The Story Of Amber

The Story Of Amber
Bab 36



Keesokkan harinya, Amber dan Carl berangkat kerumah Alicia dan Richard cukup pagi, mereka disambut hangat oleh semuanya. Amber membujuk Carl untuk membawa beberapa baju Earl dan dirinya untuk bekal mereka yang sepertinya akan menginap disana, untuk pakaian Carl tidak perlu dicemaskan lagi, karena sudah bisa dipastikan dalam lemari kamar Carl masih banyak baju yang tertinggal, dan Carl cukup setuju dengan rencana itu. "Sarapan yang banyak sayang, kalian sepertinya masih mengantuk," ucap Alicia.


Carl menganggukan kepalanya, "Ya Mom, semalaman Earl bangun dan menangis," jawab Carl. Memang benar, pukul 2 malam tiba-tiba saja Earl bangun dan membangunkan tidur nyenyak mereka, Amber menggantikan popok Earl dan saat Carl pindah di samping Earl kembali, bayi itu mulai bisa tertidur dengan nyenyak membuat Amber tertawa kecil 'Sepertinya dia ingin dipeluk Daddynya,' kekeh Amber yang malam itu masih Carl ingat.


Selesai sarapan, merekapun masuk kedalam kamar, Carl sudah menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang dan Amber mengambil kereta dorong Earl. "Aku akan berjalan-jalan sebentar di taman," ucap Amber.


"Apa benar kau tidak ingin aku temani?" Tanya Carl memastikan.


Amber tersenyum kecil, ia memastikan duduk Earl sudah benar dan nyaman, lalu ia berjalan kearah ranjang. "Benar, kau tidurlah, istirahat yang cukup," jawab Amber. Entah mengapa Amber menatap Carl dengan begitu dalam, mengusap helaian rambut pria itu dengan lembut.


"Kalau begitu aku tidur, ajaklah Mom ke taman, pasti Mom sangat senang bermain bersama Eark," ucap Carl.


Amber menganggukan kepalanya dengan cepat, lagi-lagi tak seperti biasanya Amber mencium Carl dengan lembut terlebih dahulu. "Tidurlah bayi besar ku," kekeh Amber pelan.


Carl tertawa kecil mendengar itu, ia memejamkan matanya sambil bergumam. "Ya, Mom."


"Aku tidak bisa melanjutkan tidur Mom, jadi aku ingin berkeliling sebentar membawa Earl, aku dengar taman di depan sangat indah," ucap Amber menahan kegugupannya, bahkan senyuman yang diberikan Amber pun sangat terlihat kaku.


Alicia tersenyum, kepalanya mengangguk pelan. "Ya, disana sangat indah, aku akan menyusul setelah beberapa tamanan ini selesai," ucap Alicia begitu ramah. Amber hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


"Kalau begitu aku berangkat sekarang Mom, semangat berkebun," ujar Amber kemudian, ia mendorong kereta dorong tersebut dengan pelan, hatinya sangat enggan untuk pergi, namun bukan ini tujuannya kemari.


Amber keluar dari gerbang, lingkungan rumah ini bisa di bilang cukup aman, tak perlu pengamanan ketat untuk berkeliling disini, bahkan tak sembarangan orang bisa masuk kedalam lingkungan ini jika tidak menyerahkan data diri mereka dan alasan masuk untuk mengunjungi siapa.


Cengkraman tangan Amber semakin erat saat ia melihat mobil hitam yang sudah menunggu sangat lama disana, ia memberi kabar pada Amanda saat berangkat pagi tadi.


Pintu jendela mobil terbuka, Amanda mengenakan sweater dan kacamata hitam. "Amber !" Pekik Amanda, ia keluar dari dalam mobil dan memeluk Amber kencang. "Astaga Earl, kau sudah tumbuh sangat baik disini," ucap Amanda, dengan cepat Amanda mengambil Earl yang berada di kereta dorong.