Trip to Love (Jackson's Story)

Trip to Love (Jackson's Story)
Bab 14. Kenapa?



Louisa bingung saat dibawa oleh Jack ke tempat lain, setibanya di San Fransisco. Jack berjalan di depannya dengan gaya yang sangat santai. Sebenarnya dalam hati Louisa berharap Jack mau menggandeng tangannya, tapi saat dia kembali menilik penampilannya, Louisa merutuki keinginannya.


Saat ini Louisa dalam mode penyamaran menjadi seorang laki-laki. Jika sampai Jack menggandeng tangannya itu akan terlihat sangat menjijikkan. Meski di negara itu telah dibebaskan untuk pasangan sesama, tapi membayangkan Jack bermesraan dengan seorang pria membuat Louisa bergidik ngeri.


Sangking asyik dengan lamunannya Louisa sampai tak menyadari jika Jack menghentikan langkahnya. Alhasil Louisa membentur punggung Jack. Pria itu menoleh dan terkekeh melihat hidung Louisa yang memerah karena membentur dirinya.


"Perhatikan langkahmu, Loui. Apa yang sedang kau pikirkan?"


"Hah ...? Ti_tidak ada, Jack. Aku hanya sedang memperhatikan tempat ini. Ini kita mau kemana?"


"Tentu saja ke apartemenku, Loui. Aku sudah membeli apartemen sendiri. Di apartemen Mario sudah tidak aman lagi. Kita harus tetap waspada, bukan?"


"K_kau membeli apartemen?"


"Ya. Ayo kita masuk." Jack menarik tangan Louisa. Gadis itu memerah wajahnya. Dia menoleh ke kiri dan ke kanan untuk memastikan jika tidak ada yang melihat mereka.


Jack menatap Louisa keheranan. "Apa yang sedang kau cari, Loui?"


"Aku hanya sedang memastikan tidak ada yang sedang melihat kita, Jack. Ini sangat memalukan."


"Kau malu kenapa?" tanya Jack sembari melipat bibirnya ke dalam. Dia khawatir Louisa akan tersinggung jika dirinya tertawa.


"Apa kau tidak memperhatikan penampilanku, Jack. Sekarang aku adalah seorang laki-laki. Aku merasa jika kau menggandengku kita seperti pasangan g*y."


Mendengar penjelasan Louisa, spontan Jack langsung menyemburkan tawanya. Louisa benar-benar lucu. Alih-alih takut bertemu dengan anak buah Zeus, Louisa justru malah takut dikira pasangan g*y.


Louisa mencebik kesal karena Jack seperti sedang mengejek dirinya. "Kau menyebalkan sekali, Jack." Louisa mendudukkan dirinya di atas sofa yang masih terlihat baru. Jack langsung ke dapur dan mengecek apa yang tersedia di sana.


Jack membawa dua kaleng soda. Dia memberikan satu kaleng yang sudah dibukanya pada Louisa. Louisa menerimanya sambil tersenyum. Jack duduk di dekat Louisa dan langsung menenggak sodanya. Setelah itu Jack meletakkan kaleng sodanya di atas meja dan lalu menarik tubuh Louisa ke atas pangkuannya.


Louisa memekik saat tubuhnya terangkat dan berpindah ke atas pangkuan Jack. "Apa yang kau lakukan, Jack?"


Jack tak menjawab pertanyaan Louisa, dia justru mengeratkan pelukannya di pinggang Louisa dan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Louisa.


"Jangan pedulikan orang lain. Yang paling tahu tentangmu adalah dirimu sendiri. Kau tidak perlu merasa orang lain memiliki pengaruh padamu. Lagipula antara aku dan dirimu kita sama-sama tahu jika kau adalah perempuan tulen."


Louisa terdiam, dia tak bisa menyangkal ucapan Jack. Louisa tersenyum tipis dan mengusap punggung tangan Jack yang masih melingkar di perutnya.


"Di mana kamarku, Jack?"


"Kita satu kamar saja,"


"No, aku tidak mau."


"Kenapa? Kemarin kau mau tidur denganku. Kenapa sekarang kau tidak mau?" Jack menjauhkan badannya agar dia bisa melihat ekspresi Louisa yang sedang gugup


"I_itu karena kemarin kasur di mobil hanya ada satu."