The Wife Police

The Wife Police
"Ibu.."



Wanda mengambil jaket abu-abu yang tergantung di belakang pintu kamarnya, ia hendak keluar untuk merayakan ulang tahunnya bersama dengan Ibunya..


"Kau kemana..?"


Tanya Reza saat melihat Istrinya berjalan melewatinya.


"Mau keluar sebentar"


Jawab Wanda dengan singkat, lalu melanjutkan langkahnya.


"Aku ikut, kita pergi bersama saja.."


Reza berkata saat Wanda hendak membuka pintu, Wanita itu menoleh ke arahnya tajam.


"Tidak perlu.. Aku ingin pergi sendiri"


Ucap Wanda ketus. Ia malas untuk berdebat lagi dengan suaminya itu. Wanda membuka pintu tanpa peduli dengan Reza, ternyata pria itu mengikutinya.


Wanda masuk kedalaman mobilnya di ikuti oleh Reza yang duduk di samping kemudi.


"Keluar, aku ingin pergi sendiri.."


Teriak Wanda mengusir paksa Reza. Sedangkan pria itu tidak menghiraukan Wanda ia tetap duduk bahkan memakai sabuk pengamannya.


"Yahh.. Sudah.. Terserah kau. Saja jangan menyesal karena sudah ikut bersama ku"


Ucap Wanda menatap Reza remeh, ia menyalakan Mobil lalu mengemudikannya ketempat Ibunya.


___


Reza yang dari tadi terdiam merasa heran Wanda mengemudikan mobilnya kemana..


"Wanda.. Kau mau kemana sebenarnya..?"


Tanya Reza takala melihat jalan yang rupanya terarah ke pusat pemakaman umum.


"Diam.."


Desis Wanda melirik sekilas raut wajah Reza.


Reza yang sebenarnya penakut, memegang kedua tangannya karena gelisah lebih lagi waktu sudah menjelang malam dan pemakaman sangatlah sepi.


Akhirnya mobil itupun berhenti, Reza menahan mencegah Wanda yang ingin keluar.


"Jangan keluar, ini sudah malam untuk apa kau kepemakaman.. Ayo pulang"


Pinta Reza.


Wanda malah berdecih kesal lalu menghempaskan tangan Reza.


"Sudah kubilang tadi bahwa kau tidak perlu ikut bersama denganku.."


"Tapi untuk apa kau kepemakaman..?"


Tanya Reza kembali meraih tangan Wanda.


"Bertemu Ibuku.."


Wanda menjawab.


Reza membungkam, Ibu.. ? Siapa yang di maksud oleh Wanda..?,


"Sudah kau tunggu aku di sini saja kalau kau takut,.. Tidak akan lama"


Ujar Wanda, ia beranjak keluar dari mobilnya.


Reza yang keseringan menonton film Horor justru memikirkan banyak hal.. Ia takut jika tiba-tiba ada hantu yang muncul di dalam mobil itu. Reza segera keluar menyusul Wanda yang terlebih dahulu membeli bunga untuk di tebarkan di atas makam.


"ngapai kau keluar..?"


"Tidak apa-apa.. Aku hanya ingin menemani mu"


Ucap Reza yang sangat jelas cuma beralasan saja.


"Bilang saja kau takut hantu"


Kata Wanda sengaja mengejek Reza.


"Hahahha.. Lucu sekali, siapa yang takut hantu aku tidak."


Wanda berjalan menuju ke tempat peristrahatan Ibunya yang meninggal dua bulan yang lalu sesaat dia menikah dengan Reza.


Flassback..


Hari minggu, Wanda saat itu tidak bertugas ia ke rumah sakit menemani Ibunya yang sudah di rawat selama tiga bulan di rumah sakit karena mempunyai penyakit Tumor otak..


"Wanda.. Putriku,. Sebelum aku meninggal aku mempunyai permintaan..?"


Wanda menggenggam jari jemari Ibunya, ia sadar usia dari Ibunya tidak akan lama lagi.. Wanda akan berusaha melakukan apa saja agar Ibunya bisa pergi dengan tenang..


"Apa itu ibu..?"


