The Wife Police

The Wife Police
"Kapan pulangnya"



Reza pulang kerumah, tangannya memegang gagang pintu masuk, dirinya menghela napas hari ini Wanda tidak ada dirumah dan mungkin besok dia akan tinggal dirumah sendirian lagi.


"Apa perkataan Wanda pagi ini serius..?"


Reza masuk dan duduk di atas sofa, pria itu memejamkan matanya.


Beberapa saat kemudian Pria itu berdiri, selanjutnya berjalan ke kamar-nya sendiri. Reza lagi-lagi menghela napas, Kamar yang di tempati bersama dengan Istrinya itu masih saja sama berantakan.


Sejujurnya Reza ingin mengambil pembantu rumah tangga namun, melihat dari pandangan Reza membuang jauh-jauh keinginan tersebut, hampir setiap hari Dia dan Wanda bertengkar selalu ada perdebatan di antara keduanya.


"Wanita ini, entah apa yang terjadi di masa lalunya, pekerjaan rumah sama sekali dia tidak tau"


Guman Reza merapikan baju wanda di dalam lemari yang sangat berantakan.


"seperti-nya aku harus mengganti lemari besok"


___


Reza bersantai di ruang keluarga, ia meminum kopi untuk menghilangkan rasa lelah.


"Kenapa Wanda belum pulang juga.. Apa di benar serius dengan perkataannya..?"


Reza berbicara sendiri sesekali ia menoleh ke pintu rumah berharap wanita itu pulang dan menemaninya di rumah.


Reza merasa agak kesepian tanpa adanya Wanda dirumah.. Walau terkadang tidak ada hal yang baik terjadi di antara mereka selain beradu mulut atau Wanda membuat kekacauan dab dirinya lah yang harus membersihkan kelakuan dari Istrinya itu.


Tinggg.. Tring..


Suara deringan telepon mengganggu pikirannya, dengan cepat dia mengangkat telepon itu dengan harapan Istrinya yang menghubungi -nya.


"Halo Wanda kapan pulang..?" Ucap Reza begitu saja tanpa tau siapa yang menelepon.


"Hei.. Anak bodoh, aku bukan Wanda, tapi mamamu, apa akal sehat mu sudah hilang" Ucap Ani dari seberang sana.


Raut wajah Reza menjadi pias sekaligus kecewa.


"Ada apa mah.. Kenapa menelepon..?" Tanya Reza malas.


"Reza kau ke kantor polisi dan bawa pulang Mobilnya Wanda yang terparkir disana.. Hari ini Wanda menghubungi ku dan berkata tidak akan pulang selama tiga hari kedepan" Ujar Ani.. Wajah Reza sempat bersemangat namun setelah mendengar semuanya ia mendesah kesal.


"jadi dia tidak berbohong." ucap Reza dalam hati.


"Reza kau mendengar mama atau tidak..". Kata Ani..


"Iya.. Iya... Dengar mah.. Aku akan segera kesana" Ujar Reza.


"Sampai jumpa mah.. Dah" Ucap Reza menutup telepon dengan kesal.


***


Di pinggir jalan.. Wanda bergerutu kesal karena mobil yang dia tumpangi bocor di tengah jalan dan salah satu dia antara ketiganya tidak ada yang tau mengganti ban.


"Mobil butut, Rongsokan, komandan gila itu pasti sengaja menggunakan mobil bututnya.." Gerutu Wanda tidak henti-hentinya..


"Jika saja.. Aku. Memakai mobilku. Sendiri sudah pasti aku meninggalkan pria ini sendirian" lanjut Wanda mengutuk kebodohannya menerima tawaran dari Rifan.


Wanita itu menghela napas lalu mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang..


Melihat Wanda Rifan yang sedari tadi menunggu montir datang langsung berkata..


"Kau tidak perlu menghubungi orang bengkel aku baru saja meneleponnya"


"Siapa yang menelepon orang bengkel.. Sok tau" ujar Wanda sinis dengan tatapan kesalnya.


Begitu ponsel terhubung Wanda berjalan agak, Jauh dari kedua orang itu terlebih Rifan komandannya yang menyebalkan.


"Rezaa.. Halo" ucapnya.. benar Wanda menghubungi suaminya..


"Wanda!! Kau kah itu.. Sudah pulang tunggu aku, aku dalam perjalanan". Kata Reza dari seberang sana begitu bersemangat membuat Wanda bingung


"Aku belum pulang,, kau pasti sudah mengambil mobil ku.. Tolong jemput aku di jalan perintis nomor 11. Cepat" perintah Wanda..


"Tunggu aku akan sampai di sana dalam. Lima menit" jawab Reza langsung setuju..


"Kalau begitu kau hati-hati jangan ngebut. Bahaya loh.. Nanti jika mobilku rusak bagaimana apa. Kau mau ganti rugi?? " Ucap Wanda dengan wajah datar karena ingin membalas ucapan pria itu juga selalu mempermainkan dirinya.


"Diam.. Atau mulut mu aku sumpal pake perban" Kesal Reza tiba-tiba akibat mendengar sindiran dari Wanda..


Wanda tersenyum penuh kemenangan kali ini dia akan membalas setiap ucapan Reza yang begitu sinis kepadanya.


"Yang penting kau hati-hati saja.. kau tidak akan sanggup membayar biaya perbaikannya jika Mobil kesayanganku rusak gara-gara kamu" Sahut Wanda semakin membuat Reza geram mendengarnya.


"Cerewet.."


.


.


..


.


Tbc..!!