
Wanda masih berada di teras rumahnya, berkali-kali dirinya mengintip jendela rumah bahkan sudah hampir mirip dengan seorang pencuri yang hendak masuk menerobos kedalam rumah orang.
“Kemana perginya sih ... ini sudah hampir tengah malam tidak mumgkin aku tidur di luar bisa-bisa tubuhku benjol-benjol di gigit nyamuk” gerutu Wanda berjalan mondar-mandir di sana.
Wanda mendekali meja yang ada di teras rumahnya sesegera mungkin mengambil ponselnya hendak menghubungi suaminya namun betapa sialnya ponselnya itu ternyata lowbet.
“Sial, lowbet lagi” Kesalnya kembali meletakkan ponselnya itu kedalam tasnya.
Wanda menarik napas kembali menududukkan tubuhnya kekursi, dengan wajah yang kesal Wanda akan menunggu pria itu sampai pulang saja.
Butuh dua puluh menit ia tidak melakukan apa-apa hanya diam memperhatikan pemandangan langit malam yang di hiasi oleh bintang-bintang sebagai hiasan dilangit malam, entah kemana perginya suami menyebalkannya itu, hingga akhirnya terlihat sebuah mobil terlihat masuk kedalam pekarangan rumah seketika Wanda langsung berdiri kedua tangannya bersilang di atas perut.
“Dari mana saja dia, jam segini baru pulang” gumannya begitu kesal.
Bib ... bib ... bib ...
Reza menekan kunci mobilnya setalah itu ia keluar dari garasi mobil berjalan mendekati seorang wanita masih mengenakan saragamnya, seutas senyuman Reza segera ukir untuk istrinya namun Wanda tidak membalas senyumannya dan malah memunjukkan raut wajah tidak bersaahabat.
“Wanda, kenapa kau tidak mengganti bajumu?” tanya Reza memperhatikan Waanda dari atas hingga bawah.
“Kau dari mana saja, kenapa baru pulang?” tanya Wanda tidak menjawab pertanyaan dari suaminya, Reza mengaruk kepala hari ini ia terlambat pulang karena ada rapat di kantornya secara tiba-tiba terpaksa dirinya lembur hingga malam.
“Tadi ada rapat mendadak, dan lagi pula kau tidak pernah mengangankat telepon dariku, apa kau sesibuk itu” ujar Reza kini berada di hadapan istrinya hendak memeluknya.
“Mau apa kau, cepat buka pintu rumah ... dari tadi aku menunggumu di sini karena kau yang membawa kunci rumah sehingga aku tidak bisa masuk kedalam” omel Wanda segera meminta Reza untuk membuka pintu rumah yang masih tertutup rapat dan terkunci itu.
“Oh, maaf”
Reza segera membuka pintu rumahnya, beberapa kali putaran kunci akhirnya pintu itu terbuka.
“Lama sekali” ucap Wanda mencolong masuk Reza pun segera menyusul istrinya masuk kedalam dan kembali menutup pintu dan menguncinya dari dalam.
“Kau sudah makan malam?” tanya Reza menyalakan lampun di ruangan tengah.
“Belum, aku tidak lapar, aku mau mandi saja” jawab Wanda yang hendak menuju kamarnya.
“Umm, baiklah kau mandi saja tapi, malam ini kita kembali kekamar utama, cepatlah mandi aku menunggumu di atas” ujar Reza.
Wanda menoleh lalu menganggukkan kepala pelan.
Rasa lelah membuat Wanda ingin sekali menghabiskan waktunya untuk berendam di bak mandi, Wanda berendam didalam sana tertidur akibat kelelahan yang ia rasakan hingga ia tidak sadar kalau ia sudah sejam merendam tubuhnya di dalam sana.
Sedangkan di kamar utama, Reza sudah selesai mandi dan mengganti pakaiannya duduk di atas kasur memainkan ponselnya sembari menunggu kedatangan istrinya.
Berkali-kali pria itu menatap ke arah pintu berharap Wanda segara masuk dan tidur di kamar ini bersama dengannya, waktu bahkan sudah menunjukkan pukul sepuluh lewat Reza sudah berapa kali menguap akibat rasa kantuknya.
“Kenapa Wanda lama sekali, apa dia tadi tidak mendengar pekataanku” Reza berguman, mengaruk
kepalanya heran ini sudah sejam berlalu dan istrinya sama sekali belum menemuinya.
