Trip to Love (Jackson's Story)

Trip to Love (Jackson's Story)
Bab 38. Kembali Ke San Fransisco



Siang ini Jack dan saudara kembarnya sedang berada di markas King of Darkness. Mereka sedang berada di gudang persenjataan. Jared memeriksa peti berisi senjata api yang akan ikut diangkut Jack nanti. Sedangkan Jack sedang memeriksa beberapa alat penyiksaan hasil modifikasi dirinya dan Jared di saat luang.


"Jangan lupa meminta daddy untuk menyiapkan obat-obatan yang kau perlukan di saat darurat. Jangan sampai seperti kejadian yang lalu. Kau harus meminta pada ayah Mario. Beruntung nyawa Louisa masih bisa diselamatkan."


"Aku sudah mengirim pesan pada Daddy tadi, barusan daddy bilang jika anak buahnya sudah memasukkannya ke dalam pesawat."


Jared sesaat menatap saudara kembarnya dengan sorot mata tajamnya. Dia seperti sedang memikirkan sesuatu. Jack yang merasa ditatap langsung menoleh.


"Ada yang ingin kau bicarakan padaku, Kak? Kenapa kau menatapku begitu?"


"Aku hanya merasa waktu berjalan begitu cepat. Padahal aku merasa kita baru saja bertemu dengan daddy, tahu tahu sekarang kita sudah memiliki pasangan masing-masing. Aku kini bahkan sedang menunggu kelahiran anakku. Sekarang kita hidup terpisah, ku harap kau bisa menjaga dirimu baik-baik."


"Kau ingin membuatku bersedih dengan membicarakan hal ini?" tanya Jack bercanda.


Jared tidak menjawab. Dia justru tetap diam dan masih memandangi Jack. Pria itu berdecak dan lalu berdiri memeluk Jared.


"Aku akan sebaik mungkin menjaga diri. Kau tidak perlu mengkhawatirkan aku. Jangan sampai fokusmu menjaga istrimu terpecah karena aku berada jauh darimu. Aku tahu kau sekarang pasti sudah merindukanku," kata Jack. Jared menepuk punggung Jack dengan keras tanpa protes. Jack tertawa meski sudut matanya mulai berair. Dia memeluk kembarannya dengan erat.


"Kau juga harus menjaga dirimu. Jangan sampai sakit," lanjut Jack.


Jack tahu, sebenarnya Jared itu sangat peduli padanya. Namun, sifatnya sangat kaku dan Jared adalah tipe orang yang tidak suka berkata banyak.


Usai dari markas, kini saatnya Jack dan Jared kembali ke mansion. Sudah waktunya dia mengajak Louisa kembali ke San Fransisco.


"Kau tega sekali meisahkan mommy dari menantu mommy."


"Mommy masih bisa menghubungi kami nanti. Sekarang aku harus segera berangkat ke bandara."


Louisa pun melakukan hal yang sama dengan memeluk ibu mertuanya. Louisa bahkan menangis sesenggukan saat mereka harus pergi. Wanita itu juga berpamitan pada Diana dan juga Jared.


Di dalam mobil, Jack berusaha menenangkan Louisa. Tangisannya tak kunjung reda, padahal mobil mereka sudah memasuki area bandara.


"Sudah ya, Sayang. Kau jangan bersedih terus. Nanti kapan-kapan kita akan kemari lagi."


Jack menarik tisu dan mengusap wajah sembab Louisa. Dia merasa Louisa terlalu sensitif saat ini. Jack dan Louisa baru keluar dari mobil setelah 15 menit, jack berusaha menghibur istrinya itu.


Mereka berdua segera masuk ke pesawat pribadi milik keluarga Jack. Saat pesawat mulai mengudara, Jack menatap ke arah jendela.


"Good bye Melbourne," gumam Jack.


Bohong jika dia tak merasa berat dengan perpisahan ini. Meski dulu dirinya sering bertraveling keliling ke beberapa negara. Namun, tetap dia akan kembali pulang ke Melbourne, tapi kali ini lain. Kepergiannya kali ini untuk membuka lembaran baru dan menetap di kota pilihannya.


...****************...