
Ani dan Bayu, kedua orangtua Reza baru saja sampai di rumah sakit, keduanya masuk dan memastikan keadaan menantu mereka.
Ani membuka pintu ruangan tempat dimana Wanda di rawat.
"Wanda sayang, bagaimana keadaanmu." panggil Ani begitu masuk kedalam ia langsung menghampiri Wanda memastikan keadaan menantu satu-satunya.
"Mama, aku baik-baik saja, cuma ada sedikit luka lecet." jawab Wanda tersenyum kepada ibu mertuanya.
"Nak, kenapa kau bisa sampai kecelakaan begini, apa yang sebenarnya terjadi."
Wanda tersenyum, ia mengingat saat itu dirinya dan Andre hendak pergi bertugas di luar daerah tiba-tiba ada mobil besar yang menghantam mobil yang ia tumpangi bersama Andre dari belakang dan saat ia tersadar ia sudah berada di rumah sakit.
"Tidak apa-apa mah, ini cuma kecelakaan biasa." jawab Wanda dengan entengnya, membuat Reza yang mendengarnya tidak suka.
"Kau tutup mulutmu! Kau ini hampir mati! lalu kau bilang ini cuma kecelakaan, apa kau tidak mencintai nyawamu sendiri!" bentak Reza, Ani yang mendengar putranya lantas memukul putra itu.
"Hei anak nakal, kau jangan berani membentak menantu mama, minta maaf sekarang." perintah Ani.
"Aku tidak mau Mah." tolak Reza melirik istrinya.
"Ayo cepat minta maaf atau mama akan membawa Wanda tinggal bersama mama dan kau tinggal sendirian di rumahmu itu." ancam Ani.
Reza menatap ibunya dengan tertegun, bagaimana bisa ibunya sendiri ingin memisahkan dirinya dengan istrinya. Reza menatap ibunya dengan terpaksa ia meminta maaf kepada Wanda.
"Aku minta maaf." ucapnya tidak terdengar tulus. Bayu menghela napas ia tau jika putra itu sangat menyayangi istrinya namun tidak bisa ia tunjukkan.
"Hum." Wanda menyahutinya dengan anggukan pelan.
Pintu terbuka lagi, terlihat Komandannya dan Fitri masuk kedalaman ruangannya juga, dengan khawatir kedua orang itu menghampiri Wanda dan menayakan keadaannya.
Tampak Wanda bersenda gurau dengan keduanya, Rifan yang banyak bicara menghilangkan kebosanan di sana, Reza hanya bisa melihat semuanya dengan tangan terkepal menahan rasa cemburunya.
----
Tiga hari kemudian, Wanda di perbolehkan pulang, Reza dengan sigap membantu istrinya saat ini Wanda hanya bisa menggunakan kursi roda karena kakinya masih sakit.
Sedangkan untuk kondisi Andre, pria itu hanya mendapat luka kecil di bagian wajahnya dan hari itu juga Andre pulang kerumahnya dengan berat hati karena tidak sempat mempir untuk menemui sahabat karena ada urusan mendesak. Sehingga Andre hanya bisa mengabari dan meminta maaf melalui video call kepada Wanda.
Kini Reza mengajak istrinya ke taman belakang rumah, hari ini ia akan meluruskan kesalahpahaman selama ini di antara mereka.
"Kanapa kau mengajakku kesini bukan ke kamar, aku mau istirahat untuk pemulihanku Reza." ujar Wanda.
"Diamlah dulu sayang." ucap pria itu, berlutut hingga ia bisa sejajar dengan istrinya.
Reza menggenggam tangan Wanda, satu tangannya meraih sesuatu di dalam saku celananya. Wanda hanya diam memperhatikan Reza.
"Wanda, sebenarnya sudah lama aku ingin memberikan ini kepadamu tapi entah kenapa setiap aku mau memberikan ini kepadamu selalu ada gangguan." ucap Reza sembari mengambil sebuah kalung bertahtakan berlian itu dan memasangkan kepada Wanda.
"Apa ini?" tanya wanita itu menatap kalung di lehernya.
"Ini hadiah untukmu dan bukti jika aku sangat mencintaimu-"
"Tapi Reza-"
"Usstt, jangan bicara dulu." cegah Reza.
"Apa maksudmu, jangan bertele-tele." ujar Wanda merasa pusing akan penuturan dari suaminya. Ia tidak mengerti apa yang Reza katakan kepadanya.
"Wanda ayo kita memulai semuanya dari awal dan maafkan aku." ujar Reza dengan keseriusannya.
Wanda di buat melongo, ucapan dan perkataan dari suaminya itu terdengar sangat serius. Ia tidak tau harus menjawab apa.
"Kenapa diam?" tanya Reza, ia menakup wajah istrinya itu lalu menyatukan keningnya satu sama lain.
"Kau maukan memulai semuanya dari awal, aku menerimamu dan mencintaimu apa adanya, aku tidak akan menuntutmu apapun asal kau tidak pernah berpikir untuk meninggalku Wanda, aku hanya ingin kau satu-satunya wanita di dalam hidupku hingga hari tua." ujar Reza, tanpa sadar pria itu memeluk Wanda seakan takut jika wanita itu pergi dari hidupnya.
"Iya aku mau, tapi satu hal yang perlu kau ingat, kita harus bisa menerima kekurangan satu sama lain dan tidak saling menyalahkan." ucap Wanda dengan senyuman manis di wajahnya.
Wanda mengelus punggung Reza lalu menganggukkan kepala, ia juga tidak bisa berbuat banyak karena mereka sudah di takdir untuk menjadi pasangan suami istri, Wanda akan memulai semua dari awal bersama dengan Reza membangun rumah tangga yang harmonis dengan di temani oleh anak-anak mereka hingga maut memisahkan mereka kelak.
"Terima kasih." ucap Reza bahagia, walau sekarang mereka belum di karuniai anak tapi tidak menutup kemungkinan di masa depan mereka akan memiliki anak jika Tuhan berkehendak, Reza hanya bisa berharap dan berdoa.
Wanda juga bahagia karena ternyata pernikahan yang ia impikan sejak kecil sudah tercapai, hidup bersama dengan orang yang ia cintai saat ini dan Wanda bisa mempercayai suaminya itu karena selama ini Reza bukan orang yang pandai untuk berbohong.
Semua harapan demi harapan Wanda tercapai dengan cara yang unik dan ia menikmatinya, untuk sementara ia berhenti bekerja dan mengambil cuti sangat panjang, banyak yang ingin Wanda lakukan berdua bersama dengan suaminya.
Dan untuk masalah Dokter Deni, terakhir kali bertemu dengan mantan kekasihnya itu Wanda menjelaskan semuanya dan mengatakan jika ia menikah dengan. pria pilihan ibunya dan hal itulah yang membuat Wanda memutuskan hubungan mereka.
.
.
.
.
.
Selesai. 😁
Udah End yah Sayang. 🤗 terima kasih banyak telah membaca Novel Chan 😉 Love You .
Bonus Pic
Reza. 😜
Wanda.
Putri .
🤗🤗 Salam manis dari Onthor kece. 😉