The Wife Police

The Wife Police
"Rumit"



Sudah hampir sepekan hubungan Reza dan Wanda mulai membaik lagi, setiap hari pria itu mengantar jemput istrinya, di hari weekend keduanya menghabiskan waktu dengan mengunjungi kediaman orang tua Reza karena sudah lama mereka tidak kesana.


Reza dengan senang hati mengandeng tangan Wanda, berbeda dari beberapa bulan lalu, Wanda hanya mengikuti langkah Reza, kini mereka sudah berada di depan pintu rumah orang tua Reza, sejenak wanita itu menarik napas.


"Kau kenapa?" tanya Reza menoleh kearah Wanda.


"Tidak." jawab Wanda.


Hanya sepatah kata yang keluar dari mulut wanita itu, Reza benar-benar berubah hingga dirinya seakan tidak mengenal sikap suaminya itu saat di awal-awal pernikahannya.


"Ayo masuk, mama sudah menunggu kita." ajak Reza, Wanda menyahutinya dengan anggukan kepala pelan.


Keduanya melangkah memasuki rumah, Wanda seketika langsung di sambut hangat oleh sang mertua.


"Wanda, apa kau sehat-sehat saja, mama sangat merindukanmu." ucap Ani memeluk tubuh menantunya begitu erat. Wanda pun membalas pelukan tersebut selama beberapa saat keduanya saling melepas rindu apa lagi Wanda sudah menganggap ibu mertuanya itu seperti ibu kandungnya.


"Wanda baik-baik saja, Mah." sahut Wanda.


Ani sejenak menelepas pelukanya, lalu mengajak Wanda agar duduk di ruang tamu dan menyuruh pembantu rumah tangganya untuk menyiapkan teh dan cemilan untuk menantunya itu.


Reza yang di abaikan hanya mengedus pelan lalu segera menyusul istri dan mamanya.


***


"Wanda sayang, apa kau sudah pernah mengunjungi paman dan bibimu? apa kau tidak merindukan mereka?" tanya Ani kala itu berada di sofa duduk berdampingan dengan menantunya.


"Belum pernah Mah, tapi Wanda akan usahakan nanti kalau ada cuti pasti akan pergi mengunjungi mereka, jujur aku sangat merindukan mereka semua." jawab Wanda, wanita itu menujukkan raut wajah sedih, ia tidak berbohong dirinya benar-benar sangat merindukan paman dan bibinya, semenjak beberapa bulan yang lalu setelah ia resmi bersuami Wanda tidak pernah sekalipun berjumpa dengan paman dan bibinya walau hanya sekali saja.


"Kau tidak perlu sedih, sayang ... mama ada di sini menjagamu menggantikan mereka." ucap Ani kembali memeluk Wanda, sungguh ia merasa sangat kasihan kepada menantunya itu tidak memiliki kedua orangtua.


"Wanda tidak apa-apa Mah, Wanda baik-baik saja." serunya, napasnya sesak air matanya hendak jatuh namun Wanda bisa menahannya dan tidak mau terlihat lemah di hadapan keluarga suaminya tersebut.


Ani mengusap punggung wanita itu dengan pelan, lalu beberapa menit kemudian ia melepas pelukan dan berahli menatap wajah Wanda dan putranya secara bergantian.


"Oh iya, mama hampir lupa, apa kalian sudah ada kabar baik?" tanya Ani.


"Kabar baik apa mah?" tanya Reza balik ia tidak mengerti akan kabar baik yang di maksud oleh ibunya itu.


"Kau ini, maksud mama ... apa istrimu sudah hamil?"


"Hamil?" tanya Wanda seketika menyahut begitu kaget.


"Iya Sayang." jawab Ani antusias. "Apa kau belum merasakan tanda-tanda kehamilan?" tanya Ani tiba-tiba wanita paruh baya itu mengelus perut Wanda secara mendadak membuat Wanda kaget.


Ani bisa melihat kesedihan di muka menantunya mungkin saja saat ini Wanda sangat tertekan karena sudah sibuk dengan pekerjaannya di tambah lagi dengan tuntutan dari dirinya.


"Nak, kau tidak perlu merasa bersalah kepada Mama, mungkin beberapa bulan yang lalu mama terlalu menekan kalian berdua, kalau kalian belum siap untuk segera memiliki anak, Mama tidak apa-apa lagi pula kalian juga menikah tanpa cinta pasti sangat sulit." ucapnya mengelus kepala Wanda dengan sangat lembut.


Reza seketika menoleh menatap mama dan istrinya yang duduk di hadapannya.


"Mah jangan bicara seperti itu, sekarang Reza sudah mengusahakan agar bisa segera memilik anak, jadi tenang saja tidak lama lagi akan ada kabar baik dari kami berdua." timpal Reza tiba-tiba emosi, hatinya bergejolak setelah mendengar perkataan dari mamanya yang mengatakan bahwa dirinya dan Wanda menikah tanpa cinta, fakta memang seperti itu awalnya bahkan Reza sangat membenci Wanda namun sering perkembangan waktu secara perlahan wanita itu mengisi hatinya begitu dalam.


Wanda hanya diam tidak mengeluarkan suara sama sekali, deringan ponsel miliknya tiba-tiba terdengar dari asal tas jinjin miliknya, Wanda segera mengangkat terlebih dahulu ia berpamitan keluar untuk sekadar menerima panggilan tersebut.


Reza menggigit bibir ada rasa ketakutan dalam hati, ia merasa was-was apa lagi ada dua orang pria yang selalu dekat dengan istrinya itu bahkan lebih akrab dari pada dirinya.


"Siapa yang menghubungi Wanda di hari minggu seperti ini?" tanya Ani kepada Reza yang tidak melepas tatapannya dari pintu rumah.


"Aku tidak tau Mah, seperti itu komandannya yang menghubunginya." sahut Reza dengan suara memalas. Ani bisa menangkap akan isi hati dari putranya tersebut, Reza terlihat berbeda dari sebelumnya, Ani yakin jika putranya itu jatuh cinta kepada menantunya saat ini.


"Apa kau tidak takut? Wanda wanita yang cantik loh sayang, pasti banyak sekali yang berusaha mendekatinya." ujar Ani.


"Apa maksudnya Mah?" tanya Reza.


"Astaga kau belum sadar juga, apa kau selama ini selalu menyembunyikan perasaanmu kepada istrimu sendiri, apa Wanda tau jika kau mencintainya?"


"Tentu saja, tidak Mah, sebenarnya selama ini hubungan kami sebagai suami istri sangatlah rumit, bahkan tidak jarang aku mengeluarkan perkataan yang menyakiti hatinya, mungkin saja ia kelak akan meninggalku karena sikapku ini, tapi Mah, jujur aku tidak mau kehilangan dirinya." Kata Reza sambil menatap mamanya penuh beban, meskipun selama ini mereka sudah baik-baik saja namun ada rasa ketakutan tersendiri di dalam hati pria itu jika sehari saja tidak melihat Wanda.


"Sayang, kau cepat ungkapkan perasaan mu kepada istrimu, asal kau tau wanita itu. butuh pengakuan dari pasangannya, lakukan seperti itu sebelum ada lelaki lain yang mengisi hatinya." katanya menepuk pelan bahu Reza, andai saja ia berani mengatakan perihal perasaannya kepada Wanda, namun Reza menjadi pengecut ia tidak berani karena takut dirinya malah di tolak mentah - mentah oleh istrinya tersebut.


.


.


.


.


.


🙏🙏🙏 Aku udah Up.


Mohon gak usah di Vote. cukup Like + Komentar aja.