
Begitu sampai di rumah, Wanda langsung mendudukkan tubuhnya di atas sofa dan menyalakan TV untuk menghilangkan kekesalannya yang dia pendam gara-gara perkataan suaminya, dengan kesal wanita tersebut memencet tombol remote kontrol TV mencari siaran yang cocok untuk menghibur dirinya.
Reza pun hanya melirik sesekali ke arah istrinya tanpa membuka mulutnya, ia menyesali ucapan yang telah menghina mobil Wanda tadi. Ponsel Reza berdering membuat pria tersebut berdiri untuk mengangkat panggilan itu di luar rumah.
Melihat bahwa Reza pergi, Wanda beranjak mematikan TV lalu masuk ke dalam kamar untuk membersihkan tubuhnya yang penuh dengan keringat peluh, sepuluh menit kemudian Wanda merasa sangat segar setelah selesai mandi, ia melirik kasur yang masih kosong menandakan bahwa Reza masih di luar.
Karena dari tadi belum makan Wanda lantas berdiri dan mengambil ponsel miliknya untuk memesan makanan dari aplikasi pengantaran Online. Wanda memesan bermacam-macam makanan karena tidak mau mendapat omelan dari suaminya jika dia ke dapur dan mencoba memasak.
Wanda kembali mendudukkan pantatnya di kursi rias.
"Aku merindukan mu Ibu.." Lirih Wanda sambil menatap wajahnya sendiri di depan cermin, bukankah nasibnya antara baik dan buruk lebih tepatnya keduanya, di saat ia berhasil meraih cita-citanya ibunya meninggalkan dirinya sendirian di dunia yang penuh duka, di sisi lain ia mendapat mertua yang baik dan bisa melerai sedikit rasa rindunya kepada sang ibu.
Cukup lama melamun Wanda mengusap air matanya yang menetes tidak izin, Ia harusnya bisa bersyukur karena ibunya sudah tidak menderita kesakitan lagi. Wanita itu lantas tersenyum pahit.
Tanpa sadar ternyata pintu kamarnya terbuka dan ada Reza yang memperhatikannya sejak tadi dengan tatapan sulit di artikan.
"apa gunanya semua ini, aku lelah.. Reza tidak menganggap ku sebagai istrinya, semua perkataan ibu ternyata salah" racau Wanda menopan kepalanya di atas meja riasnya.
"Andai saja waktu bisa di putar aku tidak akan menuruti keinginan Ibu agar ibu tidak meninggalkan aku sendiri di sini.." Lanjutnya.
Reza mendengar semua itu, hati kecil pria tersebut ikut sakit ternyata Wanda menikah dengan karena permintaan dari ibu mertuanya yang sudah tiada tersebut.
"Wanda.." panggil Reza enggan.
Wanda dengan cepat mengusap wajahnya dan memperbaiki penampilannya, lalu beranjak keluar dari kamar.
"Wanda!! Kau mau kemana? " Tanya Reza saat istrinya tersebut berjalan melewatinya begitu saja tanpa menyahut maupun menatapnya.
Wanda menghentikan langkahnya namun tidak berbalik dan menjawab.
"Aku mau kemana bukan urusanmu, kau urus dirimu sendiri saja"
Reza dengan cepat berjalan lalu menarik tangan Wanda membalikan tubuh wanita itu menghadapnya.
"Aku minta maaf, tadi perkataanku itu keluar begitu saja." Ucapnya menyesal, Wanda hanya menatap suaminya itu dengan datar.
"Kau tidak perlu meminta maaf, ucapanmu itu benar, mobilku hanya mobil murahan dan tidak secanggih milikmu itu, jadi kau tidak perlu meminta maaf kepada ku.. Tidak ada yang salah"
Wanda melepaskan tangan Reza dengan paksa, wanita itu berjalan menuju ke arah pintu membuat Reza sontak kaget, ia pun langsung mengejar untuk mencegah istrinya pergi dari rumah ini terlebih sudah malam gelap gulita.
"Kau mau kemana, ini sudah malam.. Ayolah Wanda" Ucap Reza.
"Apa urusan mu, lepaskan!!" Perintah Wanda menghempaskan tangannya namun tidak berguna sama sekali.
"Katakan dulu kau mau pergi kemana, aku tidak akan melepaskan tangan mu itu. Sekalian aku akan mengambil tali untuk mengikat kedua kakimu itu"
"Lepas!!"
Pinta Wanda agak memohon.
Ting tong.. Ting tong..
Suara bel pintu terdengar, Reza menatap istrinya tersebut dengan tatapan curiga.
"siapa yang datang, apa orang suruhan mu, kau mau pergi dari sini.. Hah.. Ingat Wanda kau masih istriku dan kau tidak akan pergi tanpa izin dariku" kata Reza menggenggam kedua bahu Wanda dengan erat.
Wanda meringis kelakuan Reza kali ini kasar bahkan semakin lama genggaman pria itu semakin erat pula. Ia menghela napasnya lau berkata..
"Aku hanya ingin mengambil pesananku, kenapa kau begitu curiga kepada ku.. Lepas"
"Pesanan..? Apa yang kau pesan?" Tanya Reza kembali namun tangan pria itu sudah agak longgar.
"banyak bicara. Kau duduk di sofa dulu.."
Reza keras kepala, ia memilih untuk ikut bersama dengan Istrinya dan membuka pintu.
Ceklek..
"Rumah nona Wanda..?" Tanya pengantar makan tersebut. Wanda menjawab dengan anggukan pelan.
"Ini semua pesan anda, Silakan di nikmati" lanjut pengantar makan tersebut.
"Semuanya berapa..?" Tanya Wanda.
"300 ribu nona.." Jawabnya.
lantas Wanda menoleh ke arah suaminya itu dengan wajah menyuruh Reza yang membayar semua makanan pesananya.
.
.
.
.
Tbc..!!!