The Wife Police

The Wife Police
"Menjadi Istri Yang Baik"



Di akhir pekan, Wanda mengambil kursus memasak seorang wanita paruh baya seumuran dengan ibu mertua datang ke rumah untuk mengajarkan Segala masakan sehari-sehari.


Beberapa jam Wanda berjibaku dengan bahan masakan dan perabotan di sana, sudah beberapa kali ia melakukan kesalahan mulai dengan irisan bawang yang terlalu tebal, memeras santan sangat encer, namun dengan sabar Wanita paruh baya itu mengajarinya..


Beberapa saat kemudian.. Wanda berhasil dengan Sup sayurannya..


"Nah... Sekarang kau sudah bisa membuat sup sayur dengan benar"


Wanda mendapat pujian dari sang guru yang bernama Iisada.


Wanda mengembangkan senyum, ternyata dia sangat cepat belajar. Lalu Wanda mencicipi sop nya terlebih dahulu..


"Umm sangat enak"


"Tentu saja.. Kan kamu membuatnya dengan semangat."


Ucap Lisada juga ikut mencobanya. Ia memberikan dua jempolnya


"Makasih bu.. Ini semua karena bantuan darimu, Anda sangat berjasa kepada ku, oh iya ini kartu namaku di sana ada nomor telepon ku, kau bisa menghubungiku kapan saja"


Lisada menepuk bahunya, menganggukkan kepala, lalu setelah semua masakan sudah selesai Wanda mengantar wanita itu hingga depan pintu..


"Terima kasih banyak.."


Ucap Wanda melambai.. Wanita itu juga membalas lambaian tersebut hingga sebuah taxi memisahkan mereka berdua.


***


Wanda masuk kedalam, sambil bersenandung kecil, perlahan ia menata semua masakannya tadi di atas meja..


Wanda tersenyum sendiri, ia sangat antusias.. Pasti jika Reza melihat masakan buatannya, suaminya itu tidak akan menghinanya lagi.


Wanita itu melangkah menuju kamar utama yang ditempatinya dengan Reza setiap malam, dengan berlari Wanda sampai di sana secepat kilat...melihat bahwa Reza masih tertidur, Wanda mendekati Suaminya lalu menatapnya dengan penuh perasaan yang dalam.


"Tampan.. Tapi sayang, mulutnya sangat beracun, untunglah aku sudah kebal dengan racunnya itu"


Guman Wanda tidak memindahkan pandangan, beberapa saat Wanda memberanikan diri untuk mengusap wajah Suaminya itu.


"Mau apa kau.. Dasar wanita liar"


Kesal Reza membuka mata, melihat Wanda hendak menyentuh wajahnya..


Wanda terkejut, ia langsung menjauhkan diri mundur beberapa langkah..


"Aku tidak sengaja.. Maaf, lain kali aku tidak akan melakukannya lagi"


"Huh.. Sudah, kau ini memang suka mengambil kesempatan dalan kesempitan, sedikit lagi pasti tubuhku ini tidak suci lagi gara-gara wanita liar seperti kamu"


Ketus Reza bangun dari tempat tidurnya hendak melangkah menuju kamar mandi.


Sebelum langkahnya jauh. Tiba-tiba Wanda mengatakan sesuatu lagi.


"Turunlah... Tadi aku sudah memasak, aku akan menunggumu di meja makan"


"Kau memasak.?? Tidak salah Wan.. Pasti masakanmu tidak layak di makan, dan kau ingin aku memakannya, jangan mimpi"


Ucapnya tanpa menoleh, beberapa saat Hening tidak ada balas dari Istrinya itu.


Reza menoleh, ketika melihat kamarnya sudah kosong, berarti wanita itu tidak mendengar ocehannya, Reza memutar bola mata malas, lebih baik ia melanjutkan segara Aktivitas di pagi hari, bukan pagi tapi sudah siang.


***


Perlahan Reza keluar dari kamar nya berjalan menuju ke arah dapur, Disana Ia melihat Wanda duduk manis dengan wajah penuh senyuman hangat.


"Reza.. Duduk sini, kali cobalah masakan ku pasti kau akan suka"


"Cobalah, aku tidak meracuni Reza.. "


Wanda terkekeh sendiri melihat raut wajah suaminya yang tampak sangat ragu mengambil makanan di atas meja.


Reza mengenduskan nafasnya kasar, Ia benar-benar kesal atas ucapan Istrinya itu, Dengan cuek ia tidak membalas ucapan Wanda, lebih baik ia mengisi perut kosongnya itu, tanpa peduli bagaimana rasanya.


Reza mengisi piring nya dengan nasi dan beberapa lauk pauk, Ketika hendak memasukkan makanan di dalam mulut Wanda membuka suara.


"Hei.. Berdo'a dulu, Dasar orang tidak sabaran mau di temani setan makan"


"Diam!!, Dari tadi kau ini sangat cerewet, jangan banyak bicara lagi aku lapar"


Reza memjawab lalu kembali menyendok makanan ke dalam mulutnya..


Matanya terbelalak tidak percaya.


"Kenapa sangat enak, Bukannya wanita ini tidak memiliki pengalaman memasak sama sekali"


Gumannya mengerutkan kening.


Dengan lahap Reza menghabiskan semua makanan di atas piringnya bahkan sudah beberapa kali ia terus menambah, Wanda tersenyum senang melihat Reza yang begitu suka dengan masakannya..


"Bagaimana.. Enakkan"


Ucapnya menghentikan aksi Reza sekilas.


"Dasar percaya diri sekali kau, Aku hanya lapar rasanya aku tidak pedulikan sama sekali, jangan berharap banyak"


Reza berucap tanpa menoleh, Ia masih sibuk dengan makanannya.


Wanda sudah kebal, ia tidak akan memasukkan ucapan Reza ke dalam hati..


"suami apa dia, tidak ada perkataan yang baik keluar dari mulutnya itu"


Gumannya pelan. Reza yang duduk di depannya dengan jalas mendengarnya.


"Berhenti ngoceh... Makan saja"


"Iya. Iya.. Dasar pria mulut beracun"


"Bilang apa kau..!?, coba ulang"


Ucap Reza menatap dengan tatapan Tajam.


Wanda memalingkan pandangannya ke segala arah ia menghindari pria di depannya.


"Susah juga rupanya jadi istri yang baik..hah"


Wanda berkata dalam hati.


.


.


.


.


.


.


Tbc...!!!