The Story Of Amber

The Story Of Amber
Ending



"Sarah? Bagaimana bisa? Kau sangat cantik!" Amanda memeluk Sarah dengan begitu erat, rasa yang begitu memilukan setiap ia mengingat Sarah yang tak berani keluar rumah karena hanya memiliki satu kaki kini tak lagi ia rasakan.


"Aku menggunakan kaki palsu," bisik Sarah pelan sambil tertawa kecil, 8 tahun cukup membuatnya belajar arti sabar, mengeluh tak membawa apa-apa untuknya, dan saat ia melihat dalam sebuah artikal rupanya ia tak sendiri, ada pula yang memiliki fisik tak sempurna namun mereka tetap menunjukkan semangat hidup bahkan memiliki segudang prestasi.


"Amanda, berterima kasihlah pada Carl, jangan terlalu keras kepala," ucap Andrea membuat Amanda menoleh pada Carl.


"Terima kasih sudah mengembalikan kaki Sarah," ucap Amanda dengan cepat, ia kembali memeluk Sarah.


Carl sadar jika Amanda tak akan sepenuhnya memaafkan dirinya, semua ini karena masa lalu yang tak ia gunakan dengan baik, semua ini adalah sebab akibat yang Carl dapatkan dari apa yang ia perbuat. Carl berjalan menghampiri Earl yang diam-diam tengah menatapnya. "Hai, kau masih mengingat ku bukan?" Kekeh Carl. Ia memang selalu menghubungi Amber, namun tak pernah menghubungi Earl yang di takutkan akan memberitahu Amanda tentang hubungan mereka yang diam-diam masih terjalin.


"Tentu saja, aku pun masih ingat jika Paman memiliki janji yang belum kau tepati," jawab Earl dengan nada ekspresi yang berpura-pura marah.


"Aku pun mengingatnya dan membawa foto yang kau mau."


"Benarkah?" Tanya Earl antusias.


Amber yang melihat itu tersenyum, ia menggelengkan kepalanya. "Ayo kita mulai dulu acara ulang tahun mu sayang, teman-teman mu sudah menunggu," ucap Amber.


~


Selesai acara ulang tahun, Amber, Carl dan juga Earl duduk di anak tangga belakang rumah dan menatap pantai yang tak terlalu jauh dari sana. "Jadi— Paman adalah ayah ku?" Tanya Earl pelan, ia menatap foto yang menunjukkan mereka bertiga ada disana. Earl masih begitu kecil dan berbaring di ranjang rumah sakit. Earl membalikkan foto selanjutnya dimana mereka berada disebuah restoran dan tersenyum pada kamera.


"Kau tidak terkejut?" Tanya Carl bingung.


"Tidak."


"Mengapa?" Tanya Carl kembali.


"Karena kau tampan seperti aku," kekeh Earl berhasil membuat Carl dan Amber saling menatap satu sama lain dan tertawa.


Sean menoleh kearah Amanda yang kini tampak tersenyum menatap Amber yang tengah berbahagia. "Sepertinya aku baru menyadari jika kau tidak pernah memiliki kekasih, terakhir kali aku mendengar kau menceritakan seorang pria saat Amber baru saja melahirkan Earl. Dan itu sudah sangat lama sekali."


Amanda melirik kearah Sean sekilas, ia menggelengkan kepalanya pelan. "Aku tidak tertarik dengan pria rumit, aku lebih tertarik dengan uang yang banyak. Kau tahu? Dunia lebih berpihak pada uang," jawab Amanda pelan.


"Bagaimana jika pria yang menyenangkan dan memiliki banyak uang?" Tanya Sean.


Amanda tampak berpikir sejenak. "Sepertinya menyenangkan, tapi aku juga terlalu malas untuk hubungan, manusia adalah 2 insan yang sulit disatukan menurut ku, selalu ada perselisihan dan aku sudah muak," ejek Amanda.


"Bagaimana jika mencoba dengan ku? Kita tak pernah banyak perselisihan dan—" ucapan Sean terhenti saat bantal sofa mendarat diwajahnya.


"Cari saja pelampiasan lain!" gerutu Amanda sambil berdiri dan pergi begitu saja.


"Kau yakin tidak akan mencoba?" Teriak Sean, senyumnya mengembang saat melihat Amanda berhenti dan berbalik. "Kau tertarik?"


"Tidak sama sekali, jika Amber sudah pindah aku harap kau juga pindah dari rumah ini," ujar Amanda.


"Kenapa? Lalu kau sendiri disini?"


"Lalu kita harus tinggal berdua disini?" Tanya Amanda mulai kesal.


"Kau bisa meminta Sarah dan ibu mu untuk tinggal disini bukan?" Tanya Sean.


Amanda tersenyum kecil, ia menganggukkan kepalanya. "Ide bagus, tapi kau tetap pindah Sean, aku tahu kau memiliki banyak rumah," ejek Amanda lalu kembali berbalik dan berjalan kearah Sarah dan Andrea.


___Ending______Ending_____Ending___


Extra Part besok yaa😍