The Wife Police

The Wife Police
"Mabuk"



Wanda baru saja masuk kedalaman rumahnya yang ternyata tidak di kunci, langkah kakinya sejenak berhenti melihat meja di ruangan tamu tampak sedikit berantakan, kening Wanda berkerut karena tidak biasanya rumahnya berantakan seperti ini.


"Kemana perginya pria itu?" guman Wanda bertanya dalam hati.


Dengan mengambil napas kasar, Wanda lantas meletakkan tas jinjin miliknya di atas sofa dan mulai membersihkankan meja yang penuh dengan kaleng bekas minuman bersoda yang ia yakin perbuatan dari suaminya, tidak mungkin ada orang lain yang membuat kekacauan seperti ini selain suaminya namun rasanya Wanda di buat heran dengan apa yang terjadi kepada suaminya itu karena ia tau bahwa Reza sangat mencintai kebersihan.


Tidak mau mengambil pusing, Wanda pun segera membereskan semua benda apa saja yang berada di atas meja itu dan membuangnya ke tempat sumpah.


***


Waktu sudah menjelang malam hari namun Reza sama sekali belum pulang membuat Wanda sedikit mengkhawatirkan suaminya, terlebih lagi ponselnya tidak bisa di hubungi, Wanda menggigit jari tangannya sambil mondar mandir di teras rumah menunggu suaminya karena ia ingin mengatakan segalanya kepada pria itu.


"Kenapa Reza belum kembali juga, ini sudah lewat dari jam kerjanya." Wanda berdecak meletakkan kedua tangan saling bertumpu di atas perutnya, entah sudah berapa lama ia berada di sana menunggu suaminya.


"Apa mungkin Reza lembur lagi? tapi kurasa tidak mungkin ...." ucapnya pelan.


Pada akhirnya Wanda membalikkan tubuhnya hendak masuk kedalaman rumah, rasa lapar yang ia tahan dari tadi sudah tidak bisa lagi ia tahan, meskipun Wanda belum bisa membuat makanan yang baik dan layak namun ia tetap berusah memasak.


Wanda menutup pintu begitu ia sudah berada di dalam rumah, raut wajah datar tanpa ekspresi terlihat di wajah wanita itu. Wanda beberapa kali menghela napas kasar sambil melangkah menuju arah dapur.


"Cih, selalu saja seperti ini." ucapnya melangkah menuju dapur.


_______


Dua jam kemudian, Wanda duduk bersantai di depan tv ruang tamu dengan menikmati beberapa cemilan serta segelas minuman menemani dirinya, Wanda sesekali melirik ke arah jam dinding bergantian ke arah pintu rumah juga.


"Sudah pukul sembilan kenapa Reza tidak pulang, apa dia benar-benar lembur." Terlihat sebuah kecemasan di raut wajah Wanda.


Tidak lama setelah itu, terdengar suara klakson mobil dari luar, segera wanita berdiri lalu menengok dari jendela rumah.


"Itu pasti Reza."


Lalu Wanda beranjak membuka pintu dengan langkah yang cukup lebar Wanda datang menghampiri Reza yang baru saja pulang, namun keningnya berkerut tak kala melihat seorang perempuan membopong tubuh suaminya membatu Reza keluar dari mobil.


"Siapa wanita itu? kenapa Reza bersama dengannya?" benak Wanda bertanya-tanya. Wanda menepis pikiran yang tidak-tidak itu lalu segera menghampiri keduanya.


"Kau siapa? kenapa ada di rumah Reza?" tanya perempuan tersebut.


"Hum, kenapa dengannya?" bukannya menjawab Wanda justru bertanya balik.


"Reza mabuk, entah apa yang membuatnya sampai seperti ini ... aku menemukannya di club dan langsung membawanya kesini sesuai alamat KTP nya."


"Oh iya aku tanya sekali lagi, anda siapa nya Reza Nona?" tanyanya sekali lagi, sejenak Wanda terdiam ia tetap bungkam.


"Biarkan aku yang membawanya masuk, terima kasih telah membantunya." ujar Wanda hendak mengambil alih membopong tubuh suaminya.


"Kau ini siapa?, jangan berani menyentuh Tuan Reza!" bentak perempuan tersebut.


Wanda tidak mempedulikanya, Reza yang setengah sadar dengan samar-samar melihat istrinya berada di. hadapannya.


"Wanda ...." serunya ingin merengkuh tubuh wanita yang ia rindukan tersebut.


"Kau dari mana saja, hum ...." ucap Reza, ia kini memeluk tubuh istrinya dengan begitu erat, tidak menyadari bahwa perempuan yang membawanya kemari memperhatikan kedua dengan heran.


"Reza lepas, ayo masuk kedalaman dulu." Wanda melonggarkan pelukan Reza mengajak suaminya tersebut masuk kedalaman, namun sebelum itu ia berterima kasih terlebih dahulu kepada orang yang membawa suaminya pulang ke rumah tanpa menjawab pertanyaan orang itu mengenai hubungannya dengan Reza.


.


.


.


.


Pendeknya wkwk..


😂😂👆 Hp ku Error, dan malas ngetik pake Laptop.