Trip to Love (Jackson's Story)

Trip to Love (Jackson's Story)
Bab 23. Salah Paham



Jack benar-benar menempa Louisa dengan banyak pelatihan. Bahkan pria itu mengajarinya berkuda. Louisa sama sekali tak merasa keberatan, dia tahu Jack melakukan itu semua demi dirinya.


Saat ini Jack dan Louisa baru selesai berlari mengitari lapangan. Seorang anak buah Jack mendekat.


"Tuan, anda mendapatkan tamu."


"Siapa?"


"Tuan Mario."


"Suruh dia masuk."


Jack dan Louisa berjalan masuk ke mansion. Louisa langsung naik ke atas karena tubuhnya sangat berkeringat dan dia merasa harus mandi. Jack menemui Mario sendirian.


"Apa ada perkembangan?" tanya Jack to the poin. Mario langsung berdecak kesal. Belum juga dirinya meletakkan pantat di sofa, tapi Jack langsung bertanya soal tugas yang diberikan padanya.


"Akan ada beberapa senjata yang akan diselundupkan ke Mexico. Zeus beberapa hari ini selalu turun tangan sendiri. Lukas sedang menggila. Dugaanmu semuanya benar. Orang-orang itu adalah orang suruhan Lucas. Aku tidak tahu pasti dari mana mereka tahu jika di mobil itu ada dirimu dan Louisa. Yang jelas, kau harus lebih berhati-hati. Pria itu memiliki kelainan," ujar Mario


"Aku pasti berhati-hati. Setelah ini aku akan membawa Louisa ke Australia. Agar dia aman."


"Aku tidak akan kemana-mana, Jack. Aku ingin di sini bersamamu."


Louisa berdiri di gawang pintu dengan wajah yang memerah. Bagaimana bisa Jack memiliki pemikiran untuk membawanya pergi."


"Loui, kau percaya padaku 'kan?"


"Aku tidak mau mempercayaimu, Jack. Kau melatihku ini dan itu, lalu untuk apa? Apa artinya pelatihan itu jika kau sama sekali tidak membiarkanku terlibat?"


Jack memejamkan matanya sesaat. Semalam dia mendapat laporan dari Hugo. Dia merasa terlalu berbahaya melibatkan Louisa dalam hal ini.


"Kau tidak menyusulnya?" tanya Mario keheranan.


"Sebaiknya aku biarkan dia sendiri dulu."


"Aku sarankan, sebaiknya jangan sampai masalah ini berlarut. Wanita sungguh makhluk yang sangat mengerikan jika sudah kecewa."


Setelah berbincang cukup lama dengan Mario, Jack memutuskan untuk naik ke lantai atas. Setidaknya dia tak ingin kesalahpahaman ini berlarut. Benar apa yang Mario katakan. Dia pun juga tak ingin Louisa semakin salah sangka padanya dan justru akan memantik kebencian.


Jack langsung masuk ke kamar mereka begitu saja. Louisa berbaring tengkurap di atas ranjang. Bahunya bergetar dan terdengar isakkan lirih.


Jack langsung mendekat dan mengusap rambut Louisa dengan penuh kasih.


"Loui, dengarkan aku dulu. Aku punya alasan yang kuat. Aku tidak mau kau terluka, karena yang akan aku hadapi bukanlah orang biasa. Dia Zeus, orang paling licik di negara ini."


Louisa langsung bangkit dan memandangi Jack dengan mata merah dan berair. Gadis ini benar-benar cengeng sekali. Jack jadi sangat gemas dia ingin sekali menggigit pipi yang merona itu.


"Kau khawatir aku terluka? Lalu bagaimana denganku? Kau pikir mudah bagiku melihat kau terluka? Aku lebih memilih mati ditangan mereka dari pada aku harus melihatmu terluka. Aku tidak bisa, Jack."


Jack seketika menarik Louisa masuk ke dalam pelukannya. Rasanya dia benar-benar sudah tidak bisa mundur lagi. Louisa sudah menguasai hati dan pikirannya. Bagaimana bisa Jack mengabaikan Louisa begitu saja.


"Jangan bicara seperti itu, Loui. Itu sangat menyakiti hatiku. Aku tidak akan membiarkan sesuatu yang buruk terjadi padamu."


...****************...