Trip to Love (Jackson's Story)

Trip to Love (Jackson's Story)
Bab 46. Kekhawatiran Peter



Setelah Lucas berhasil dibawa pergi okeh bawahan Jack. Pria itu kini menemani Louisa berbelanja. Mona langsung menghilang setelah menyerahkan satu cup besar Gelato pesanan Louisa.


Louisa tak masalah dengan itu, asal ada Jack di sampingnya, itu sudah lebih dari cukup. Meski dia memang ingin memiliki seorang teman, tapi bagi Louisa, Jack adalah teman yang paling dia inginkan, untuk menghabiskan sisa umurnya.


Louisa bergelayut manja di lengan suaminya. Bisa dibilang sekarang ini puncak rasa cintanya pada sang suami. Terlebih baru saja dia hampir ditangkap Lucas dan Jack datang seperti pahlawan untuknya. Tentu saja itu adalah nilai lebih bagi Louisa.


"Sayang, aku lapar," ucap Louisa. Sekarang meraka sedang duduk di area dekat restoran. Mereka berdua duduk di sebuah kursi panjang. Louisa baru saja menghabiskan satu cup besar gelatonya. Akan tetapi sekarang dia mengeluh lapar sembari mengelus perutnya. Jack hanya tertawa. Dia mencubit pipi Louisa yang mulai terlihat chubby.


"Mau makan apa?"


"Burrito isi daging sapi sepertinya enak," kata Louisa. Jack mengangguk dan mencari resto di sekitar yang menjual Burrito dari aplikasi ponselnya. Dia lantas mengirim pesan pada bawahannya untuk membelikan Burrito untuk sang istri.


"Apa ada yang lain yang kau inginkan?" tanya Jack. Louisa menggeleng. Tak berapa lama anak buah Jack datang membawa 2 paperbag berisi Burrito. Setelah Jack menerimanya, Louisa tak sabar dan langsung merebut paperbag itu.


Louisa mengambil satu gulungan Burrito dan menyerahkannya pada Jack.


"Temani aku makan."


Jack menerimanya dan lalu mengusap puncak kepala Louisa. Pasangan suami istri itu menikmati Burrito sembari menatap orang-orang yang berlalu lalang.


***


Sementara itu di parkiran, Peter, sang kaki tangan Lucas tampak cemas menunggu kedatangan bosnya. Ini sudah lebih dari jam yang dijanjikan oleh atasannya itu. Namun, saat dia menghubungi nomor Lucas. Nomor pria itu sudah tidak aktif.


"Bagaimana sekarang, Pele?"


"Aku juga tidak tahu, Pet."


"Begitu lebih baik," jawab Pele, supir Lucas. Peter pun akhirnya memutuskan untuk mencari keberadaan atasannya. Dia pikir mungkin Lucas kesulitan membawa Louisa. Secara wanita itu tengah hamil besar.


Peter sudah mengelilingi lantai dasar hingga ke lantai 3. Akan tetapi tidak ada jejak yang ditinggalkan oleh atasannya itu. Peter mulai khawatir. Dia berharap atasannya saat ini baik-baik saja.


Pria itu akhirnya memutuskan untuk kembali ke markas. Siapa tahu, Lucas sudah berada di sana. Pele menatap heran ke arah Peter.


"Mana, Tuan Lucas?"


"Dia tidak ada. Di mana pun. Aku sudah mencarinya. Apa mungkin menurutmu, dia langsung membawa pulang Louisa karena takut ketahuan?"


"Itu bisa jadi. Lalu bagaimana sekarang?" tanya Pele.


"Kita kembali ke markas saja."


"Baiklah, semoga saja tuan Lucas berhasil membawa Louisa. Aku tahu betapa dia sangat tergila-gila pada gadis itu."


"Sekarang dia bukan gadis lagi. Perutnya seperti wanita yang sedang mengandung. Aku yakin, Louisa sudah menikah."


"Lalu reaksi tuan apa?" Pele terlihat penasaran sekali.


"Entah, yang jelas aku melihat tatapan tuan tadi tampak lain." Peter bisa merasakan perubahan Lucas tadi saat melihat Louisa.


Pele mulai menjalankan mobil. Mereka berharap Lucas benar-benar sudah kembali ke markas. Meski mereka tak tahu apa yang terjadi pada bosnya. Mereka masih berharap semoga atasannya itu baik-baik saja.


...****************...