“Sebaiknya aku yang menemuinya siapa tau dia lupa”
___
Reza membuka pintu kamar lantai satu yang tidak terkunci itu, begitu di dalam kedua mata Reza tidak melihat ada tanda-tanda akan kehadiran istrinya di dalam sana, keningnya seketika berkerut sekaligus bingung.
“Kau dimana, apa masih mandi” Ujar Reza mendekati kamar mandi yang tertutup ia tidak berani membukanya, tidak ada suara taupun jawaban dari dalamn Reza membalikkan tubuhnya karena tidak ada suara air mengalir dari dalam sana berpikiran bahwa Wanda tidak ada di dalam sana.
“Wanda ada dimana, di kamar ini dia tidak ada, lalu kemana perginya wanita itu” ucap Reza pelan dalam hatinya sambil bertanya-tanya.
Semenit kemudian, Reza dalam kebingungannya masih berdiri di depan pintu kamar mandi itu lagi,
rasanya tidak mungkin jika Wanda keluar rumah apa lagi sudah hampir tengah malam.
“Apa mungkin dia pingsan dalam kamar mandi” panik Reza seketika langsung melangkah lebar mendekali kamar mandi tanpa aba-aba langsung menerobos masuk.
“Wanda!” panggil Reza berteriak seperti orang yang panik, pria itu melihat tubuh istrinya berada di dalam bak mandi dengan kedua mata terpejam.
“Hei, apa yang terjadi kepadamu” Reza mengusap wajah istrinya begitu pelan berharap wanita itu membuka matanya, Wanda yang kala itu merasa terganggu lantas membuka matanya secara perlahan, ia masih mengumpulkan kesadarannya mengerjapkan kedua mata berulang kali mengumpulkan napasnya. Reza seketika merasa lega ternyata istrinya tidak pingsan melainkan tertidur.
“Hei ... apa kau baik-baik saja?” tanya Reza, seperti biasa Wanda tidak menjawab pertanyaannya dan hanya terdiam saja.
“Wanda, Hei kenapa melamun” panggil Reza lagi mengguncang bahu istrinya. Wanda menggeleng
namun tetap tidak menyahuti perkataan Reza.
Semenit , dua menit ... keduanya masih saja saling bertatapan tidak lama berselanag Wanda tiba-tiba terbelanak, apa yang di lakukan oleh suaminya itu di dalam kamar mandi di tambah lagi raut wajah Reza tampak sangat khawatir, Wanda segera berdiri ia sekan lupa bahwa dirinya tengah telanjang bulat.
Reza segera memalingkan wajahnya, tubuhnya tiba-tiba memanas saat Wanda tiba-tiba berdiri dari bak mandi memperlihatkan seluruh tubuh wanita itu secara langsung, Reza menggelengkan kepalanya segera menghilangkan pikiran kotornya.
“Sebaiknya kau pakailah handuk ini dulu” ujar Reza meraih handuk yang tergantung tepat di sampingnya menyerahkannya kepada Wanda dengan memalingkan wajahnya ke arah lain.
Wanda seketika sadar langsung merebut handuk yang di berikan oleh Reza kepadanya segera melilitnya menutupi tubuhnya, malu?, tentu saja Wanda malu apalagi karena kecerobohannya malah merugikan dirinya dan Reza yang mendapatkan keuntungan.
“Ya Tuhan, kenapa aku sampai bisa lupa--“ ucapnya dalam hati.
“Apa kau sudah selesai memakainnya” ujar Reza.
“umm, iya....”
“Tapi bagaimana kau bisa ada di kamar mandi?” tanya Wanda dengan santai seakan dirinya mengelak dengan apa yang terjadi baru saja.
“Aa-ku ta-di menunggumu di atas dari tadi, karena kau terlalu lama makanya aku kesini mencarimu” jawah Reza masih membelakangi Wanda, rona wajah pria itu terlihat masih saja merah.
"Oh" sahut Wanda singkat, lalu wanita itu langsung keluar dari kamar mandi, ia masih di liputi rasa malu walau bukan pertama kalinya Reza melihat tubuhnya tapi Wanda tetap saja merasa malu apa lagi baru sekali mereka melakukannya, dengan terburu-buru Wanda segera mengambil pakaian tidurnya di dalam lemari segera mungkin memakainnya.
Sedangkan Reza masih berada di dalam kamar mandi berdiri depan wastafel dan mencuci wajahnya berkali-kali agar pikiran kotornya segera menghilang
.
.
.
.
🤗 Love you All
Kawan-kawan Khusus Novel ini Eps nya cuma 45-50 saja.😐😐😐 gak usah panjang-panjang ceritanya nanti Chan makin pusing