Trip to Love (Jackson's Story)

Trip to Love (Jackson's Story)
Bab 12. Tinggalkan Saja Aku



Louisa terbangun dan hanya diam. Dia tak ingin mengganggu tidur Jack. Gadis itu menatap langit-langit campervan dengan tatapan kosong. Louisa merasa jika kondisinya seperti itu terus dia pasti aka menyulitkan Jack. Dan dia tak mau menjadi beban Jack kedepannya.


"Apa yang sedang kau pikirkan, Loui?"


"Kembalilah ke San Fransisco dan tinggalkan saja aku di sini, Jack."


"Kenapa?"


"Aku sudah cukup banyak merepotkanmu. Aku tak ingin menjadi orang yang tak tahu budi. Kau sudah begitu baik padaku. Aku tidak mau menyusahkanmu lagi karena aku tak tahu sampai kapan aku akan seperti tadi lagi."


Louisa berbicara sembari menahan rasa sesak di dadanya. Jack bisa merasakan napas gadis itu mulai tak teratur. Jack bukannya melonggarkan pelukannya, tapi justru menarik tubuh Louisa agar semakin tenggelam dalam dekapannya.


"Jangan mengatakan apapun yang tidak sesuai dengan hati kecilmu. Itu sangat menyiksa, Loui. Aku sudah berjanji akan menjaga dan melindungimu. Jadi apapun kondisimu aku pasti akan selalu berada di sampingmu."


"Kenapa kau begitu baik padaku, Jack?"


"Aku tidak tahu, Loui. Aku merasa kau memang membutuhkan perlindungan."


"Jack ...." Louisa tak dapat lagi berkata-kata. Dia mendekap Jack dan terisak. Jack tersenyum tipis dan mengusap kepala Louisa.


"Oh, Loui. Kau sangat cengeng sekali."


"Sejak aku merasa tak memiliki siapapun di dunia ini aku sudah berusaha untuk menahan semuanya sendiri. Jadi karena sekarang kau mau menjadi sandaranku maka kau akan melihat ini lebih sering."


"Aku lebih menyukai kau yang galak, Loui."


Louisa terkekeh walau airmatanya masih mengalir. Dia bahkan mengusapkan wajahnya hingga ingusnya menempel di kaos yang dipakai oleh Jack.


Sesaat mereka berdua menikmati moment indah itu, Jack bahkan menekal remot tirai jendela hingga kini mereka berdua sama-sama melihat matahari yang sedang terbenam ditengah lautan.


Malam hari tiba. Jack membuat api unggun dan menggelar kain di atas pasir. Malam ini bulan purnama. Banyak pasangan muda mudi melakukan hal yang sama dengan apa yang mereka berdua lakukan. Bedanya mereka tidak membawa Campervan, tapi mereka mendirikan tenda di sekitaran pesisir pantai itu.


"Jack, jika seandainya suatu hari kau merasa aku sangat menyusahkan. Kau jangan ragu untuk mengatakannya. Aku akan pergi darimu. Aku tidak mau membebanimu."


"Kau itu benar-benar cerewet, Loui. Dari pada kau berpikiran hal yang bukan-bukan, sebaiknya kau pikirkan saja kesehatanmu. Pulihkan dirimu, lalu aku akan mengajarimu tehnik dasar beladiri dan menembak. Kau harus bisa menguasai itu semua. Jika suatu saat aku tidak berada di dekatmu, setidaknya kau bisa melindungi dirimu sendiri."


Louisa terdiam, dia mengartikan ucapan Jack dengan pemikirannya yang sempit. Wajahnya mendadak muram. Dia menatap api unggun di depannya tanpa menjawab perkataan Jack.


Louisa jadi teringat akan ucapan kedua kakaknya sebelum mereka pergi meninggalkan dirinya.


'Loui, kau harus mulai mengikuti kursus beladiri. Jangan mau ditindas. Kami tidak akan selamanya bisa melindungimu. Kau harus bisa berkelahi dan melawan orang-orang yang berani meremehkanmu.'


"Ada apa dengan wajahmu? Kenapa kau tiba-tiba muram?" Jack menatap Louisa dengan tatapan yang begitu intens.


"Aku hanya ingat apa yang kau ucapkan ini sama persis dengan ucapan kedua kakakku sebelum mereka semua pergi meninggalkanku."


"Aku tidak sama dengan mereka. Aku tidak akan meninggalkanmu. Aku hanya ingin kau belajar untuk berjaga-jaga saja."


Louisa menoleh dan memandangi Jack yang sedang tersenyum lembut padanya.


"Apa kau selalu baik pada setiap wanita yang kau temui Jack?"


...****************...