Trip to Love (Jackson's Story)

Trip to Love (Jackson's Story)
Bab 11. Informasi Penting



Jack dengan malas bangun karena ponselnya bergetar. Dia segera mengangkat panggilan dari Mario. Sedangkan Louisa yang merasa sudah terlepas dari Jack segera bangkit dan lalu ke kamar mandi.


"Ada apa?"


"Sebastian dan Hugo baru saja sampai di San Fransisco. Kau ada dimana sekarang biar mereka menyusulmu."


"Tidak usah. Katakan saja pada mereka untuk tinggal sementara di apartemenmu dan minta mereka untuk segera melakukan tugasnya."


"Baiklah, Tuan. Apa ada lagi yang perlu aku sampaikan pada mereka?"


Jack tertawa terbahak mendengar nada kesal Mario. "Sorry Mario, aku hanya terbawa peran."


"Tidak masalah. Jika bisa segeralah kembali ke San Francisco. Kau tidak mungkin selamanya akan menghindari mereka bukan?"


"Aku akan kembali ke sana saat waktunya tiba, tapi sebelum itu, aku masih perlu informasi penting lainnya. Cari keluarga yang memakai marga Cullen. Sebisa mungkin lengkap dengan fotonya."


"Aku seperti pernah mendengarnya Jack. Aku akan tanya papaku mengenai ini. Baiklah aku harus mengecek barang datang dulu. Beberapa pemasok sudah tiba di gudang."


Setelah Jack mengakhiri sambungan teleponnya, dia menoleh menatap Louisa yang duduk di ranjang sambil termenunung. Gadis itu kembali naik ke ranjang setelah mencuci muka dan menggosok giginya, gadis itu memandangi hamparan lautan di depannya dengan tatapan kosong. Jack masuk ke kamar mandi untuk membasuh muka dan menggosok gigi.


Jack lantas mengambil dua kotak makanan dari dalam kulkas dan memanaskannya di microwave. Dia juga menyeduh 2 cangkir kopi Robusta untuk menemani santap pagi mereka.


Saat bunyi microwave berdenting, Louisa tersentak kaget dan menoleh. Dia melihat Jack menyiapkan makanan untuk mereka berdua. Louisa turun dari ranjang dan mendekati Jack.


"Apa ada yang bisa ku bantu?" tanya Louisa sudah berdiri di samping Jack. Pria itu menoleh dan tersenyum.


"Tidak. Aku sudah hampir selesai. Kau tunggu saja di sana." Jack menunjuk dua buah kursi lipat dan sebuah meja lipat kecil yang sudah tertata di bawah. Sepertinya sejak kemarin Jack tidak membereskannya, beruntung kemarin tidak turun hujan.


Louisa menggangguk karena lengannya masih lumayan sakit. Dia benar-benar merasa beruntung bertemu dengan pria sebaik Jack. Louisa kembali melamun, tapi Jack tidak membiarkan hal itu berlarut-larut. Dia menyentuh bahu Louisa lembut hingga membuat gadis itu langsung menengadah.


"Jangan terlalu banyak melamun. Kau bisa kemasukan roh halus."


Louisa justru tertawa mendengar ucapan Jack. Pria yang tampak keren dan slengean percaya dengan roh halus.


"Kau tidak percaya?" tanya Jack sembari meletakkan cangkir kopi dan kotak makanan yang sudah dihangatkan olehnya.


"Thanks, Jack dan ya, aku tidak mempercayai hal semacam itu."


Mereka berdua makan dengan sesekali Jack menanyakan mengenai keluarga Louisa yang terpisah. Jack merasa semakin iba mendengar kisah perjalanan hidup Louisa yang sepertinya penuh dengan masalah. Dari ditinggalkan ayah dan saudara laki-lakinya, tak dipedulikan ibu kandungnya, lalu dijual ayah tirinya. Jack benar-benar prihatin.


Setelah makan, Louisa hendak mengambil cangkir kopinya. Namun, mendadak tangannya terasa lemas dan tubuhnya mulai terasa sakit lagi. Cangkir yang hampir terangkat itu akhirnya justru jatuh dan menimbulkan suara. Jack yang baru membuang sampah bekas makannya seketika menoleh.


Jaraknya tak terlalu jauh dari Louisa. Dia bisa melihat tubuh Louisa mulai gemetaran. Jack lantas langsung memeluk Louisa erat.


"J_ack ini sakit sekali. Apa aku akan mati?" erang Louisa. Bibir yang semula merah merona kini pucat seperti tak teraliri darah.


Jack segera membopong Louisa dan menidurkannya di atas ranjang. Jack mencari tasnya dan mencari alat injeksi dan juga botol Ace02. Sebelah tangannya masih menahan tangan Louisa agar tidak terlalu banyak bergerak.


Jack begitu terlatih membuka plastik pembungkus alat injeksinya. Jack melakukan semuanya dengan cepat dan lalu langsung menyuntik lengan Louisa. Dia memang menduga jika hal ini akan terjadi, tapi Jack tak menyangka jika efek obat-obatan terlarang dari Zeus kebal dengan Ace02.


Tak lama tubuh Louisa melemah. Dia langsung tak sadarkan diri. Jack mendekati Louisa dan mengusap peluh gadis itu. Dia benar-benar merasa iba melihat kondisi Louisa. Jack mendesah berat. Dia ikut membaringkan tubuhnya di samping Louisa dan memeluk Louisa dengan erat.


"Aku berjanji akan melindungimu, Louisa," Gumam Jack.


...****************...