
Jack sudah menyiapkan pasukan untuk menggagalkan bisnis Zeus. Sebastian dan hugo sudah bersiap di lokasi perburuan. Mereka pun juga sudah dilengkapi dengan persenjataan yang lengkap.
Bagi Jack kesuksesan kali ini bergantung pada kecepatan dan ketepatan anak buahnya. Semua rencana telah disusun. Namun, Jack akhirnya memutuskan untuk tidak terjun langsung ke lapangan. Melainkan dia akan memantau dari jauh dan mengarahkan anak buahnya. Jack tidak mau mengambil resiko dengan membawa Louisa ke medan perang yang sesungguhnya. Pria itu berpikir dengan strategi yang kemarin dibuatnya, sudah cukup untuk menghancurkan Zeus.
Waktu sudah menunjukkan pukul 1 dini hari. Sebastian sudah melaporkan jika muatan mulai berjalan dan kali ini Zeus turun tangan secara langsung karena muatan senjata dan kakain kali ini bernilai sangat tinggi.
Beberapa penembak bayangan sudah bersiap di tempatnya. Jack mengamati tabletnya dari dalam mobil. Rute yang Zeus ambil memang rute yang sudah biasa diambilnya saat mengirim pasokan senjata. Diam-diam Jack telah memiliki informan yang merupakan mantan anak buah Zeus. Jadi sejak awal dia sudah bersiap jika Zeus melintasi tepi hutan. Jack bahkan sudah bisa memperkirakan kapan Zeus akan melintas. Dia sudah memberi aba-aba pada anak buahnya untuk bersiap.
Jack sudah mengatur sekitar 30 penembak bazoka berada di tepi hutan. Sedangkan dirinya saat ini tak hanya mengamati layar tablet saja, melainkan juga mengendalikan drone kecil tanpa suara untuk memantau pergerakan truk muatan senjata dan kokain milik Zeus.
"Kalian semua sudah siap?" tanya Jack. Mereka semua terhubung dengan earpiece.
"Siap, Tuan."
"Baiklah, kalian harus bersiap. 5 menit dari sekarang langsung serang."
Jack tampak serius memperhatikan layar tabletnya. Meski di sana malam begitu pekat, tetapi kamera dari drone milik Jack masih bisa menangkap jelas pergerakan musuhnya. Itu karena kamera milik Jack sudah dilengkapi dengan tehnologi canggih beresolusi tinggi.
Louisa hanya diam di samping Jack. Dia tak ingin mengganggu konsentrasi pria itu. Bahkan Louisa tidak bergerak dan memilih bernapas dengan pelan-pelan agar tidak menimbulkan suara hingga mengganggu fokus pria itu.
Jack sekilas menoleh pada Louisa, dia hampir saja menyemburkan tawanya melihat wajah Louisa yang menegang. Jack kembali melirik layar tabletnya dan kemudian ....
"Sekarang!"
Truck muatan senjata dan kokain serta mobil yang ditumpangi oleh Zeus meledak karena ditembak dari sisi kanan dan kiri dengan Bazoka.
4 truk terbakar dengan asap yang membumbung tinggi. Tidak ada 1 pun anak buah Zeus yang selamat dari serangan itu. Beberapa anak buah Jack yang bertugas sebagai pemusnah mulai mendekati mobil Zeus dan truk yang membawa muatan. Mereka harus benar-benar memastikan tidak ada 1 orang pun yang selamat. Jack menarik tubuh Louisa ke atas pangkuannya dan menciumi Louisa bertubi-tubi.
Dari reaksi Jack, Louisa dapat menebak jika pria itu berhasil membereskan misi kali ini. Kini Louisa tidak akan pernah ragu. Dia mengalungkan tangannya ke leher Jack dan membalas ciuman pria itu.
"Misi selesai, Tuan."
Terdengar suara Sebastian memberikan laporan pada Jack. Louisa sedikit menjauhkan wajahnya. Namun, Jack menahan tengkuk Louisa.
"Tarik pasukan dan berikan mereka bonus seperti biasa."
Jack mematikan sambungannya dengan para anak buahnya dan melanjutkan ciuman panasnya dengan Louisa. Posisi Louisa kini tidak lagi menyamping, dia duduk mengangkang di atas pangkuan Jack.
Jack semakin menggila dengan ciuman yang semakin dalam dan panas itu. Tangannya bahkan sudah menyusup ke dalam kaos Louisa dan dengan lembut mengusap punggung gadis itu.
"Ya, Baby."
"Kita lanjutkan di rumah saja. Aku takut ada yang melihat kita," kata Louisa lirih dengan napas memburu. Jack tersenyum dan mengusap bibir Louisa yang membengkak.
"Baiklah, sesuai keinginanmu, Baby."
Jack langsung menjalankan mobilnya meninggalkan tempat itu.
Di Markas milik Zeus. Dua orang anak buah Lucas tergopoh-gopoh mencari keberadaan Lucas. Mereka baru saja mendapat kabar jika ada serangan saat pengiriman barang.
"Tuan Lucas, gawat!"
"Ada apa?" tanya Lucas santai. Dia masih terus bermain-main dengan dua orang wanita penghibur.
"Muatan kita dan bos Besar di serang. Semuanya habis tak tersisa. Mobil yang ditumpangi bos besar juga hancur, Tuan."
"APA?" Lucas seketika berdiri dan menghempas dua wanita penghibur yang menempelinya hingga mereka jatuh terjerembab.
"Kami sudah mengirim orang-orang kita untuk mengecek ke lokasi, Tuan."
"Kita ke sana sekarang!" Sorot mata Lucas memancarkan kemarahan yang teramat besar. Tidak ada kesedihan sama sekali tergambar di wajahnya. Mereka akhirnya pergi menuju ke tempat kejadian.
Sementara itu, Jack baru saja menerima telepon dari informannya dan mendengar jika sebagian besar anak buah Zeus sedang pergi untuk memeriksa kebenaran kabar mengenai serangan tadi. Jack jadi memiliki rencana lain. Dia segera menghubungi Sebastian dan memintanya untuk menghancurkan markas Zeus secepatnya.
Sebastian langsung menjalankan perintah Jack tanpa menunda-nunda. Dia hanya sendiri tanpa mengajak rekannya. Menghancurkan sebuah tempat sudah biasa dia lakukan sendiri. Sesuai perintah tuannya dia akan meledakkan markas Zeus dari jarak jauh. Sebastian menyiapkan 3 buah Drone yang dibawahnya terdapat 4 buah pencapit. Sebastian menjepitkan 4 bom yang besarnya hanya sekepal tangan bayi. Namun, memiliki daya ledak yang sangat tinggi.
Sebastian menyeringai saat ketiga drone mulai terbang membumbung menuju markas Zeus yang jaraknya 200 meter dari tempatnya berada sekarang.
"Tidak sia-sia aku mengabdikan diri pada Tuan Jack. Dia benar-benar sangat pintar mengatur strategi," gumam Sebastian.
Tak lama drone telah sampai di atas markas persembunyian milik Zeus. Sebastian langsung menekan tombol untuk melepas seluruh penjepit bom itu. Lalu kemudian, mulai terdegar suara ledakan yang dasyat.
"I'm done." Sebastian lalu segera pergi setelah ketiga dronenya kembali.
...****************...