
Malam harinya Zeus mendapat telepon dari Joel, ayah tiri Louisa. Pria itu mengatakan jika dia bertemu dengan Louisa. Hal itu membuat Zeus senang, karena dia merasa mendapatkan petunjuk.
Zeus lalu meminta anak buahnya untuk meretas CCTV yang ada di rumah sakit yang tadi sempat disebutkan oleh Joel. Zeus sangat tak sabar dan kabar itu telah sampai ke telinga Lucas putranya.
"Kenapa kau tidak memberitahuku jika mendapat informasi tentang Louisa?"
"Aku akan memberitahumu jika aku sudah memastikannya, Lucas. Aku tidak mau memberi harapan padamu."
"Setidaknya bicarakan ini denganku!" dengus Lucas kesal. Dia ikut mengamati kerja tim IT kelompok mafianya. Matanya terus menatap tajam ke arah monitor yang menampilkan banyak tangkapan gambar CCTV rumah sakit.
Lucas mengepalkan tangannya, sudah beberapa jam berlalu, tapi tidak ada satu pun anak buahnya yang melihat penampakan Louisa. Dia yakin ada yang membantu Louisa, tapi siapa? Dia bahkan sudah membaca seluruh latar belakang Louisa dan tidak ada satu pun yang memiliki potensi bisa membantunya.
"Apa kalian tidak becus bekerja?" sarkas Lucas. Anak buah Lucas yang sedang mengamati layar monitor seketika menegang. Ini bukan salah mereka. Mereka sudah berusaha sebisanya, tapi sepertinya ada yang sudah menyabotase CCTV rumah sakit.
"CCTV di beberapa lokasi rumah sakit sepertinya telah disabotase, Tuan. Ini tangkapan gambar kedatangan tuan Joel. Dia bilang tak lama setelahnya dia bertemu dengan nona Louisa. Namun, di sini sama sekali tidak terlihat ada nona Louisa. Bahkan sepertinya rekaman ini telah banyak dipotong."
"Aku tidak mau tahu, kalian harus bisa memulihkan rekaman itu hari ini juga."
Lucas yang kesal langsung menendang meja yang ada di dekatnya hingga terbalik. Zeus hanya menggelengkan kepalanya melihat emosi putranya yang sangat tak terkontrol. Dia sangat berharap semoga Louisa bisa segera ditemukan agar putranya bisa lebih tenang. Meski sebenarnya dia ingin membunuh gadis itu karena membawa kabur barangnya.
***
Sementara itu, di apartemen Jack. Louisa baru saja keluar dari kamar mandi. Dia sudah lebih baik sekarang dan karena lukanya sudah sembuh, maka tidak ada alasan untuk bermalas-malasan. Louisa langsung ke dapur karena sebentar lagi sudah waktunya makan siang.
Louisa membuka kulkas dan mengeluarkan daging, dia juga menemukan jamur dan beberapa sayuran pelengkap. Tanpa menunggu waktu lagi, Louisa mulai membumbui daging dengan garam dan lada hitam. Dia memotong sayur dengan sangat terampil dan men-toast sayuran itu hingga layu dan kecoklatan. Louisa berniat membuat steak yang simpel dan mudah.
Jack yang tidur tengkurap di sofa terbangun saat mencium harum masakan Louisa. Jack merenggangkan otot tubuhnya sesaat, lalu bangkit menghampiri Louisa.
"Kau sedang memasak apa?" tanya Jack. Namun, reaksi Louisa membuat Jack tertawa terbahak-bahak. Mata gadis itu melotot pada Jack sembari memegangi dadanya. Dia sepertinya terlalu serius memasak sampai kaget saat Jack menyapanya.
"Kau memasak sambil melamun?" tanya Jack dengan mata setengah memicing.
"Aku tidak melamun, aku hanya terlalu fokus memasak sampai tidak mendengar langkah kakimu, Jack. Kau membuatku hampir serangan jantung."
"Ada apa dengan wajahmu itu, Loui? Kenapa kau menjadi murung?"
Louisa menengadah dan tersenyum. Dia menggelengkan kepalanya. "Tidak apa-apa."
"Apa kau yakin?"
"Sangat yakin. Tunggu saja di sana, sebentar lagi ini matang."
"Aku sudah sangat lapar, Loui. Apa lenganmu sudah baik-baik saja?"
"Ya, ini jauh lebih baik, berkat dirimu. Terima kasih, Jack."
"Apa yang kau katakan. Tidak perlu berterimakasih."
"Baiklah, aku akan menarik kata-kataku lagi jika begitu."
Jack hanya tersenyum, dia pun memilih untuk menuruti gadis itu dan duduk di ruang makan yang langsung terhubung dengan dapur.
Louisa menyajikan 2 piring steak daging di meja beserta sayurannya. Jack menatap masakan Louisa penuh minat. Dia langsung memegang garpu dan pisaunya.
"Semoga rasanya tak mengecewakan," kata Jack. Louisa langsung mengerucutkan bibirnya.
"Kau sangat menyebalkan, Jack."
"Aku hanya mengodamu, Loui. Kau mudah sekali meledak-ledak."
"Jack, bagaimana jika ayah tiriku melaporkan kejadian tadi pada Zeus?" tanya Louisa sembari memasang wajah serius.
...****************...