Trip to Love (Jackson's Story)

Trip to Love (Jackson's Story)
Bab 15. Pertemuan Tak Terduga



Jack baru saja menerima laporan dari orang kepercayaannya yaitu Sebastian. Sebastian mengatakan jika beberapa hari ini ada sekitar 2 sampai 3 orang mencurigakan yang terus mengawasi di sekitaran apartemen Mario. Mendengar hal itu, Jack semakin yakin jika Lucas tidak akan dengan mudah melepaskan Louisa begitu saja.


Jack melirik ke pintu kamar Louisa yang masih tertutup rapat. Setelah Sebastian mengakhiri laporannya, jack segera berdiri di depan pintu kamar Louisa. Jack mengetuk pintunya dengan sabar.


"Loui, kita sudah sangat terlambat. Apa kau mau membuat Jean menunggu."


Loui yang berada di balik pintu tampak gusar. Dia memegangi perutnya yang terasa nyeri. Dia tak menyangka akan mendapatkan menstruasinya sekarang.


"Loui, apa kau masih tidur?" Jack kembali mengetuk pintu kamar Louisa. Louisa dengan ragu menekan handel pintu. Akan tetapi, Louisa hanya memperlihatkan kepalanya saja.


"Jack, aku rasa kita harus membatalkan pertemuan dengan dokter Jean."


"Memangnya ada apa? Apa ada masalah?" jack mengernyit bingung. Louisa juga sepertinya sedang menyembunyikan sesuatu dari dirinya.


"Aku tidak bisa keluar sekarang, Jack."


"Kenapa?"


Louisa tampak ragu untuk mengatakan keadaannya sekarang. Apa lagi Jack adalah seorang pria. Rasanya Louisa tidak seberani itu untuk mengatakan jika dia butuh tampon atau pembalut untuk dirinya.


"Loui, jika kau tidak mengatakan apa yang terjadi padamu, aku bersumpah akan mendobrak pintu ini dan memastikannya sendiri."


Wajah Louisa benar-benar memerah. Dia tak tahu apa yang harus dia katakan pada Jack. Karena ini sungguh sangat memalukan baginya.


"Jack, aku memerlukan tampon atau semacamnya. Aku sedang datang bulan." Louisa menunduk dan tak berani menatap Jackson. Wajah dan telinganya langsung memerah karena dilanda rasa malu.


Jack sempat melongo tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar. Bahunya yang semua tegap seketika merosot mendengar ucapan Louisa.


"Lalu, apa aku harus membelikan barang itu untukmu?"


"Aku akan membelinya sendiri, tapi bisakah kau tidak melihatku keluar, aku sungguh sangat malu, Jack."


"Jika denganku saja kau malu, lalu bagaimana kau keluar dan bertemu orang lain? Aku akan membelikannya untukmu. Katakan saja mereknya aku akan membelikannya di minimarket di bawah.


"Tapi ini sangat memalukan, Jack. Aku tidak mungkin tega membiarkanmu membeli barang itu."


"Sudah, aku akan ke bawah. Nanti kamu kirimkan saja nama barangnya. Aku tunggu."


Jack langsung keluar dari apartemennya. Jujur saja dia pun baru kali ini mau direpotkan sampai sejauh ini. Mungkin jika bukan Louisa dia juga belum tentu mau mencarikan barang itu.


Jack tiba di minimarket. Dia membuka pesan dari Louisa dan melihat apa yang gadis itu kirimkan padanya. jack tersenyum melhat screen capture dari Louisa. Ini mempermudah dirinya untuk mencari barang itu.


"Loui, setelah kamu memakainya bisakah kita langsung berangkat ke rumah sakit?"


"Ya, tunggu sebentar."


Jack sesekali menoleh ke arah pintu kamar Louisa. Sudah 15 menit berlalu dan dia sebenarnya sungguh sudah tidak sabar menunggu, tapi Louisa masih belum menampakkan wajahnya. Jack menghela napas panjang. Dia kembali bangkit dari duduknya dan hendak mengetuk pintu kamar Louisa. Namun, baru beberapa langkah, pintu Louisa terbuka.


Jack sekali lagi mengernyit. Dia melihat wajah Louisa pucat pasi. Jalannya bahkan terlihat membungkuk seperti sedang menahan sakit.


"Aku sudah siap, Jack. Ayo1"


Jack menarik lengan Louisa dengan lembut. "kau kenap, Loui?"


"Hanya nyeri haid biasa."


"Apa kau masih sanggup berjalan Loui?"


"Tentu saja." Meski Louisa sudah berusaha untuk terlihat baik-baik saja, tapi nyatanya dia sedang tidak baik. Wajahnya pucat dan keringat dingin mulai membasahi keningnya.


Mereka keluar dari apartemen. Jack berjalan sengaja lebih lambat dari Louisa karena dia ingin memastikan gadis itu benar-benar baik-baik saja.


Setibanya di rumah sakit, Jack segera mengkonfirmasi ke bagian pendaftaran. Louisa menunggu Jack di kursi ruang tunggu. Louisa tidak sadar sedang diperhatikan oleh seseorang. Meski setengah tak percaya dengan penglihatannya, tapi orang itu sangat yakin jika itu adalah Louisa.


Orang itu lantas langsung berdiri dan menarik lengan Louisa. "Louisa ...."


Tubuh Louisa menegang seketika. Dia tak menoleh sama sekali meski orang itu kini mencengkeram bahunya dengan kuat.


"Kenapa kamu ada di sini? Kamu kabur dari Zeus?" tanya pria itu.


Tubuh Louisa bergetar ketakutan. Dia menatap Jack yang seolah sangat jauh dari posisinya. Louisa ingi berteriak memanggil Jack. Namun, suaranya tercekat. Pria yang tak lain adalah ayah tiri Louisa itu menatap Louisa penuh dengan kebencian.


"Ayo ikut denganku. Zeus dan Lucas pasti akan sangat marah saat ini." Pria itu menarik Louisa dengan kasar.


"Lepaskan aku!" pekik Louisa cukup keras hingga menarik perhatian beberapa orang termasuk Jack. Jack segera berjalan cepat mendekati Louisa. Dia menarik pergelangan tangan Louisa hingga akhirnya pegangan tangan ayah tiri Louisa terlepas.


Louisa langsung bersembunyi dibalik tubuh Jack dengan gemetaran.


...****************...