The Wife Police

The Wife Police
"Kedatangan Putri"



Cahaya matahari yang merembes melalui kaca jendela membuat Reza mengeliat membuka mata, matanya langsung menatap Wanda yang baru selesai berpakaian dengan seragamnya.


Lantas Reza langsung bertanya..


"Kau mau kemana, ini masih sangat pagi..?"


Tanyanya kepada Wanda, wanita itu menoleh sekilas.


"Ke kantor, Komandanku memerintahkan agar aku datang pagi-pagi"


Jawab Wanda kali ini wanita itu mengambil ransel yang cukup besar.


Wanda mengacak-gacak lemari mengambil beberapa baju di sana lalu memasukkan kedalam tas Ransel nya.


"Aku akan pergi selama dua hari.. Jangan mencariku, hari ini aku tidak akan pulang.. Aku punya tugas di luar kota" ucap Wanda untuk pria yang menjadi suaminya, memang hari ini dan besok dia bertugas di luar kota.


Reza menaikkan alis mendengar perkataan itu, ia tidak terlalu peduli dengan Wanda..


"aku tidak bertanya.. Kau mau pulang atau tidak terserah kau saja, tidak perlu mengatakan kepada ku"


Katus Reza bangkit dari kasur hendak masuk ke dalam kamar mandi membersihkan tubuhnya.


"Aku hanya memberitahukan kepada mu saja, kalau begitu aku pergi dulu"


Wanda beranjak keluar dari kamar, Karena terburu-buru hampir setiap hari Wanda jarang makan pagi di rumah.


***


Di kantor Kepolisian Kota..


Saat ini Wanda duduk di hadapan pencuri yang baru saja temannya bawa.


"Hei, kenapa kau diam saja.. Katakan apa yang membuatmu harus mencuri pakaian dalam wanita, Dasar orang cabul"


Wanda bertanya dengan sikap sombong, ia menatap jijik pria itu..


"Cantik, aku diam karena sangat suka dengan wajahmu."


Jawab pria cabul itu. Wajah Wanda menjadi sangat kesal.


"Cabul sialan, kau telah melakukan pelecehan kepada ku secara tidak langsung"


Geram Wanda hendak berdiri namun langkahnya terhenti saat Pria itu juga Ikut berdiri dan memeluknya dari belakang.


Wanda menyingkut perut pria cabul itu lalu menghajarnya dengan kemampuannya dalam bela diri yang tidak seberapa.


"Wanda!!, Hentikan kau atau kau akan membunuhnya"


Teriak Rifan menahan Wanda yang sudah sangat emosi..


"Lepas Komandan, Pria cabul ini melecehkan aku, aku tidak akan membiarkan dia begitu saja.. Biar aku memberinya pelajaran"


Desis Wanda datar namun air matanya menetes.


Rifan kaget pria itu langsung memenangkan Wanda, ia memeluk tubuh yang bergetar itu memberinya ucapan untuk menenangkannya.


Fitri ikut bergabung.. Ia kaget melihat Sahabatnya menangis.


"Fitri.. Kau ajak wanda keluar dulu, aku akan mengurus Pria cabul itu"


Kata Rifan menyerahkan Wanda kepada Fitri.


"Baik Komandan"


Jawab Fitri menuntun sahabatnya keluar dari ruangan interogasi.


Wanda menatap Pria cabul itu dengan tatapan kebencian yang sangat dalam, ia bersumpah suatu hari jika dirinya kembali bertemu dengan pria itu Wanda akan memotong tangan dan Kaki pria itu lalu membuangnya ke lautan biar di makan ikan Hiu.


___


Rifan mendekati Wanda dan Fitri yang tampak sudah siapa untuk pergi bersamanya ke luar kota.


"Wanda.. Sebaiknya kau pulang saja, nanti suamimu memcarimu"


Ujar Rifan dengan wajah bersalah.


Wanda menyengir menatap Rifan tajam.


"Okay,.. Kau tidak perlu bawa mobil sendiri, Kalian berdua ikut di mobil ku saja agar tidak terlalu ribet"


Ujar Rifan menyarangkan. Wanda dan Fitri saling bertatapan lalu mengangguk setuju.


Hitung-hitung hemat uang.


***


Di tempat kerja Reza..


Pria menatap komputernya dengan serius tangannya tidak henti-hentinya mengetik. Sudah seperti orang yang sangat sibuk saja..


Tok.. Tok.. Tok..


Suara ketukan pintu menghentikan gerakan tangannya.


"Masuk"


Ucapnya..


Seorang wanita berpakaian formal setela pakaian orang kantoran masuk kedalam ruanganya.


"Reza, Hai.. Apa kabar mu"


Ucap wanita itu tersenyum hangat kepada Reza yang juga menatapnya kaget.


"Hei, Kau kenapa..?"


Tanya Wanita itu lagi membuyarkan lamunan Reza.


"Putri..? Kaukah itu "


Ujar Reza berdiri tegak.


"Iya.. Ini aku, apa kabar Reza, sudah lama rasanya kita tidak bertemu"


"Duduklah, mau minum apa.?"


Tanya Reza, Putri menggeleng lalu duduk di sofa ruangan Reza dengan sangat feminin.


Reza Ikut duduk bersama dengan Putri, mereka saling berhadapan dengan pikiran masing-masing.


"Oh.. Iya, aku liat di luar bahwa kau sedang mencari sekretaris"


Putri yang terlebih dahulu memecah keheningan beberapa saat yang lalu..


Reza mengangguk menyiakan..


"Kebetulan aku juga memcari pekerjaan, soalnya aku baru kembali dari Surabaya"


"Maksudnya..?"


Tanya Reza tidak tau yang di katakan oleh Putri.


"Reza, maukah kau menawarkan posisi itu kepadaku.. Aku lagi memcari pekerjaan kemana-mana namun, belum ada yang mau menerima lamaran yang aku kirim"


Putri melemaskan pandangan kepada Reza saat berkata seperti itu.


Reza yang sebenarnya masih menyimpan perasaan kepada wanita dihadapannya itu berpikir lalu mengangguk setuju.


"Baiklah.. Mulai besok kau boleh masuk kerja"


Ujar Reza, Putri langsung berdiri menghampirinya lalu memeluk tubuhnya


"terima kasih Reza"


.


.


.


.


Tbc..?!!