The Wife Police

The Wife Police
"Dia Berbohong"



Suara ketukan pintu yang berasal dari luar membuat Reza lantas berdiri dari sofa, penampilannya masih tampak kacau, ia hari ini tidak masuk bekerja kepalanya terasa sakit memikirkan istrinya yang sampai sekarang tidak pulang maupun menghubungi dirinya.


Ceklek ....


Pintu rumah itu seketika terbuka, Reza dengan malas mengeluarkan tubuhnya dari balik pintu, alisnya tiba-tiba berkerut saat melihat tamu yang datang kerumahnya.


"Kau siapa?" tanya Reza menatap orang itu dari atas hingga kebawa memperhatikan seluruh penampilannya.


Orang tersebut tersenyum ramah lalu berkata.


"Apa kau Reza suami dari Wanda?" tanyanya.


"Iya, memang kenapa?, kau siapa kenapa bisa mengenal istriku?"


"Oh iya, perkenalan saya Fitri rekan kerja Wanda, apa aku boleh bertemu dengannya, aku heran kenapa hari ini ia tidak masuk bertugas." ujar Fitri, seketika kening pria itu berkerut.


"Wanda tidak ada di sini." sahut Reza.


"Apa maksudmu tidak ada di sini, aku tidak salah alamat kan ini. benar-benar rumah polisi cantik Wanda!" ujar Fitri dengan raut wajah kaget.


"Tidak salah, ini memang rumahku dan Wanda, kenapa kau mencarinya."


"Hum, hei Tuan Reza, asal Anda tau, Wanda itu baru menyelesaikan hukumannya kemarin dan hari ini ia malah tidak masuk bekerja." ujarnya menengok dari pintu seolah mencari keberadaan Wanda di dalam.


"Sudah kukatakan Wanda tidak pulang kenapa kau tidak percaya, kemarin dia hanya meneleponku dan pamit berkata dia punya urusan di luar kota secara tiba-tiba." ujar Reza menatap Fitri tidak kalah bingung, bukannya istrinya itu kemarin berpamitan keluar kota karena ada tugas mendadak di sana, lalu kenapa Fitri rekan kerja dari istrinya tidak tau akan hal ini.


"Kau memang tidak tau, Wanda dari kemarin tidak pulang, ia berpamitan untuk pergi keluar kota karena ada tugas mendadak." kata Reza.


"Tugas mendadak?, perasaan tidak ada panggilan ataupun pemberitahuan dari komandan, apa aku yang tidak menyadarinya ...." gumannya.


"Kau memang tidak tau?" ujar Reza bertanya lagi


"Iya, aku tidak tau." sahut Fitri menggeleng.


"Rasanya kemarin dia pamit pulang setelah jam kerja habis, lalu dia pergi kemana kenapa tidak pulang kerumahnya." guman Fitri pelan namun Reza bisa mendengarnya.


"Apa maksudmu!" bentak Reza menatap tajam wanita di hadapannya tersebut.


Fitri seketika mengambil ponsel dan menghubungi Andre karena setaunya kemarin terakhir kali Wanda bersama dengan pria itu di kantor.


Reza yang merasa ada yang janggal sejenak terdiam dan berpikir apa istrinya itu berbohong atau jangan-jangan Wanda pergi bersama pria yang pernah menjemputnya itu.


"Wanda ada dimana sekarang? Hah!" tanya Reza kepada Fitri.


"Mana aku tau, bukannya kau suaminya, aku datang kemari untuk mencarinya siapa tau ia sakit atau ada urusan di rumahnya, tapi ternyata dia tidak ada di sini." ujarnya.


"Tuan Anda mau kemana?" tanya Fitri.


"Mencari istriku, kau sebaiknya pulang kerumahmu saja." jawabnya melewati Fitri begitu saja.


Raut Wajah Reza terlihat tidak bersahabat, ia benar-benar di buat murka setelah mendengar semua penuturan dari Fitri, jika saja wanita itu tidak datang kemari pasti ia tidak akan pernah tau jika Wanda berani membohonginya.


_______


Andre melajukan mobilnya dengan kecepatan yang cukup kencang, di sampingnya Wanda masih tertidur nyenyak dengan dengan posisi duduk kepalanya ia sandarkan ke samping dengan menggunakan sebuah bantal.


"Nyenyak sekali, oh iya kami dari tadi belum makan."


"Wanda ... Wanda, bangun apa kau tidak merasa lapar, ayo kita singgah di salah satu restoran terlebih dahulu." ucapnya, Andre sesekali mengguncang bahu Wanda mencoba membangunkan wanita itu.


Berkali-kali Andre melakukan hal yang sama namun Wanda hanya merespon dengan dengusan lalu terlelap kembali.


"Baiklah, kau tidur saja." ucapnya kesal.


Andre kembali melajukan mobilnya dengan menambah kecepatan, hari sudah menjelang sore dan mungkin sebaiknya mereka melanjutkan perjalanan pulang kembali kerumah.


Butuh waktu hampir satu jam, kini mobil Andre sudah sampai di depan halaman rumah Wanda, kembali Andre membangunkan Wanda walau agak kesusahan Andre akhirnya berhasil membangunkan putri tidur itu dengan memercikan air kewajahnya.


"Apa sudah sampai?" Wanda berkata dengan nada suara agak serak.


"Iya, turunlah dan masalah mobilmu yang ada di kantor aku akan menyuruh orang untuk membawanya kerumahmu, kau masuklah."


"Terima kasih, apa kau tidak mau mampir sebentar untuk sekadar mengisi perut, lagi pula aku punya banyak stok mie instan, apa kau mau?" ujar Wanda melepas tali pengaman.


Andre menggeleng ia tau betul jika dirinya tidak seharusnya begitu dekat dengan wanita yang sudah bersuami atau hal itu akan timbul sebuah masalah atau salah paham.


"Baiklah, kalau begitu terimakasih Andre." pamit Wanda membuka pintu mobil dan segera turun dari sana.


"Sampai jumpa." ucap Andre membalas ucapan Wanda, wanita itu sejenak tersenyum ke arah Andre sebelum masuk kedalaman pekarangan rumahnya.


.


.


.


.