Trip to Love (Jackson's Story)

Trip to Love (Jackson's Story)
Bab 45. Akhirnya Lucas



"Sudah lama aku tidak melihatnya. Dia semakin cantik saja," gumam Pria itu lagi.


"Tuan Lucas, mobilnya sudah siap di bawah."


Ya, pria yang sejak tadi memandangi Louisa adalah Lucas. Pria itu baru saja selesai meeting dengan koleganya di cafe yang berada di dalam Westfield San Fransisco Centre. Tempat di mana Louisa berbelanja.


"Nanti dulu. Aku ingin membawa wanitaku."


Peter ikut melihat ke arah pandangan tuannya. Alisnya mengernyit, "Louisa?" gumamnya.


"Ayo. Aku harus membawanya. Sudah terlalu lama dia pergi dariku."


"Ta_pi dia sedang hamil, Tuan."


"Nanti aku akan mencari dokter untuk menggugurkan bayinya."


Peter hanya diam. Dia merasa iba pada Louisa. Padahal sudah bagus Louisa terlepas dari organisasi Zeus, tapi hari ini nasibnya begitu malang harus bertemu lagi dengan tuannya.


"Kau tunggu saja di mobil. Aku akan bawa kekasihku itu."


Peter hanya mengangguk, dia menoleh sekali lagi menatap Louisa yang masih belum menyadari jika bahaya akan segera mendekatinya.


Louisa mengajak Mona mendekati gerai penjual gelato. Namun, saat akan memesan, Louisa merasa ingin buang air kecil. Dia meminta Mona untuk mengantri terlebih dulu.


Mona berulang kali menolak permintaan Louisa yang sangat beresiko itu, tapi karena padatnya antrian di belakang mereka akhirnya Mona pun menyetujui permintaan Louisa.


Mona menekan earpiece-nya dan meminta 3 pengawal untuk merapat menjaga istri tuan mudanya. Jarak antara pengawal yang tak begitu jauh, membuat mereka sigap merapat ke area toilet.


Lucas tak curiga sama sekali pada ketiga pria itu. Dia menunggu Louisa di ujung lorong masuk toilet. Louisa keluar dari toilet setelah buang air kecil. Sejak kandungannya semakin membesar, dia jadi sedikit kesulitan menahan hasrat untuk buang air kecil.


Louisa melirik keberadaan 3 pria itu. Dia cenderung tak peduli pada pria-pria yang saat ini sedang menatap dirinya. Louisa berjalan menyusuri lorong. Namun, dia seketika terkejut. Tangannya tiba-tiba ditarik oleh seseorang. Louisa memekik.


"Aargh!"


Mata Louisa langsung terbelalak mendapati Lucas ada di depan matanya. Belum hilang keterkejutannya, Tiba-tiba 3 orang tadi langsung menyerang Lucas. Pegangan tangan Lucas pada Louisa terlepas. Tubuh Louisa hampir limbung jatuh jika saja tidak ditahan oleh seseorang.


Louisa terdiam sesaat dengan wajah yang masih terlihat syok. Namun, aroma tubuh yang sangat dia kenal, kini masih memeluknya dan perlahan membuat Louisa merasa tenang.


3 pengawal Louisa tadi berhasil membekuk Lucas. Pria itu terlalu bodoh membuat rencana tanpa persiapan yang matang. Dia pikir Louisa hanya sendiri bersama wanita tadi. Akan tetapi, siapa sangka jika dia juga dikawal oleh beberapa pengawal.


Lucas tak dapat berkutik saat salah satu pengawal yang membekuk-nya menodongkan pistol ke arahnya.


"Kau baik-baik saja, Honey?"


"Ya, aku baik-baik saja. Kenapa kau ada di sini, Jack?"


"Aku mengkhawatirkan dirimu. Awalnya aku ingin sepenuhnya mempercayakan dirimu pada mereka, tapi hatiku menolaknya. Aku takut terjadi hal yang buruk padamu dan anak kita, hingga aku langsung menyusulmu," Jack mengecup puncak kepala Louisa. Sungguh tadi jantungnya hampir copot melihat Louisa hampir terjatuh. Terlambat sedikit saja, mungkin ceritanya akan lain.


Keributan kecil antara Lucas dan pengawal Louisa untungnya tak terlalu menimbulkan kekacauan. Tiga pengawal Louisa tadi mengatakan pada pihak pengaman jika mereka akan menyerahkan pelaku ke kantor polisi, padahal yang sebenarnya mereka akan membawa Lucas ke markas milik Jack.


...****************...