
Sore harinya..
Wanda mulai membersihkan seluruh rumahnya, kebetulan sekali Suaminya itu tidak ada di rumah jadi Wanda bisa lebih leluasa melakukan semua pekerjaan tanpa mendengar omelan dari Reza.
Perlahan semua pekerjaannya hampir selesai semua dan sepertinya Reza juga sudah pulang ke rumah.
Krek
"Apa yang kau lakukan, Bodoh"
Reza melihat Wanda sedang membersihkan rumah namun kenapa, caranya sangat aneh bukannya bersih malah tambah berantakan saja.
"Kau sudah pulang, duduklah dulu.. Aku masih belum selesai"
Ucap Wanda melanjutkan pekerjaannya. Hal itu justru membuat Reza semakin geram dengan wanita yang telah menjadi Istrinya itu.
Dengan cepat Reza mendekati Wanda lalu mengambil gagan sapu yang pegang Wanda.
"Kau ini benar tidak berguna, apa begini caranya orang membersihkan rumah .. HAH"
bentak Reza melototkan matanya.
Wanda heran emang apa yang salah sih..
"Aku salah apa.. Membersihkan rumah salah. Tidak membersihkan juga salah.. Apa maumu sebenarnya Reza, aku sudah berusaha agar bisa menjadi istri yang baik"
"Hahahha.. Menjadi Istri yang baik, bukan... Kau Istri yang terburuk di antar semua wanita yang telah menikah, percuma saja kau adalah Plowan pekerjaan rumah saja kau tidak becus"
Reza Mengatakan segala kekurangan wanda tanpa rasa bersalah sama sekali.
"Kau.. Sungguh keterlaluan"
Akhirnya Wanda sudah berada ambang batas kesabarannya, ia tidak segan menendang apapun yang di lewati nya ketika berjalan menuju kamar, dari pada terus menghadapi Pria menyebalkan lebih baik ia tidur di kamarnya saja.
***
Reza memegang kepalanya yang hampir pecah, rumahnya kini sangat berantakan gara-gara Wanda yang sama sekali tidak tau mengurus segala kewajibannya sebagai seorang istri.
Reza berjanji suatu hari nanti, Ia akan meninggalkan wanita itu dan meminta untuk berpisah untuk selamanya. Ia mulai membersihkan Rumahnya sendiri..
"Hah.. Sial, Wanda istri tidak berguna.. Bagaimana aku akan bisa aku jatuh cinta kepada wanita seperti itu"
Gerutunya kesal bukan main, baru beberapa jam ia pergi malah mendapatkan kejutan yang sangat membuatnya marah.
Dengan telaten Reza merapikan semua perabotan Rumah seperti sejak awal..
Setelah itu ia berjalan menuju dapur untuk mencari air putih. Keringatnya ber cucuran banyak, jika saja Wanda sedikit saja mengetahui bagian rasa tidak sukanya saat mereka menikah dulu.
"Dia tidak masak lagi, Wanita ini"
Reza membuka penutup saji di sana tidak apa-apa padahal perutnya sangat lapar.
Kebetulan wanda saat itu juga menuju arah dapur, ia belum makan bagaimana bisa ia tidur dengan perut kosong. Ia berjalan menuju Arah kompor membawa satu bungkus mie instan di tangganya.
"Kau mau masak apa..?? "
Tanya Reza penasaran, wanda hanya menoleh sebentar lalu tidak menjawab ucapannya..
"Hei.. Bodoh, kau mau membuat apa, Untuk apa ada mie Instan, apa kau mau aku memakannya idih.. Ogah makan tidak sehat"
Reza terus berbicara cerewet, telinga bahkan sangat panas hingga ia tidak tahan dengan ocehan pria menyebalkan itu.
"Kau mau makan..?"
Tanya Wanda singkat.
Reza mengangguk..
"Masak sendiri. Kau tidak suka masakan ku kan.. Jadi kau masak sendiri, mie ini untuk diriku sendiri bukan untukmu dasar pria sok sehat padahal.."
Ucap Wanda simrik meletakkan Mie yang baru selasai di masaknya di mongkok, ia akan membalas semua ucapan dari Reza yang beracun itu.
Reza melotot melangkah mendekati Istrinya, ia tersenyum sergai wanita ini sekarang sudah berani melawan semua perintah dan ucapannya.
"Mau apa kau.. Dasar"
"Hahahhahah.. Kau kenapa Wanda?, aku hanya ingin.."
siapa yang menyangka..
"Reza!!!, kembalikan Mieku, kau buat sendiri jika mau"
Teriak Wanda ketika Reza merebut mangkok miliknya di atas meja lalu langsung berlari keluar dari dapur..
Wanda tidak bisa diam begitu saja.. Ia sangat kelaparan saat ini juga ia segera menyusul reza sebelum mienya di habiskan oleh suaminya itu.
***
Wanda membulatkan matanya kaget dam kesal...
"Reza.. Kau apa! Yang kau lakukan lagi sekarang"
"Apa.. Kau mau marah, silahkan saja jika aku tidak makan kau juga harus merasakan hal yang sama seperti ku"
Ucap Reza santai, mie instan tadi sudah di buangnya.
Dengan langkah secepat kilat Wanda sudah berada di hadapannya dengan menyilangkan kedua tangan bernapas mengebuh..
"Kenapa kau selalu menyiksaku.. Katakan saja jika kau tidak suka denganku, katakan!!!"
Wanda sudah habis kesabaran.
"Bodoh"
Reza terdiam ia tidak mau meladeni Istrinya itu. Lalu ia melewati wanda begitu saja tanpa banyak kata dan segera memesan makanan dari warung online.
.
.
.
.
.
Tbc...!!!