Trip to Love (Jackson's Story)

Trip to Love (Jackson's Story)
Bab 43. Informasi



Di sebuah klub malam Lucas sedang menunggu seseorang. Beberapa bulan terakhir sejak kematian ayahnya, Bisnis yang dia lanjutkan tak berjalan dengan lancar. Banyak pelanggannya yang kini lepas karena mereka memiliki penyuplai lain.


Lucas benar-benar marah dengan kondisi ini. Dia yang sejak dulu sangat dimanja oleh ayahnya kini harus bertahan sendiri dengan kemampuannya yang tak seberapa.


Orang yang ditunggu Lucas telah tiba, pria itu mengangguk sekilas dan lalu menyerahkan hasil penyelidikannya. Lukas hanya ingin tahu siapa yang telah berani merebut para pelanggannya.


"Kau mendapatkan informasi yang aku inginkan?"


"Saya mendapatkannya, Tuan."


"Siapa orang yang telah mengambil semua pelanggan ayahku?"


"Namanya Jackson Alexander. Dia sepertinya pendatang di kota ini."


"Berani-beraninya!" Lukas tampak kesal dan mengepalkan tangannya erat. Dia bersumpah akan merebut kembali semua pelanggan ayahnya. Dia akan membangkitkan kejayaan nama besar ayahnya.


"Tapi, Tuan. Menurut informasi yang saya dapatkan. Tuan Jackson ini tidak pernah turun tangan langsung menangani transaksi. Dia selalu memakai kurir."


"Bukankah bisnis seperti ini sudah biasa? Ayahku bahkan turun tangan hanya pada pelanggan besar saja."


"Tapi tuan Jackson ini lain, dia benar-benar tidak berhubungan langsung dengan barang-barang itu. Semua sudah ada yang mengerjakannya. Bahkan sampai sekarang tidak ada seorangpun yang tahu bagaimana wujud tuan Jackson ini."


"Lalu dari mana informasi yang barusan kau dapatkan itu?"


"Atasan temanku baru saja bertransaksi beberapa hari yang lalu. Dia memesan beberapa senjata pada tuan Jackson. Semua transaksi diurus oleh seorang pria bernama Hugo. Akan tetapi, pembelian itu tetap harus atas persetujuan tuan Jackson ini. Akan sangat sulit untuk bertemu dengannya."


Lukas terdiam sesaat. Emosinya semakin memuncak. Jika terus begini tak lama lagi dia akan benar-benar jatuh miskin. Bahkan sudah banyak anak buah ayahnya yang tak lagi dia pekerjakan. Hanya beberapa orang saja yang masih dia pertahankan.


***


Di kediaman Jack. Saat ini pria itu terus bersin di dekat Louisa. Wanita hamil itu lantas melirik Jack dengan kesal.


"Kau tahu, saat ini kondisiku sedang tidak baik-baik saja, tapi kau justru bersin tepat di depan wajahku, Jack. Kau ingin aku semakin sakit?" tanya Louisa kesal.


Louisa menjadi lebih sensitif dan meledak-ledak. Sudah 2 kali dia memarahi Jack hanya gara-gara masalah sepele.


"I'm sorry, Babe. Aku juga tidak sengaja. Sepertinya ada yang sedang membicarakanku."


Louisa hanya membuang napas panjang. Dia sebenarnya juga tak ingin bersikap galak pada Jack.


"Maaf, Jack. Apa aku menyakiti hatimu? Aku juga tidak tahu kenapa aku mudah sekali marah padamu."


"Aku tahu apa penyebabnya, tapi kau tidak perlu mencemaskanku. Kau hanya boleh memikirkan tentang dirimu sendiri dan bayi kita. Jangan pedulikan aku."


Louisa menatap Jack dengan mata yang mengembun. Dia langsung memeluk Jack dengan erat sembari terisak.


"Maaf. Aku pasti sangat merepotkanmu, kan?"


Jack mengusap punggung Louisa dengan lembut. Dia tahu saat ini Louisa pasti sedang mengalami mood swing yang cukup mengejutkan.


...****************...