The Wife Police

The Wife Police
"Penutup Panci"



Reza menatap Wanda dengan kening berkerut rupanya istrinya  memesang makanan dan ia yang harus membayarnya.


“ kenapa kau hanya diam..? mana uang nya?” Tanya Wanda meminta uang kepada sang suami.


“ iss wanita ini” gerutu Reza dengan kesal dengan terpaksa mengambil dompetnya lalu membayar semua makanan yang Wanda pesan.


“ ini 350.000 lebihnya ambil aja.. terima kasih” Reza memberikan sejumlah uang kepada pengantar makanan tersebut.


“terima kasih kembali Tuan” Jawab pengantar makanan tersebut.


Reza menutup pintu setelah wanda mengambil makanan pesanannya, ia ke meja makan mengikuti wanda setelah duduk Reza menatap istrinya tersebut benar-benar heran.


“kenapa kau menatapku lagi..?”Tanya wanda nada suaranya tidak bersahabat.


“heh.. wanita aneh” Reza berguman pelan.


Wanda yang belum tuli jelas mendengar ucapan suaminya tersebut lantas ia langsung melototkan mata hingga hampir keluar.


“Reza!!!, apa yang kau katakan.?, siapa yang aneh hah” teriak Wanda tidak terima di katai aneh.


Reza menutup kedua telingannya ia sudah tidak heran dengan tempramen Wanda yang seperti itu karena hampir setiap hari mereka akan bedebat,saat ini Reza tidak mau meladeni istrinya tersebut karena bisa gila nantinya


jika terus memprovikasi Wanda. Pria itu mengalihkan pandanganya ke arah makan yang tempak sangat mengiurkan.


“Sudahlah aku lapar, tolong ambilkan piring” pinta Reza .


“ambil sendiri.. dasar suami tidak berperasaan” tolak Wanda kini sudah mulai menyendokkan nasi ke atas piring miliknya.


Plak!


“auhhhh.. sakit bodoh” Wanda kembali berteriak tiba-tiba saja Reza memukul tangannya dengan keras ketika hendak mengambil lauk pauk.


“kau tidak sopan, jangan membantah ucapan suami nanti kualat” ucap Reza lalu meraih gelas menuangkan air kedalamnya lalu meneguknya.


“Memang kau siapa ..?”tanya Wanda, Reza hampir saja menyemburkan air putih yang masuk ke mulutnya .


“Wanda sepertinya kau stress sebaiknya besok aku akanmembawamu ke dokter, siapkan dirimu untuk besok” ujar Reza kini ia sudah mengambil piring dan kembali duduk.


“stress!!!, apa kau bilang ..?” Tanya Wanda kembali, Reza memilih bungkam lebih baik ia makan dan mengisi perutnya yang kosong.


***


Keesokan paginya, Reza sudah rapi dengan penampilanyasehari-hari ketika ke kantor, ia menghela napas pelan sebenarnya dirinya sendiri yang stress karena hatinya bergejolak setiap melihat Istrinya menangis,


pria itu tidak setega itu membiarkan Wanda bersedih namun Ia sama sekali tidak memiliki perasaan cinta untuk istrinya tersebut walau sudah dua bulan pernikahan mereka.


“ Wanda..bangun” kata Reza menggucang pelan bahu wanita tersebut. Wanda bukannya membuka mata tapi justru wanita itu menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya hingga seperti kepompong.


Kembali Reza membangunkan Wanda dengan cara yang sama.. semakin lama kesabaran pria itu mulai menipis karena Wanda tidak merespon.


Lantas Reza keluar dari kamar dan berjalan ke arah dapur mengambil penutup panci,.


“mungkin ini satu-satunya cara” ucapnya .


Reza kembali ke dalam kamarnya dengan penutup panci di kedua tangannya,


Penggggg..


“Bangun Woiiiiiiiiiiii, bangunnnnn” Teriak Reza bersamaan ia membenturkan kedua penutup panci tersebut.


Kamar yang bisaanya hening tersebut kini menjaadi sangat ribut.


“Wandaaaa Bangunnnnn” teriak Reza ,Wanda merasa tidurnya terganggu, membuka mata lalu melempar bantal hingga mengenai Reza yang tampak hebo sendiri.


“Berhenti dasar Konyol , Bodoh, bocah” Ujar Wanda.


“ahhhh kau sudah bangun, bersiaplah apa kau tidak bekerja hari ini..?”Kata Reza tiba-tiba menjadi Cool dan penutup panci tadi ia sembunyikan di belakang tubuhnya.


“Aku cuti., percuma saja masuk bekerja Komandan Tidak ada dan aku tidak punya pekerjaan sama sekali”jawab Wanda turun dari kasur lalu mengambil handuk masuk ke dalam kamar mandi.


Di dalam kamar mandi Wanda mengosok tubuhnya dengan sabun, sungguh kelakuan Reza pagi ini sangat aneh dan juga konyol.


“pasti dia kehilangan akal sehatnya” guman Wanda.


Setelah mandi Wanda keluar dari sana karena ia yakin bahwa Reza sudah pergi dari rumah setelah membuat keributan di pagi hari.


Ceklek


“Kenapa lama sekali mandinya..? apa kau lupa apa yang aku---“ Reza tiba-tiba membuka pintu kamar manghentikan gerakan wanita yang lagi memakai bajunya tersebut.


“Aaaaaaaaaa, Cabulllll  pergi kau” usir Wanda kaget akan kehadiran Reza yang tiba-tiba saja.


Prangggg..


Reza langsung menutup pintu sebelum Wanda melempar benda-benda ke arahnya, ia bersandar di depan pintu dengan wajah merah terbayang tubuh Wanda tadi.


Bersambung…🙃🙃😘