
Reza menghentikan laju kendaraan sesuai dengan alamat yang berikan oleh wanita yang menjadi istrinya tersebut, Ia segera turun dari mobil dan mengetik pesan kepada Wanda bahwa ia sudah sampai.
Tiga menit berlalu, Wanda sama sekali belum membalas pesannya ataupun melihat tanda-tanda batang hidung wanita tersebut, Reza menghela napas nya berkali-kali, pasti ia di kerjai oleh istrinya itu.
Lama kelamaan Reza lantas kembali kedalam mobil dengan raut wajah kesal, ia tidak pernah tau bahwa Wanda akan begitu berani mengerjainya.
"Dasar wanita. Memang aku ini supir pribadinya apa.?, Wanda tidak akan pernah berubah sama sekali, sial" Ucap Reza mengusap wajah frustrasi.
Ia menyalakan mobil hendak pergi dari sana, Namun matanya tiba-tiba menangkap sosok seorang wanita berpakaian polisi bersama dengan seorang pria dan wanita lainnya, Reza melihat ada tiga orang polisi sedang duduk di trotoar pinggir jalan seperti menunggu kedatangan seseorang.
"sepertinya itu Wanda..?" Tanya Reza kepada dirinya sendiri.
Pria itu turun lagi dari mobil karena ternyata ada pohon yang menghalangi pandangannya, Ia berjalan mendekat ke tempat wanita duduk di trotoar tersebut.
Reza memicingkan mata, Istrinya tersebut tampak mengomel kepada seorang pria yang duduk di sampingnya, lantas Reza merasa sedikit terganggu langsung berkata.
"Wanda!!, Ayo pulang" kata Reza tiba-tiba berteriak saat berada di depan wanita tersebut.
Wanda menghela napasnya pelan lalu menatap suaminya dengan sedikit kesal.
"Tidak bisakah kau tidak berteriak, telinga ku hampir copot mendengar suaramu itu" Jawab Wanda.
"Ayo pulang, kau sendiri yang tadi meminta untuk di jemput.. Pulang!!" Ucap Reza menarik pergelangan tangan Wanda. Wanita itu sedikit meringis..
Rifan yang memperhatikan keduanya tidak ada niat untuk ikut campur, ia memilih untuk pergi meninggalkan kedua dan tidak lupa mengajak Fitri pula.
"Wanda.., kau pulanglah, biarkan aku saja dan Fitri yang keluar kota, kau tetaplah bertugas di daerah ini, lagi pula kau sudah punya suami. Betulkan Fitri" ucap Rifan sebelum beranjak pergi dari sana.
"Iya Wanda, biarkan aku dan komandan saja yang pergi" Lanjut Fitri.
Wanda mengangguk paham, ketika kedua orang tersebut pergi, Wanda tidak segan menatap Reza dengan sangat tajam.
"Apaa?, kenapa menatapku sampai begitu?" Tanya Reza membalas tatapan Wanda kepadanya.
"Lepaskan tanganku Reza.. Sakit" Lirih Wanda berusaha melepaskan genggaman tangan Reza yang erat.
"Diamlah.!!"
___
Dalam perjalanan pulang, Wanda terdiam tidak berniat untuk mengajak suaminya tersebut untuk bicara, ia kesal dengan perlakuan kasar dari pria itu wanda juga kesal atas ketidaksopanan dari Reza yang sengaja berteriak dan mempermalukan dirinya di hadapan komandan dan sahabatnya.
Sungguh di luar dugaan, Wanda tau bahwa suaminya itu tidak akan pernah berkata baik kepadanya selain kata-kata nyinyir untuk menghinanya setiap hari.
Mulut Reza sangat gatal ingin mengajak Wanda untuk berbicara, ia sesekali melirik ke arahnya lalu mengaruk kepalanya sendiri.
"Berhenti melirik ku, aku tau bahwa kau takjub akan kecantikan ku" Kata Wanda tiba-tiba berkata membuat Reza merem mobilnya secara tiba-tiba.
Ciiiitttt.....
"Apa yang kau lakukan Reza!!, kita berada di tengah jalan, jika nanti mobil ku lecet aku akan menghancurkan mobil mu juga" Ujar Wanda kesal.
Reza tidak terima dengan perkataan dari Wanda lantas berkata.
"Ini semua gara-gara kamu sendiri jangan menyalahkan aku.."
"Aku?, salah aku katamu, yang salah di sini itu siapa liat baik-baik, terang-terang bahwa kau yang mengemudi dan me rem mendadak di tengah jalan membuat mobil ku rusak" bantah Wanda tidak terima tudingan Reza kepadanya.
"Hello, apa kau waras..!, mobil butut begini kau puji-puji.. Tidak ada gunanya, Mobilku lebih baik dari mobil murahan mu ini, jika rusak itu bukan salah ku tapi salah pembuatnya yang tidak memakai perlengkapan canggih"
"Pria ini" Kesal Wanda, Reza secara tidak sadar mengatakan isi pikirannya kepada Wanda..
"Turun!, Pria gila kau turun sekarang juga, jangan menumpang di mobil murahan ku.. Dasar pria sombong" Teriak Wanda memerintah Reza segara keluar dari mobilnya.
Reza lantas menutup mulutnya, lalu kembali melajukan mobil tersebut, ia baru saja menyadari kesalahannya saat berbicara kepada Wanda, pria itu tidak mempedulikan teriakan Istrinya yang menyuruh untuk turus di tengah jalan seperti ini, sepanjang jalan Wanda terus mendesak Reza agar keluar dari mobil miliknya yang di hina murahan oleh pria yang menjadi suaminya.
.
.
Tbc..!! 😂😂