Lirih Wanda menahan air mata.


"Kau menikahlah dengan pria pilihanku.. Namanya Reza dia pria yang baik pasti Reza akan bisa menjaga mu menggantikan aku Nak.."


"Reza siapa.?"


Tanya Wanda.


Ibunya tersenyum..


"Anak sahabat Ibu sayang.. tante Ani.."


"baiklah Ibu., tapi bagaimana jika Reza tidak menerima ku"


"Kau tidak perlu khawatir soal itu. Perasaan cinta akan tubuh seiring berjalannya waktu dan kebersamaan kalian.."


Ucap Sinta ibu Wanda.. Wanita itu yakin akan hal itu.


Wanda mengangguk pelan. Ia akan melaksanakan permintaan Ibunya.


Satu minggu kemudian, Sinta dinyatakan meninggal dunia, Wanda yang di tinggalkan hanya bisa berdoa kepada Tuhan agar ibunya mendapatkan tempat yang lebih baik di sana.. Pada akhirnya Wanda ke pindah ke rumah kerabat terdekatnya karena ia tidak terbisa hidup sendirian hingga Ia menikah dengan Reza. Soal siapa ayah kandungnya Wanda tidak pernah tau.


FlassOff.


Wanda jongkok di hadapan sebuah makam, ia mengusap pelan batu nisan Ibunya, wanda tidak menangis ia tidak ingin Ibunya merasa sedih jika melihatnya sedih.


"Ibu.. Hari ini aku Ulang Tahun, tidak terasa usiaku juga sudah 24 tahun. Aku harap Ibu bahagia karena telah aku telah melaksanakan permintaanmu yang terakhir.. Apa ibu bahagia"


Ucap Wanda tersenyum sesekali ia menaburkan bunga di atas makam Ibunya.


Reza yang hanya berdiri menatap Istrinya, tidak mendengar jelas perkataan Wanda. Pria itu hanya menunggu Wanda selesai.


"Ibu... Yang berdiri itu adalah pria pilihan mu, Reza. Yang sudah menjadi suamiku sekarang ini.. Tapi"


Pertahanan Wanda akhirnya runtuh, Ia sangat merindukan Ibunya. Wanita itu mengusap air matanya sendiri.


"Sudah malam.. Ibu aku pulang dulu, Nanti jika ada kesempatan lain aku akan kembali berkunjung lagi"


Lirih Wanda berdiri setelah ia selesai menaburkan semua bunga.


"Sudah selesai.."


Ucap Reza kepada Wanda yang berdiri namun wajahnya masih saja tertuduk.


Wanda menganggukan kepala tanpa membuka mulutnya. Reza segera merangkul tubuh Wanda karena dirinya sudah sangat takut.. Walaupun banyak lampu yang menyinari kegelapan di sana.


Wanda berjalan tanpa memperhatikan tangan Reza yang merangkulnya, Wanda terus membayangkan masa dimana Ibunya masih hidup dan bekerja banting tulang demi menyekolahkan dirinya hingga sekarang sudah meraih Cita-cita nya sebagai seorang Polisi wanita.


Sampai di tempat ia memarkirkan mobil Reza menuntunnya ke kursi penumpang dan Reza sendiri yang akan menyetir..


"Kau duduklah"


Ujar Reza, Wanda hanya mengangguk lemah.


Reza sesekali melirik Istrinya yang tampak diam tidak seperti biasanya, Ia merasa sangat heran.. Reza pun bertanya..


"Wanda, tadi itu kau mengunjungi siapa..?"


Tanya Reza karena sangat penasaran.


"Ibuku.. "


Jawab Wanda singkat.


"Ibumu..!, Bukannya dia masih hidup bahkan dia sendiri yang menjadi saksi pernikahan kita"


"Yang menjadi saksi itu bukan Ibuku.. Tapi salah satu saudara Ibuku,,"


" berhentilah bertanya aku lelah"


Jawab Wanda bernada sangat lirih. Reza yang masih ingin bertanya langsung membungkam dan memilih untuk Fokus menyetir saja.


.


.


.


.


Tbc..!!