The Wife Police

The Wife Police
"Rasakan sendiri."



Wanda di sibukan dengan pekerjaan dapur, wanita itu terlihat memotong bawang sedangkan Reza sendiri hanya duduk memperhatikan istri memasak untuknya.


Terbilang ini untuk kesekian kalinya Wanda memasak untuk suaminya, namun masakan sebelumnya hanya telor ceplok dan nasi putih yang ia buat dan untuk lauk pauk lainnya biasanya Reza yang akan memasakknya.


Wanda merasa risih sendiri karena sedari tadi suaminya itu menatapnya dan sesekali melempar senyuman untuk dirinya.


Wanda melirik Reza sekilas.


"Apa dia tidak mau membantuku?" tanya Wanda membatin, lalu ia mulai mengambil wajan dan menumis bawang untuk bumbu Ayam kecap yang akan ia buat. Mulut wanita itu berkerut monyong-monyong, Reza yang melihat itu hanya terkekeh gemas.


Sebisa mungkin pria itu melihat setiap gerak gerik istrinya.


"Wanda, sayang apa kau butuh bantu-an." tawar Reza.


"Tidak perlu, aku bisa sendiri." tolak Wanda secara langsung.


"Heh, sepertinya kau sudah pandai memasak, baiklah aku sudah tidak sabar mau makan masakanmu." ujar Reza menarik senyuman simpul.


"Jangan meledekku dengan senyumanmu itu." ujar Wanda melototkan kedua mata kepada Reza dan mengangkat spatulanya.


"Galak sekali, kau jangan marah kepada suamimu mau dosa kau." kata Reza kembali menarik senyuman sinis, ia bertingkah seolah


Wanda mengepalkan kedua tangan karena kesal mendengar perkataan suaminya, pria ini setiap hari selalu berkata nyiyir walau tidak sesering dulu tapi tetap saja menyebalkan bagi wanita itu.


"Memasaklah yang cepat, apa kau tidak lihat suamimu kelaparan." ujar Reza.


"Bersabarlah, Reza sebentar lagi istrimu yang cantik dan menawan ini akan selesai memasak." ucap Wanda memaksakan senyum. Ia memuji diri sendiri sangat percaya diri, Wanda tidak merasa malu karena sudah merasa terbiasa dengan kehadiran Reza.


"Cih ... cantik dan menawan dari mana? Dasar gila." ucapan itulah yang seketika lolos dari mulut Reza. bahkan lelaki itu tertawa setelahnya.


"Memang faktanya seperti itu, kau benarkan saja." balas Wanda.


***


Tiga puluh menit kemudian, masakan Wanda sudah selesai semua, perut Reza yang sudah dari tadi kelaparan langsung menyambar piring dan segera mengisinya dengan nasi dan ayam kecap.


"Baca do'a dulu sebelum makan." kata Wanda memukul pelan lengan suaminya.


"Sudah tadi, aku baca do'a sejam sebelumnya, sudah jangan menghalangiku, aku sangat lapar." kata Reza.


Wanda menghela napas, lalu melakukan hal yang sama seperti yang Reza lalukan yaitu mengambil makanan.


Reza menyuap satu sendok makanan kedalam mulutnya, ia mulai mengunyah namun tidak lama setelah itu pria itu terdiam, Wanda menyengir menunggu reaksi Reza selanjutnya.


"Bagaimana, apa masih tidak enak dan tidak layak untuk dimakan?" tanya Wanda pandangan tiba-tiba menjadi seduh.


Reza yang tersadar lantas menahan lengan istrinya, padahal ia belum mengatakan apa-apa kenapa Wanda. malah mau pergi.


"Kau kenapa? Ayo lanjutkan makan, bukannya kau lapar." kata Reza.


"Masakanku tidak enak, maafkan aku Reza." ucap Wanda.


"Siapa yang bilang tidak enak, kau coba rasakan dulu lalu menilai sendiri."


"Tidak mau, masakanku pasti tidak enak seperti sebelumnya." ucap Wanda.


Pria itu terpaksa membuat Wanda duduk di pangkuannya dengan menarik tangannya hingga istrinya jatuh begitu saja ke pangkuannya.


"Cobalah dulu, jangan ngambek wajahmu semakin jelek."


"Ayo cobalah." ujar Reza menaikkan sebelah alisnya.


Wanda menghela napasnya lalu segera menyuapkan satu sendok makanan kedalam mulutnya.


Kedua matanya melebar sempurna saat merasakan hasil masakannya, perlahan ia menoleh kearah Reza seakan masih tidak percaya jika makan di atas meja itu bisa seenak ini.


"Bagaimana, enakkan?" tanya Reza sambil mengelus rambut istrinya.


Wanda mengangguk, namun tidak lama kemudian air mata wanita menetes membuat Reza menyengirkan kening heran.


"Kenapa kau menangis?" tanyanya.


"Tidak, aku hanya tidak menyangka jika aku akan bisa membuat makanan seenak ini." kata Wanda mengusap air matanya sendiri dengan menggunakan tangannya.


"Akhirnya aku bisa Reza." lanjut wanita itu. Reza menarik sudut bibirnya membentuk senyuman manis untuk istrinya, Wanita yang berada di pangkuannya ini ternyata cukup cengeng dan cuma masalah kecil seperti ini saja ia menangis.


"Jangan menangis, nanti kau tambah jelek," ucap Reza mencubit hidung istrinya hingga wanita itu langsung menatapnya kesal.


.


.


.


.


😂😂 Nanti sore aku lanjut lagi yah, buru-buru 🏃‍♂🏃‍♂🏃‍♂ Onthor sibuk.