The Story Of Amber

The Story Of Amber
Bab 15



“Apa maksud mu Carl? Kalian sudah memiliki anak dan menyembunyikan pada keluarga? Apa semua ini ada hubungannya dengan Kenrich?” tanya Alicia mulai histeris.


“Apa ini?!” teriak Richard. Jessy, Justin dan Alex diam seketika, mereka mengerti keadaan ini terlalu canggung dan merasa tidak karuan berada ditengah-tengah permasalahan keluarga seperti ini membuat mereka ingin pergi sekarang juga.


Justin yang mengerti amarah Richard mencoba untuk menenangkannya, memang terlalu mengejutkan jika selama ini mereka tidak mengetahui sudah memiliki cucu. “Carl sudah memberitahu ku terlebih dahulu, aku mohon kalian memberi mereka kesempatan,” ujar Agatha dengan gugup, bagaimana pun ia sudah berjanji akan membantu Carl.


Richard menoleh kearah Agatha, ia menggelengkan kepalanya lemah. “Ma!” geram Richard, ia mendudukan kembali tubuhnya pada kursi, menarik nafasnya panjang. Apa boleh buat selain mendengar kejadian yang sebenarnya terlebih dahulu, namun Richard merasakan ini bukanlah kisah biasa, ada sesuatu dibalik hubungan mereka yang terkesan tersembunyi. “Mengapa kau baru membicarakan ini? Apa ada sesuatu mengenai Ken? Jangan katakan Ken sudah mengetahui ini?” tanya Richard masih dengan suara tinggi.


Carl mengepalkan tangannya, nafasnya tidak teratur, ia terlalu takut dan cemas. “Kakak sudah mengetahui ini. Saat itu aku sudah mendengar kabar kehamilan Amber. Tapi aku,,, aku terlalu egois dan begitu terobsesi pada Valerie, aku tidak bisa meninggalkan Kanada-“


“Siapa yang mengajarkan mu seperti itu?! Sepertinya aku kurang keras mendidik mu!” lagi-lagi Richard meledak, jika saja jarak Carl berdekatan dengan Richard saat ini mungkin tamparan akan mendarat dipipinya. “Kalian?! Astaga, aku sudah tidak bisa mencerna ini dengan baik. Sepertinya acara makan malam ini kita cukupkan sampai sini, aku butuh mencerna semua ini dengan baik.” Richard menggelengkan kepalanya sebentar, sebelum ia berdiri dan meninggalkan meja makan.


Mendengar itu Amber langsung berdiri, mereka harus menerima semua ini. Earl butuh pengobatan agar cepat sembuh. Amber tidak ingin mendapatkan Carl dilarang bertanggung jawab pada Earl. “Sebentar, biar aku  yang menjelaskan ini secara jelas.” Kata-kata itu sukses membuat Richard berbalik, menatap penuh kekecewaan dan tanpa semangat.


“Tidak perlu dijelaskan Amber, aku sangat terpukul dengan kenyataan ini.”


“Amber, mengapa kau melakukan itu? Kau seorang wanita yang berhak meminta pertanggung jawaban, kedua orangtua mu juga orang berpengaruh.” Kini Alicia yang berucap.


Amber memantapkan hati, semuanya tidak boleh sia-sia, ini hanya demi Earl. “Saat itu Carl tidak mengakui kehamilan ku, ia tetap memilih bersama Valerie di Kanada, bahkan aku pernah memohon pada Ken untuk membantu keadaan ku. Tapi Ken sudah tidak peduli dan menganggap ku orang asing. Semua ini menghancurkan hati ku. Aku tidak ingin memohon dan merendahkan diriku lagi hanya untuk meminta pertanggung jawaban. Aku juga tidak ingin Carl menikahi ku secara terpaksa, aku berfikir Carl nantinya akan mengacuhkan ku dan tidak akan menganggap Earl, membayangkan kehidupan ku yang akan semakin menderita dan tidak berharga membuat ku memilih pergi, menjadi single mom dan membesarkan anak ku sendiri. Tidak ada bedanya dengan menikah bersama pria yang mencintai wanita lain, aku sama sama akan merawat anak ku sendiri, dan lebih memudahkan ku tanpa tekanan batin seorang pria yang hanya menyandang status ayah dari anak ku.”


Jessy yang memejamkan matanya, ia terlalu cerdas mengenai pemikiran seseorang, bahkan kasus seperti ini pernah ia temui dengan pasiennya saat ia masih menjadi psikiater. “Jika ceritanya seperti ini, apakah Ken mendekati Valerie untuk berbalas dendam karena hampir tiga tahun yang lalu kau merebut kekasihnya lalu mencampakkannya begitu saja sebab kau lebih memilih Valerie?” tanya Jessy tajam. Membuat semua orang menatap Jessy.


Carl terdiam. Ini akan menjadi masalah baru bagi Ken dan dirinya.


***


45 vote kita next ya😘