Ingin membahas apa? Apa tidak cukup dengan mommy saja?" tanya Giani penasaran.


"Tidak. Ini hal penting dan aku harus melibatkan kalian semua."


"Jika begitu tunggulah nanti siang."


"Baiklah, Mom. Jika begitu lepaskan tangan Louisa, biar dia bisa beristirahat."


"Kau benar. Sebaiknya kalian istirahat dulu sebelum yang lainnya datang."


"Apa boleh aku di sini saja dengan aunty?" tanya Louisa pada Jack.


"Tentu saja boleh, Sayang," sahut Giani dengan senang hati. Jack pun akhirnya meninggalkan Louisa dan ibunya ke kamar.


Louisa dan Giani bercerita banyak hal. Sesekali Louisa tertawa, lalu menangis lalu tertawa lagi. Entah apa yang Giani ceritakan yang jelas Louisa terlihat nyaman bersama ibu Jack.


Siang harinya, Satu per satu anggota keluarga Jack mulai bermunculan. Louisa hanya berani menundukkan kepala karena sedikit takut pada ayah dan kakak Jack.


...****************...