
Reza memandang Wanda nyaris sepuluh menit, wanita itu tertidur di Sofa dengan posisi terduduk. Sebenarnya ia ingin membangunkan Wanda karena sudah hampir jam tiga sore, Namun Reza tidak tega Wanda terlihat tidur dengan sangat lelap.
Pada Akhirnya Reza mendekatinya lalu mengangkat tubuh mungil Istrinya dengan hati-hati supaya Wanda tidak terbangun.
Setelah Reza merebahkan tubuh Wanda ke Kasur, lelaki itu keluar dari kamar beranjak ke ruang tamu untuk menonton pertandingan sepak bola.
"Apa Wanda kelelahan.. Karena merawat ku"
Reza berguman namun pandangannya tertuju ke pertandingan sepak bola.
Sesaat kemudian Reza mulai merasa lapar, perutnya terus meminta untuk di isi. pria itu yakin bahwa Wanda pasti jiga belum makan.
Ia mematikan Tv, lalu berjalan menuju ke arah dapur untuk membuat makanan.
Sedangkan di dalam kamar Wanda mengeliat perlahan membuka mata..
"Hoam.."
"Dimana.. Reza..?"
Wanda melihat kesegala penjuru kamar namun kosong..
Wanda bangkit menuju Wastafel mencuci mukanya agar kembali merasa segar.
"Sepertinya aku semakin gendut saja.. Aku harus diet, nanti kalau aku mengejar pencuri bagaimana"
Ucapnya menilai bentuk tubuhnya sendiri melalui cermin.
___
Wanda keluar mencari keberadaan suaminya, sebuah suara membuat Wanda berjalan ke arah dapur dengan cepat.
Di sana Reza sedang memasak berbagai makanan, Wanda hanya berdiri saja di pintu masuk memperhatikan wajah serius dari Reza wanita itu tersenyum dengan sendirinya.
"Suami idaman.. Tampan sekali"
Guman Wanda dalam hati. Ia tidak pernah bosan melihat wajah Reza.
Wanda yang penasaran dengan masakan Reza mulai melanjutkan langkah kakinya dengan pelan agar Reza merasa tidak terganggu.
"Enak... Sekali"
Ucap Wanda spontan saat melihat berbagai hidangan di atas meja.
Reza yang baru sadar atas kehadiran Wanda menatap Wanita itu dengan cemberut.
"Kau baru bangun.."
Tanya Reza melanjutkan masakannya.
"Yes.. You Know"
Wanda menjawab dengan bahasa inggris asal-asalan.. Reza terkekeh mendengar ucapan konyol dari Istrinya.
"duduklah.. Sekarang gantian, biarkan aku membalas karena merawat ku tadi"
Reza meminta Wanda duduk, Wanita itu hanya menaikkan bahunya lalu menarik kursi dan duduk.
Perut Wanda meronta meminta makan, namun dia menghargai Suaminya, Wanda yakin Reza pasti belum makan.. Ia menopang dagu hanya bisa melihat makanan yang mengiurkan itu diatas meja menunggu Reza selesai.
"Makanlah.."
Ucap Reza tiba-tiba mendekat meletakkan masakan terakhir yang dia buat.
"Umm.. Makasih, Reza"
Wanda berucap menatap Reza dengan senang.
"Sudah, Kau makan yang banyak.. Lihat tubuh mu semakin kurus saja"
Reza berkata mendudukkan pantatnya ke kursi berhadapan dengan Wanda..
"Kurus..?, Jangan menghinaku, kau pikir aku kurus,.. Kau salah besar Reza."
Tukas Wanda tiba-tiba tidak mood untuk makan, Kenapa pria ini harus berkata seperti itu.
Wanda berdiri hendak meninggalkan dapur. Ia hanya mengambil air mineral untuk mengisi perutnya.
"Mau kemana..?"
Tanya Reza.
"Ke kamar"
Jawab Wanda tidak bersemangat.
"Makanlah.."
Perintah Reza.
Jawab Wanda menatap Reza.
"Wanda, Makan!!, aku sudah sangat lelah memasak untuk mu.. Jangan membuat ku marah lagi" perinta Reza melotot.
Wanda tidak menggubris perintah itu, Ia membalikan tubuhnya lalu berjalan tanpa mau menoleh ke arah Reza, Kenapa pria itu harus mengatakan dirinya sangat kurus.. Padahal Wanda merasakan yang sebaliknya..
"Kubilang duduk lalu makan.. Ini perintah Wanda.. Apa kau mau melawan suamimu sendiri"
Reza mengancam. Wanda terpaksa berbalik lagi
dan mengiyakan perintah suaminya tersebut.
"Dasar pemaksa.. Huh.. Suatu saat aku akan membalas perlakuannya itu"
Gerutu Wanda dalam hati, ia tidak mau menyentuh makanan sama sekali, namun Reza malah mengambilkan nasi dan berbagai lauk pauk ke Piringnya.
"Tidak. Perlu aku bisa sendiri"
Ujarnya ketus.
Reza hanya menatap Istrinya tajam.. dan tetap melanjutkannya.
"Reza aku bisa sendiri.."
Teriak Wanda dengan keras sangat mengusik telinga Reza.
"Diam.!! Kau cerewet sekali"
Bentak Reza, Wanda seketika terdiam hanya sesaat saja.
"Kau sangat menyebalkan Reza.. Nanti aku beritahu kepada Mama.. bahwa kau membentakku setiap saat"
Tukas Wanda menyinggungkan senyum miring.
"Katakan saja.. Aku tidak takut, kau mau orang lain tau masalah di antara kita.. Hah"
Balas Reza.
"Stop.. Berhentilah berbicara nanti makannya kabur"
Lanjut Reza sebelum Wanda mengucapkan sebuah perkataan lagi.. Tidak ada habisnya jika mereka saling berbicara seperti ini terus.
***
Setelah makan bersama, Wanda kembali ke dalam kamar, Wanita itu duduk di atas kasur dengan wajah penuh kelelahan..
"Sepertinya.. Ada sesuatu yang aku lupa..!"
Wanda berbicara sendirian.
"Tapi.. Apa..?"
Lanjutnya mencoba mengingat yang dia lupakan.
Wanda mengaruk kepalanya tidak gatal, ia menatap ke arah pintu dengan Kosong..
"Ya.. Ampun, Hari ini ulang tahunku"
Ucap Wanda histeris.. Kenapa dia bisa melupakan ulang tahun nya sendiri.
Ia mengambil ponselnya di atas meja.. Melihat semua pesan masuk..
"Wanda selamat ulang tahun.. Semoga semakin Cantik "Wanda membaca pesan Komandannya. Rifan.
"My Best friend.. Happy Birthday"
Pesan dari..Fitri sahabatnya..
Dan masih banyak lagi.. Wanda hanya tersenyum lalu membalas semua pesan itu. Jika saja Reza tidak sakit pasti ia akan keluar lalu ke Cafe untuk merayakan ulang tahunnya bersama para teman anggota kepolisian.
"Reza tidak mungkin tau.. Hari penting ini"
Wanda berkata dalam hati..
"sudah lah.. Setidaknya dia memasak untuk ku.. Anggap saja itu ucapan darinya"
Kata Wanda dengan suara agak besar.. Ia tidak menyadari bahwa Reza ternyata mendengarnya dari luar pintu..
.
.
.
.
Tbc..!!!