
Sudah seminggu lamanya Jack mencoba mencari celah untuk bisa melakukan penyerangan pada Zeus. Sebastian dan Hugo kaki tangan Jack sudah memberikan banyak informasi yang sangat rahasia mengenai hubungan Zeus dan juga Lucas.
Saat ini beberapa orang yang merupakan musuh Zeus mulai merapat pada Jack. Pria berusia 24 tahun itu telah menawarkan kerjasama yang sangat menguntungkan bagi para sekutunya. Meski harus merogoh banyak uang, Jack tak terlalu peduli. Yang terpenting bagi Jack, Louisa bisa terlepas dari orang-orang yang telah membuatnya sampai trauma berat.
"Ayo kita keluar, Aku ingin jalan-jalan."
"Ta_tapi, Jack. Bagaimana jika nanti kita bertemu dengan ayah tiriku?
"Kau tidak usah takut. Aku berjanji akan melindungimu. Aku juga membawa pengawal untuk berjaga.
"Kenapa kau melakukan ini semua, Jack."
"Karena aku ingin kau menyembuhkan traumamu. Kau tidak mungkin akan selamanya berada di dalam apartemen 'kan?"
"Ta_tapi .... "
"Believe me."
Louisa pun dengan berat hati menuruti keinginan Jack. Semoga saja saat berada di luar nanti dia tak bertemu dengan siapapun yang pernah mengenalnya.
Jack mengendarai mobilnya menuju ke pantai. Namun, di tengah jalan dia merasa diikuti. Dia segera menghubungi Sebastian dan Hugo yang memang memantaunya dalam jarak aman.
"Kalian lihat 3 mobil hitam yang ada dibelakangku?" tanya Jack begitu panggilannya terhubung.
"Ya, Tuan. Apa ada perintah?"
"Ku rasa mereka sengaja mengikutiku. Pantau terus. Jika sampai mereka bertindak jauh, baru kalian serang seperti biasa."
Jack mengusap kepala Louisa. Dia tersenyum lembut pada gadis itu. "Tidak perlu cemas. Nikmati saja perjalanan liburan kita kali ini," kata Jack.
Louisa hanya diam, tak tahu lagi harus berkata apa. Menikmati? Bagaimana bisa dia menikmati perjalanan sementara jelas-jelas mobil mereka diikuti orang dan dalam bayangan Louisa, pasti isi tiga mobil itu lebih dari 6 orang.
Louisa memekik saat dua mobil berhasil menyalip mobil mereka dan menghadang jalan. Wajah gadis itu semakin pucat. Jack langsung menginjak dalam rem mobilnya hingga dirinya dan Louisa tersentak ke depan. Beruntung mereka berdua memasang sabuk pengaman.
"J_jack bagaimana ini?"
"Tetap di sini. Aku akan mengurus mereka." Louisa menatap kedepan dengan pandangan ngeri, Orang-orang itu tak menghadang dengan tangan kosong melainkan mereka semuanya membawa senjata.
"Jack jangan keluar aku mohon. Aku tak mau sesuatu yang buruk terjadi padamu. Tanyakan saja apa mau mereka. Jika tujuan mereka adalah aku, Maka aku akan turun dan menyerahkan diri."
Melihat Louisa yang ketakutan, Jack akhirnya tak tahan lagi, dia menarik tengkuk Louisa dan melu*mat bibir gadis itu. Louisa terbelalak, Ketakutan yang semula menguasai dirinya perlahan memudar dan berganti dengan perasaan tegang. Ciuman mereka terlepas saat salah seorang dari mereka memukul kap mobil Jack dengan keras.
Mata Jack berkilat marah. Dia akan membuat perhitungan pada mereka, lihat saja. Jack membuka laci dasbor mobilnya dan mengambil dua senjata api. Jack lalu menyimpan dua senjata itu dibalik kaosnya.
"Setelah aku keluar, kunci mobilnya dari dalam. Jangan dibuka apapun yang terjadi."
"Ta_tapi, Jack .... " Louisa sudah menangis. Dia takut membayangkan sesuatu yang buruk menimpa penyelamatnya.
"Jangan menangis." Jack mengusap pipi Louisa sebelum akhirnya dia keluar dari dalam mobil dan meminta Louisa segera mengunci mobilnya.
...****************...