Trip to Love (Jackson's Story)

Trip to Love (Jackson's Story)
Bab 44. Permintaan Louisa



3 bulan berlalu, kehamilan Louisa sudah terlihat membesar. Wanita itu sudah mulai beraktivitas seperti biasanya karena masa morning sickness-nya telah berakhir.


"Sayang." Louisa memeluk Jack dari belakang. Pria itu sedang duduk di sofa sembari mengecek pekerjaannya dari tablet.


"Jangan begitu, Honey. Nanti anak kita tergencet badanmu." Jack meletakkan tabletnya dan menengadah menatap Louisa yang justru tertawa.


Louisa berpindah tempat. Dia duduk di samping Jack, tubuh Louisa sudah terlihat lebih berisi. Jack senang dengan perubahan Louisa yang sekarang.


"Bolehkah aku pergi berbelanja? Aku ingin membeli baju."


"Kau tinggal memesan dari butik yang kemarin. Mereka akan mengirimkannya padamu."


"Aku ingin melihat bajunya secara langsung, Sayang. Boleh ya?" Louisa memasang wajah memelas, dia mengedipkan matanya hingga membuat Jack gemas dan mencubit pipinya.


"Baiklah, tapi ingat untuk selalu menyalakan ponselmu dan jangan lepas kalung yang kau pakai itu."


"Lihat, baterai ponselku masih penuh dan aku tidak pernah melepas kalungku," ujar Louisa menyodorkan ponselnya, lalu memegangi kalung yang Jack berikan sebulan yang lalu.


Jack tersenyum tipis. Sebenarnya dia masih memiliki kekhawatiran jika Louisa pergi tanpa dirinya. Dia khawatir orang-orang dimasa lalu Louisa yang dulu sempat berhubungan langsung dengan Louisa masih mengenali Louisa. Namun, Jack juga tak mau terus menerus melarang Louisa untuk keluar rumah.


"Aku berjanji akan menjaga diriku dan anak kita. Aku tahu kau mengkhawatirkanku."


Louisa mengusap pipi Jack dan mencium bibir Jack sekilas, tapi rasanya Jack tak puas, pria itu lalu menahan tengkuk Louisa dan ******* bibir Louisa dengan rakus.


Bibir mereka terlepas setelah Louisa memukul dada Jack. Dia mengambil oksigen sebanyak-banyaknya. Jack tertawa melihat wajah Louisa yang memerah.


"Hati-hati. Maaf aku tidak bisa menemanimu."


"Ya tidak masalah." Louisa masuk ke kamar untuk mengambil tasnya. Jack menghubungi Hugo agar menyiapkan pengawal untuk Louisa.


Louisa keluar lagi dari kamar. Dia mendekati Jack dan kembali mencium suaminya sekali lagi. Setelah itu, Louisa keluar. Saat berada di depan pintu, Hugo membawa seorang wanita yang mungkin usianya sepantaran dengan Louisa.


"Dia adalah Mona. Mona ini akan menemani anda berbelanja."


Louisa tersenyum dan mengulurkan tangannya pada Mona.


"Hai, senang berkenalan denganmu."


"Saya juga, Nona." Mona menyambut uluran tangan Louisa.


"Apa mobilku sudah disiapkan?" tanya Louisa menatap Hugo.


"Semuanya sudah siap, Nona."


"Jika begitu, ayo Mona. Kita harus segera pergi."


Louisa menarik tangan Mona. Ibu hamil yang satu ini sepertinya kelebihan tenaga. Tarikannya cukup kuat, hingga Mona yang belum siap sepenuhnya hampir terseret. Beruntung reflek Mona bagus.


Di dalam mobil sudah ada sopir. Louisa duduk di belakang sedangkan Mona duduk di depan. Tadinya Louisa memaksa Mona untuk duduk di belakang menemaninya. Akan tetapi Mona tak ingin menyalahi aturan. Dia hanyalah seorang pengawal. Akan sangat tidak sopan jika dia duduk di sebelah istri atasannya.


Selama dalam perjalanan, Louisa banyak bertanya pada Mona. Gadis itu menjawab sesekali sampai tubuhnya setengah menghadap ke belakang.


Setibanya di pusat perbelanjaan, Louisa lagi-lagi menarik tangan Mona. Dia tak mau Mona berjalan di belakangnya. Louisa ingin Mona ada di sampingnya. Karena selama ini Louisa tidak memiliki teman. Bahkan dulu saat masih bersekolah, Louisa selalu dibully oleh teman-temannya. Dan sekarang dengan adanya Mona dia merasa memiliki teman yang akan menemani nya kemanapun juga.


Louisa memasuki 1 per 1 toko yang menarik menurutnya. Dari toko pakaian dalam hingga Toko perlengkapan bayi. Louisa juga membelanjakan beberapa pakaian untuk Mona. Gadis itu sudah menolak berulangkali, tapi ancaman dari Louisa mampu membuat Mona akhirnya menerima semua pemberian Louisa.


Louisa tak menyadari jika tadi saat dia berjalan masuk ke pusat perbelanjaan itu, ada seorang pria yang menatap dirinya tajam. Pria itu memandangi Louisa dengan tatapan penuh minat. Dia tersenyum smirk.


"Akhirnya aku menemukanmu, My Baby Louisa."