Trip to Love (Jackson's Story)

Trip to Love (Jackson's Story)
Bab 42. Smooties



Louisa masih membawa kekesalannya sampai di rumah. Sejak di perjalanan Louisa terus saja bungkam. Dia enggan menatap suaminya. Jack sama sekali tidak marah, dia tahu mood istrinya tidak sedang dalam kondisi baik, jadi Jack memilih tetap bersikap tenang.


"Mau smooties?" tawar Jack. Louisa menoleh dan menatap Jack dengan wajah cemberut.


"Tidak mau. Aku masih kesel sama kamu."


"Maafkan aku, lain kali aku tidak akan bersikap seperti itu lagi. Lagi pula ini bukan salahku sepenuhnya. Dia yang mendatangiku lebih dulu."


"Tapi kamu tidak protes atau memarahinya. Kalian justru malah bernostalgia dengan kenangan lama," ucap Louisa sembari menunduk. Sesekali tangannya tampak menyeka wajah. Jack mengangkat dagu Louisa dan terkejut melihat air mata Louisa telah berderai.


"I'm sorry." Jack mengusap air mata Louisa dengan ibu jarinya. "Jangan marah. Ok!"


Louisa mengangguk. Jack tersenyum dan mengecup bibir Louisa dengan lembut. Louisa menarik baju Jack hingga tubuh Jack akhirnya menempel begitu dekat. Louisa menyentuh wajah Jack dan kemudian bibir mereka kembali saling bertaut.


"I love you. Aku tidak mau kehilanganmu, Jack. Aku bisa gila jika ada wanita lain yang merebutmu dariku," lirih Louisa. Mereka kembali berciuman panas. Louisa tampak menggebu. Tangannya melepas kaos yang dipakai oleh Jack. Louisa menyentuh tiap jengkal tubuh suaminya. Tangannya bergerak turun mengusap pusaka milik Jack dan lalu Louisa menarik turun resletingnya.


"Kau menginginkanku?" tanya Jack. Louisa mengangguk dengan wajahnya yang memerah. Jack langsung menggendong Louisa seperti koala dan membawanya ke kamar. Mereka akhirnya melakukan aktivitas panasnya hanya gara-gara kecemburuan Louisa.


***


Beberapa hari kemudian, Louisa tampak terbaring lemah di atas ranjangnya. Dokter sudah memasang infus karena Louisa mengalami dehidrasi. Sudah berhari-hari dia terus memuntahkan semua makanan yang dia makan. Bahkan hanya untuk sekedar meminum air, Louisa juga langsung muntah. Jack sangat cemas dengan kondisi Louisa saat ini.


Jack akhirnya menghubungi mommynya untuk meminta bantuan. Dia tak tega melihat istrinya terbaring lemah seperti itu.


"Jadi mommy akan ke sini?"


("Ya, Jack. Mommy akan ke sana.")


Setelah mengakhiri panggilannya, Jack mendekat ke ranjangnya. Louisa bergerak gelisah dan membuka mata.


"Ada apa, Sayang? Apa kau menginginkan sesuatu?" tanya Jack. Louisa mengangguk.


"Apa? Katakan saja, aku akan menuruti semua keinginanmu."


"Jack aku ingin smooties buatanmu."


"Baiklah, aku akan buatkan untukmu."


"Tapi aku ingin banyak es di dalam smootiesnya."


"Ok, tunggu sebentar."


Jack tak menyia-nyiakan kesempatan baik ini. Dia berharap setelah ini, n*psu makan Louisa kembali membaik. Jack ke dapur dan membuat banana smooties dengan campuran raspberry. Tak lupa juga dia memasukkan susu dan es yang banyak sesuai permintaan istrinya.


Jack segera membawa gelas smooties buatannya ke kamar. Di kamar, Louisa sedang menonton TV. Dia menoleh saat melihat Jack membawakan pesanannya. Louisa terlihat tak sabar dan langsung meminum smootiesnya dengan cepat.


"Ini enak." Louisa terlihat puas setelah menghabiskan segelas smooties buatan Jack. Jack tersenyum sambil menyeka sudut bibir Louisa yang sedikit pucat.


"Apa kau menginginkan sesuatu yang lain?" tanya Jack, Louisa menggeleng. Namun, tak lama berselang. Louisa tampak akan muntah. Jack mengambil baskom kecil yang memang disediakan jika Louisa mual-mual.


Smooties yang baru sebentar melewati tenggorokan Louisa kembali harus keluar. Jack mendesah berat. Rasanya dia ingin menggantikan posisi Louisa saat ini. Dia tak tega melihat Louisa lemah tak berdaya seperti ini.


...****************...