
Reza yang kala itu baru selesai mandi mendengar suara bel pintu rumahnya berbunyi berulang kali, ia lantas mengambil pakaian di dalam lemari lalu memakainya.
"Wanda pasti sudah pulang" ucapnya kepada dirinya sendiri.
ia lalu segera keluar kamar berjalan menuju arah pintu untuk membukaan pintu untuk wanita yang telah menjadi istrinya tersebut.
Reza dengan cepat memutar gagang pintu itu lalu membukanya, ia sudah segar pasti Wanda akan menyadari ketampananya.
Ceklek..
"Hufff.., tenanglah Reza" gumannya mengatur napas, entah kenapa ia merasa sedikit gugup, apakah Reza sebegitu merindukan wanita konyol yang tidak tau apa-apa itu.
"Tenang.., aku tidak boleh gugup, nanti dia salah paham" gumannya.
Reza lalu menarik napas pelan dan memberanikan diri mengeluarkan suaranya.
"Kau sudah pulang, ayo masuk.." ucap Reza berada di pintu, ia melihat sosok wanita berambut pendek berdiri memunggunginya.
"Wanda" panggilnya
Wanda yang merasa terpanggil menyengir ia tidak menyadari bahwa pintu rumah sudah terbuka ia lantas membalikan tubuhnya, sejenak raut wajah cemberut Wanda berubah menjadi datar, ia melihat suaminya tampak ada yang aneh.
"apa ini, kenapa dia tampan sekali" batin Wanda spontan, ia menggelengkan kepalanya menghilangkan pikiran untuk memuji Reza yang terlihat tampan.
Wanda lantas memasang wajah tidak bersahabat, ia baru menyadari bahwa ia sudah menunggu pintu rumah terbuka kelamaan.
"Kenapa kau lama sekali, aku sangat lelah menunggu kau membukaan pintu untukku" ketus Wanda langsung melototkan kedua mata kesal, ia berdiri di depan pintu hampir lima belas menit menunggu suaminya.
"Sial kenapa dia tidak memujiku, apa ada yang kurang kepada wajahku" guman Reza, ia yang di buat tertegun akan perkataan Wanda, wanita sepertinya masih saja marah kepada dirinya, melihat cara berbicara Wanda yang lebih ketus dari sebelumnya.
"Kenapa kau masih berdiri di pintu, minggirlah.. aku mau masuk di sini banyak sekali nyamuk" kata Wanda meminta Reza agar menyingkir dari jalannya.
"Rezaaa.. "
"jangan berteriak"
"Siapa yang berteriak, jangan aneh-aneh deh" seru Wanda.
"Reza minggir dari jalanku" pintanya kembali, Reza tidak menyahut Wanda pun melangkah dengan lebar masuk kedalaman rumah namun belum juga jauh ia sontak di buat kaget Reza tiba-tiba saja menarik pergelangan tangannya tanpa mengeluarkan suara sama sekali, langkah wanita itu terseret ia terus meronta meminta agar di lepaskan namun sia-sia saja.
Reza dalam kalam kabut menarik Wanda menuju kamar di lantai bawah, hari ini ia bertekad akan menjadikan wanita ini sebagai wanitanya untuk selamanya.
"kau mau membawaku kemana..?" tanya Wanda.
"Ke kamar, memang kemana lagi" jawab Reza.
"Apa yang terjadi kepadamu, kau mau melakukan apa Reza, lepaskan.. tolong lepaskan tanganku!" perintahnya.
"Diamlah, kau jangan melawan.." kata Reza menghentikan langkahnya sejenak, ia membalikkan tubuhnya menghadap Wanda memperhatikan penampilan wanita itu dari atas hingga bawa.
"apa yang kau liat!" seru Wanda, Reza hanya terdiam memandanginya.
Wanda menyadari hal itu lantas menghempaskan tangan Reza dengan kasarnya.
"Dasar otak lelaki, aku tidak mau melayanimu sama sekali" ujar Wanda, ia sudah memegang gagan pintu kamarnya, Wanda perlahan memundurkan tubuhnya diam-diam ia membuka pintu kamar itu secara perlahan.
"Reza aku tidak mau, kau pergi dari hadapanku sekarang juga!"
"Tidak mau, malam ini kau harus menyerah dirimu"
mendengar perkataan Reza, Wanda melebarkan kedua mata kaget ia hendak berlari namun Reza lebih gesit langsung menahan tubuhnya menyandarkan ke tembok.
"Mau kemana kau..?" Tanya Reza seketika menarik pinggang istrinya.
"Reza apa yang ingin kau lakukan?" tanya Wanda, ia bukannya takut malah memasang wajah menantang.
Reza tersenyum memajukan wajahnya hingga tersisa beberapa inci saja dengan wajah Wanda.
"aku menginginkanmu, sudah seharusnya kita melakukan hal ini sejak lama"
"apa maksudmu bodoh"
"Usstt, jangan membuang tenagamu berteriak sia-sia, nanti kau akan saja" bisiknya tepat di telinga Istrinya , Wanda begitu geli dengan hembusan napas berat Reza yang mengenai lehernya tanpa sengaja.
***
Keesokan harinya, Wanda bangun pagi-pagi sekali, ia tidak mempedulikan tubuhnya yang terasa remuk padam akibat tadi malam.
Reza benar-benar melakukan niatnya padahal awal pernikahan mereka pria itu sama sekali tidak berniat untuk menyentuhnya dan sekarang ini pria itu perlahan berubah menjadi sangat pemaksa, Wanda yang mau menolaknya pun tidak bisa karena itu sudah menjadi kewajibannya sebagai seorang istri dan satu lagi ibu mertuanya sangat menginginkan seorang cucu secepat mungkin.
Dengan alasan itu Reza berhasil membujuk Wanda untuk menghabiskan malam bersama.
"aku begitu bodoh mau menuruti perkataan pria itu" kesal Wanda melirik pria yang masih saja terlelap di atas kasur.
Wanda mengeduskan napasnya lalu berdiri segera masuk ke dalam kamar mandi membersihkan tubuhnya, ia hari ini harus mengerjakan semua tugas yaitu setumpuk berkas yang harus di ringkas perintah komandannya.
15 menit kemudian, Wanda yang tampak sudah segar kembali keluar dari kamar mandi lalu berjalan menuju lemari pakaiannya, ia tidak menghiraukan Reza sama sekali ia benar-benar menyesal telah menyerah tubuhnya kepada Reza.
"aku harus menerima kenyataan ini" ucapnya membenahi semua pakaian mencari pakaian seragam lainnya.
.
.
.
.
Bersambung..
Maafnya kakak-kakak. Chan upnya dikit hari ini, 😁😁😁😅😅.makasih tetap setia 🙏🙏🙏