Trip to Love (Jackson's Story)

Trip to Love (Jackson's Story)
Bab 33. Pondok



Louisa berdiri tertegun menatap pondok di dalam hutan yang sekarang ada di depan matanya. Jackson tersenyum sumringah melihat pondok itu. Itu adalah pondok yang sama, tempat di mana Jared menghabiskan malam bulan madunya dengan Diana.


"K_kau serius kita akan menginap di sini untuk seminggu, Jack?" tanya Louisa sembari mengedarkan pandangannya ngeri.


Bagaimana tidak ngeri. Di hutan yang luas dan gelap itu, pondok itu satu-satunya tempak yang terang. Bagaimana jika ada binatang buas yang datang mendekat?


"Tentu saja, Baby. Kita akan berada di sini selama seminggu. Anak buahku sudah menyiapkan semua keperluan kita selama di sini."


"Ta_tapi ini hutan, Jack. Bagaimana jika nanti ada binatang buas?" tanya Louisa. Wajahnya bahkan terlihat pias sekarang. Jack langsung tertawa.


"Tidak akan ada apa-apa. Kalau pun ada aku akan melindungimu, Loui. Sekarang mari kita masuk sebelum kita benar-benar di terkam hewan buas," ujar Jack menggoda Louisa. Gadis itu lantas langsung masuk ke dalam pondok dan meninggalkan Jack yang terus tertawa.


"Kau benar-benar suami yang menyebalkan, Jack." Louisa terlihat kesal dan menggerutu. Namun, tak berselang lama, Louisa justru malah terpukau dengan interior pondok itu. Meski suasana di luarnya mencekam. Akan tetapi, di bagian dalam pondok itu terlihat sangat nyaman. Louisa tanpa sadar melangkahkan kakinya semakin dalam untuk melihat seluruh ruangan di dalam pondok itu.


Saat Louisa berdiri di depan sebuah kamar yang terbuka, Dia terpaku dengan binar mata yang terlihat cemerlang. Di kamar itu terdapat ranjang besar yan sudah dihias sedemikian rupa dengan banyak taburan kelopak bunga mawar merah. Harum kamar itu juga tercium semerbak membuat perasaan Louisa menghangat.


Jack berjalan mendekati Louisa dan memeluk tubuh Louisa dari belakang.


"Kau menyukainya, Baby?" bisik Jack dan meniup telinga Louisa dengan lembut. Louisa langsung merinding hingga bulu halus di tangannya meremang.


"Ini di luar ekpektasiku, Jack. Terima kasih untuk semuanya," ujar Louisa sembari mengusap lengan Jack yang melingkar di perutnya. Louisa memiringkan keplanya dan mengecup pipi Jack.


"Malam ini aku benar-benar ingin menghabisimu, Sayang." Jack memandangi tubuh Louisa dengan tatapa penuh hasrat.


"Tapi biarkan aku mandi dulu, Jack. Setelah itu, aku milikmu."


Louisa bangkit dari posisinya. Namun, Jack buru-buru menahannya. Jack menindih tubuh Louisa.


"Kita akan mandi bersama setelah aku memakanmu. Sekarang aku tidak bisa menundanya lagi, Loui."


"Ta_tapi aku bau, Jack." Louisa mengusap rahang Jack sembari menatap Jack sayu. Jack tersenyum tipis. Tangannya bergerak mengusap bibir Louisa. Dia benar-benar sudah kecanduan dengan bibir seksi itu. Tanpa basa-basi jack langsung membenamkan ciuman dalam ke bibir Louisa.


"Hmmp ...." Louisa ingin bersuara, tapi Jack seolah tak ingin mendengar protesapapun dari istrinya itu hingga dia semakin memperdalam ciumannya.


Louisa akhirnya justru malah terbuai, dia membalas ciuman Jack dan mengalungkan kedua tangannya di leher suaminya itu. Kamar yang semula sunyi kini terdengar suara decapan dari paduan bibir Lousa dan Jack.


Pengantin baru itu pun kembali mengulang kegiatan panas yang sudah seminggu lamanya tidak mereka lakukan, karena sejak mereka pulang ke Melbourne, Giani selalu memisahkan Louisa dari Jack.


Pukul 2 malam keduanya baru selesai melakukan segala aktivitas panasnya, kini Jack membawa Louisa berendam di dalam bathtub. Meski sebenarnya Louisa sudah sangat lelah dan mengantuk, tapi dirinya tidak bisa menolak ajakan Jack. Dia benar-benar sudah jatuh sejatuh-jatuhnya pada pria itu hingga Louisa selalu tidak kuasa untuk menolak semua yang Jack inginkan.


...****************...