The Wife Police

The Wife Police
"Curiga"



Reza keluar dari kamar mandi dengan sedikit raut wajah gugup, ia masih bisa mengingat apa yang batu saja terjadi, perlahan pria itu mendekati istrinya yang duduk. di atas kasur sudah memakai baju tidurnya.


"Hum, Wanda ayo pindah ke kamar atas." ajak Reza mengedipkan kedua mata, jujur pria itu berupaya agar tidak terlihat memasang wajah malunya.


Wanda seketika menoleh kearah suaminya. "Baiklah, ayo." jawab Wanda singkat.


Wanda akhirnya bangkit dari kasur meraih ponsel miliknya yang ia letakkan di atas meja mengisi daya ponselnya lalu segera berlalu keluar dari kamar, Reza pun mengikuti istrinya dari belakang sambil memperhatikan punggung wanita yang tengah berjalan di hadapannya.


***


Keesokan harinya, Reza dan Wanda sama-sama sudah bersiap untuk menjalankan aktivitas sepanjang hari apa lagi kalau bukan bekerja, sebagai pasangan yang masing-masing sibuk bekerja di bidang masing-masing, Wanda dan Reza terkadang sangat sibuk tak jarang untuk menghabiskan waktu bersama sama hanya bisa mereka lakukan di malam hari ataupun di hari libur saja.


Reza sudah berulang kali minta istrinya untuk berhenti bekerja saja karena penghasilan yang ia dapatkan bisa mencukupi kehidupan mereka namun Wanda yang keras kepala tidak mau menuruti perkataan dari suaminya. Seperti sekarang ini Wanda sudah mengenakan pakaiannya untuk bertugas namun wanita itu seakan melupakan bahwa kemarin malam ia tidak menggunakan mobilnya pulang melainkan di beri tumpangan oleh rekan kerjanya yang bernama Andre.


Ia memegang handel pintu rumah hendak keluar dari sana, Reza yang masih sibuk mengenakan dasi langsung menegurnya.


"Kau mau kemana?, belum sarapan." tegur Reza. Wanda membalikkan tubuhnya menatap suaminya sejenak.


"Reza, aku tidak terbiasa sarapan, kau sarapan saja sendirian aku tidak mau datang terlambat lagi bisa-bisa aku lembur selama sebulan." ujar Wanda.


"Oh, kalau begitu tunggu sebentar kita berangkat bersama-sama saja, aku akan membungkus sarapan yang kau buat ini, tunggu lima menit saja!" perintah Reza.


Wanda berdecak menyadarkan punggungnya ke pintu rumah menunggu Reza melakukan kegiatannya, suara deringan ponsel membuat Wanda sejenak mengangkatnya.


"Halo, Fitri ada apa kau menghubungiku pagi-pagi begini?" tanya Wanda yang menghubunginya adalah rekan kerja sekaligus sahabatnya sendiri.


"Kau ada di mana sekarang, apa kau sudah dalam perjalanan menuju kesini, Wanda kau tau hari ini sepertinya komandan tidak akan masuk bertugas." ujar Fitri membuat sebuah senyuman di wajah Wanda begitu mendapat kabar yang membahagiakan ini, ia pertama kali ia akan terbebas dari jeratan komandan yang menyebalkannya itu.


"Oh iya kah, kenapa komandan tidak masuk, apa dia sedang sakit?" tanya Wanda menerka.


"Tidak, Komandan tidak sakit, kau jangan bicara sembarang jika ada yang mendengarnya percakapan kita bisa gawat, apa lagi sekarang sahabatmu yang bernama Andre itu akan menggantikan Komandan sementara waktu, mungkin sebaiknya kau cepat datang kemari."


"Kau tenang saja, kalau hanya Andre itu masalah kecil, Fitri apa sekarang ini Andre berada di kantor atau ia belum menunjukkan batang hidungnya?" tanya Wanda lagi.


Tig ... tig ... tig ...


Tiba-tiba suara klakson mobil terdengar lantas langsung membuat Wanda kaget akan kehadiran mobil seseorang yang begitu dirinya kenal.


"Cih, sialan ... Fitri kita akhiri percakapan ini, orang yang kita baru saja bicarakan tiba di halaman rumahku." ujar Wanda seketika memutuskan sambung teleponnya dengan Fitri sebelum mendengar balasan dari Fitri.


Wanita itu perlahan meninggalkan pintu rumah, Reza belum juga selesai dan kini dirinya malah di jemput oleh Andre karena sebelum menikah saja Wanda begitu sering di antara jemput oleh Andre dan sepertinya sahabatnya itu masih mengingatnya.


"Hum, sebaiknya aku ikut bersama dengan Andre saja." guman Wanda melangkah menuju mobil Andre.


"Iya, tunggu sebentar." sahut Wanda, ia tidak melupakan perkataan dari suaminya tadi dan terfokus dengan Andre yang menatapnya dengan dari dalam mobil.


Reza kala itu baru selesai di kejutkan karena tidak melihat istrinya sama sekali padahal sebelumnya wanita itu masih berdiri menyadarkan punggungnya ke pintu menunggunya hingga selesai namun apa yang ia lihat sekarang, tidak ada tanda-tanda akan kehadiran wanita itu di sana.


"Wanda kau dimana?" panggil Reza namun tidak ada yang menyahut, ia menenteng tas kerjanya hendak keluar dari rumah dan menguncinya dari luar.


Sejenak pria itu memperhatikan area sekitar siapa tau Wanda merasa bosan menunggunya dan memilih untuk berjalan-jalan di halaman rumah, namun kedua matanya tidak menangkap akan tanda-tanda keberadaan Wanda sama sekali.


"Kemana wanita itu, tidak mungkin ia sudah berangkat. tadi dia ada sini." guman Reza.


"Wanda ada di mana? apa dia benar-benar meninggalkanku, cih...." decihnya, ekor matanya tiba-tiba melihat sosok wanita masuk kedalam mobil tepat di luar pagar rumahnya, Reza bisa melihat dengan jelas siapa wanita itu,


Raut wajah tiba-tiba mengeras tangannya terkepal melihat istrinya masuk kedalaman mobil orang lain, Reza hendak mengejar namun mobil itu sudah melaju meninggalkan tempatnya.


"Siapa yang menjemputnya?, siapa?" tanya Reza kepada dirinya sendiri, ia sudah berpikiran buruk tentang istrinya.


"Apa dia berselingkuh, beraninya dia .... "


.


.


.


.


Bersambung 🙂. sorry yoo. 🙏🙏😭