The Story Of Amber

The Story Of Amber
Bab 18



Sesampainya di sebuah butik yang menjadi langganan keluarga Alvaro. Carl dan Amber pun disambut dengan begitu ramah oleh seorang wanita yang memperkenalkan dirinya sebagai manajer di tempat ini. "Selamat datang kembali calon pengantinku," ucap Sarah ramah.


Mereka pun digiring menuju ruangan khusus. Di sana terdapat dua patung yang sudah dikenakan pakaian pernikahan mereka. Dalam hati Amber ia sedikit meringis, dulu momen seperti inilah yang ia harapkan, gaun pengantin itu terlihat sangat cantik, persis seperti yang ia inginkan dulu. Namun semua ini, sudah tidak Amber harapkan lagi, yang ia harapkan hanyalah Earl kembali sehat agar Amber bisa cepat-cepat pergi meninggalkan Carl.


"Amber," panggil Carl, membuat Amber menolehkan kepalanya dengan cepat, ia menatap Carl dengan bingung. "Kau melamun?" tanya Carl.


Amber dengan cepat menggelengkan kepalanya pelan. "Ah maaf, aku hanya memikirkan Earl," jawab Amber.


Senyum lembut terbingkai di wajah Carl, ia memeluk pinggang Amber dengan pelan. "Earl akan segera membaik sayang, sekarang coba dulu gaun mu," ucap Carl halus.


Amber pun hanya bisa mengikuti semua ini, ia masuk kedalam sebuah ruang ganti dan menggunakan gaun itu di bantu 2 orang wanita. Setelah selesai, Amber memutar sedikit tubuhnya, gaun ini sangat pas ditubuh Amber, Sarah masuk kedalam ruangan dan menghampiri Amber dengan wajah gembira. "Kau sangat cantik Amber, Carl akan sangat senang melihat mu," pujinya.


Amber tersenyum pelan, ia menatap Sarah. "Aku suka dengan gaun ini, terima kasih sudah menyiapkan gaun ini dengan sangat pas," ucap Amber.


~


Carl yang sudah selesai mengenakan jas hitamnya keluar dari ruangan, tak lama tirai ruangan ganti amber terbuka, disana Amber berdiri dengan begitu anggun. Carl tersenyum dengan lebar, ia tak bisa membayangkan betapa cantiknya Amber nanti.


"Bagaimana Carl? sesuai ekspetasi mu?" kekeh Sarah.


Dengan cepat Carl mengangguk. "Ya, bahkan melebihi ekspetasi ku," kekeh Carl. Mereka pun saling menilai dan berbincang dengan Sarah, setelah di rasa cukup mereka mengganti pakaian kembali.


"Kita kembali kerumah sakit?" tanya Amber saat mereka sudah masuk di dalam mobil.


"Ya, karena aku tahu saat ini pikiran mu hanyalah Earl," jawab Carl. "Earl anak yang kuat, dia akan ada di acara pernikahan kita," ucap Carl.


Carl menganggukkan kepalanya. "Tentu saja, aku akan menyiapkan pengasuh untuk Earl," jawab Carl. Merekapun kembali ke rumah sakit, selama diperjalanan semuanya tampak hening, Carl berusaha mencari topik pembicaraan namun lagi-lagi kembali hening.


Sementara di Brazil, Ben baru saja mendapatkan kabar pernikahan Amber dan Carl, Lily dan Sabrina yang penasaran dengan Richard yang menghubungi mereka mendekati Ben. "Sayang ada apa?" tanya Lily.


"Entah ini berita bagus atau buruk, aku hanya tidak bisa berpikir," ucap Ben kemudian, ia duduk di sofa dengan wajah lelah.


"Ada apa Daddy? mengapa mereka menghubungi kita lagi?" tanya Sabrina.


"Kalian tahu siapa ayah dari bayi yang dikandung Amber dulu?" tanya Ben, membuat dua wanita itu saling memandang satu sama lain. "Carl, adik dari Kenrich, dan sekarang mereka meminta maaf baru bisa bertanggung jawab dan baru mengetahui hal ini. Kita akan berangkat ke Kanada minggu depan."


Sabrina yang mendengar itu langsung menutup mulutnya, ia tertawa seketika. "Oh astaga! ternyata dia separah itu disana Dad, dia memacari kakaknya dan menuduri adiknya sekaligus. Benar-benar wanita liar," kekeh Sabarina.


"Ya sayang, dia seperti ibunya," sahut Lily.


"Tidak bisakah kalian diam! jangan membahas seseorang yang sudah meninggal!" bentak Ben dengan keras,Ā  ia menatap Lily dan Sabrina dengan tajam.


Lily melipat kedua tangannya dengan raut wajah menyindir. "Mengapa kau harus marah? Tidak terima anak mu dikatakan seperti itu. Kenyataannya dia memang seperti itu bukan?" Kekeh Lily. Ben mendengus kasar, ia pun berdiri dan meninggalkan kedua wanita itu yang kini tertawa dengan puas membicarakan Amber.


-


Mulai up lagišŸ¤— malem next ya, jangan lupa like dan komen🄰