
Carl menyerah. Ia tidak bisa melawan keinginan hatinya. Carl duduk dihadapan Agatha dengan tak bersemangat. “Ada apa sayang? Kau bisa menceritakan masalah mu pada grandma.” Rasa iba tak bisa Agatha tutupi, semenjak pernikahan Ken dan Valerie, Carl menjadi aneh. Pergi tanpa kabar, lalu kembali hanya untuk membatalkan kontrak yang sudah susah payah Richard dapatkan untuknya. Kini Alicia pun kelimpungan, menenangkan Richard dan membujuk Carl agar tidak kembali pergi.
“A-aku melakukan kesalahan besar.” Jawab Carl gugup. Agatha, satu-satunya yang kini ia punya untuk menolongnya. Nenek yang selalu menyayangi dan pastinya akan mengerti dengan kegelisahannya.
“Kesalahan seperti apa, Carl? Apa menyangkut hukum?”
Carl menggelengkan kepalanya. “Ini lebih parah dari masalah hukum.” Kerutan diwajah Agatha seakan bertambah, raut wajah bingung tergambar jelas. “Mom dan Dad tidak boleh tahu.”
“Tenang saja Carl, kau jelaskan dulu apa yang kau maksud. Aku pastikan mom dan daddy mu tidak akan tahu.”
Carl mengaitkan kedua tanganya erat, sedikit meregangkan ototnya agar sedikit relax, “Apa grandma tidak akan membenci ku jika aku berkata jujur?” Agatha mengangguk pasti, permasalahan anak muda memang membuat kesal, namun Carl selama ini tidak pernah berbuat onar, ia berpikir masalah Carl seperti kebanyakan anak pria lainnya.
“Katakan saja.”
“Grandma, apa kau masih mengingat Amber?”
“Ya, aku mengingatnya. Sangat disayangkan hubungannya dengan Ken harus berakhir saat itu.” Carl menggigit bibir bawahnya, rasa serba salah mulai membuatnya gugup. Ia tidak bisa menyimpan ini sendirian, keluarganya harus mengetahui, minimal Agatha akan membantunya agar mendapatkan restu dari kedua orangtuanya, lambat laun.
Agatha menutup mulutnya sendiri, raut wajahnya begitu terkejut, “Astaga! Oh, Carl.” Lirih Agatha. Kini ia mengerti perasaan Ken, kan perkataan Carl selanjutnya membuatnya menutup mata, tidak siap memikirkan hal yang lebih parah dari itu.
“Bahkan kakak saat itu memergoki kami.” Jantung Carl semakin berdebar saat melihat Agatha memijat keningnya sendiri. Namun, semuanya harus terselesaikan secepatnya, ia ingin betanggung jawab dan membawa Earl untuk berobat dengan terjamin.
“Kau sudah meminta maaf pada kakak mu?” Tanya Agatha tiba-tiba. Carl terdiam, kata-kata yang sudah ia susun mendadak menghilang, menjadi tak terkontrol dan membingungkan. Lagi-lagi Carl meremas tangannya sendiri. “Grandma akan mencoba untuk berbicara dengan kakak mu-“
“Kakak sudah memaafkan ku, hanya saja… ini masalahnya grandma.” Carl mengangkat wajahnya, mengumpulkan keberanian untuk membuka rahasia ini. “Karena kejadian itu Amber sudah melahirkan seorang anak laki-laki yang kini sudah berumur dua tahun.” Ujar Carl cepat dalam satu tarikan nafas.
Agatha syok, lidahnya keluh untuk menanggapi ini semua, kepercayaannya seakan hancur dan otak nya tak mampu berfikir. “Dua tahun? Kau baru jujur sekarang, Carl!”
“A-aku saat itu hanya memikirkan Valerie, tapi saat melihat anak itu, aku merasa bersalah.” Agatha dengan cepat mengangguk, itu pilihan yang paling tepat. “Tapi aku takut mom dan Dad akan marah dan-“
“Bertanggung jawablah Carl, jangan memikirkan hal lain, bertanggung jawab dengan apa yang sudah kau perbuat. Jika kau memang mencintai Valerie, kau tidak akan berbuat hal itu dengan Amber, kau hanya terobsesi pada Valerie.”