The Story Of Amber

The Story Of Amber
Bab 32



Dua minggu berlalu dengan sangat cepat di London, tak ada sehari pun di sana rasa bosan yang mereka rasakan. Semuanya cukup menyenangkan, mulai dari beberapa acara pertemuan, bahkan di lokasi syuting pun Amber beberapa kali ikut menemani Carl. "Gebby, terima kasih sudah menjaga Earl dua minggu ini," ucap Amber lembut. Gebby yang baru memasuki usia 24 tahun itu tersenyum, ia gadis yang cukup ceria dan sangat menyukai anak-anak, ia mampu membuat Earl tak rewel dan nyaman.


Earl hanya beberapa kali di ajak keluar jika mereka hanya ingin bermain kesuatu tempat, sebenarnya Carl sudah meyakinkan Amber jika di lokasi syuting cukup aman membawa Earl, namun Amber tak memberikan ijin sama sekali karena lagi-lagi menyebutkan jika Earl membutuhkan privasi, kondisi yang belum di nyatakan sembuh total tidak terlalu baik jika bertemu dengan banyak orang, bahkan Earl tidak terbiasa berada di tempai yang ramai. Dan setiap penjelasan yang Amber berikan selalu di terima baik oleh Carl.


"Aku yang berterima kasih sudah mempercayakan bayi lucu anda pada ku Mrs. Alvaron," kekeh Gebby dengan ceria, ia pun sudah bersiap seperti dirinya, dua mobil yang berjajar dihalaman sudah menanti mereka.


Amber menoleh kearah Carl yang masih asik berbincang dengan pemilik rumah, ia tampaknya begitu senang dengan Earl, terlihat jelas bagaimana pria itu selalu menyentuh pipi Earl dengan gemas. "Sayang, kemari," panggil Carl yang menyadari Amber tengah menatapnya.


Perbincangan pun tercipta cukup menyenangkan di antara mereka, hingga suara tangis Earl yang mulai merasa bosan dan kesal menghentikan semuanya. "Sepertinya si kecil Earl sudah ingin kembali ke Los Angeles," kekeh Pria itu. Mereka pun berpamitan dan masuk ke dalam mobil yang sudah menanti mereka juga Gebby yang masuk ke dalam mobil satu lagi.


"Mom tak berhenti menghubungi ku untuk segera pulang," ucap Carl saat mobil mulai melaju, Amber pun menoleh sambil menganggukkan kepalanya pelan.


"Ya, aku pun di hubungi oleh Mom. Sepertinya Mom sangat merindukan mu," kekeh Amber.


Carl menggelengkan kepalanya dengan cepat. "Tidak sayang, bukan aku, tapi Earl," ralat Carl.


-


Sean menatap fokus layar laptopnya, ia memperhatikan sebuah foto pria yang sudah tak asing di sosial media. "Jadi ini suami Amber?" tanya Sean sambil menatap Amanda yang sudah terlihat kesal. Sean pun tidak akan memaksa Amanda untuk datang ke sebuah cafe dekat pekerjaan baru Amanda yang sekarang jika Amber tak menjauhinya. Ya, Amanda sudah menghentikan pekerjaan gelapnya, ia mulai bekerja disebuah mall sebagai SPG produk kecantikan.


Sorot mata Sean berubah tajam, ia menggelengkan kepalanya dengan cepat. "Tidak Amanda, bagaimana jika Amber tertekan bersama pria jahat itu? lebih baik bersama ku yang mencintai nya, lagi pula aku bisa menyembuhkan Earl, aku bisa membiayai Earl hingga ia sembuh total. Mengapa kalian berdua selalu menolak niat baik ku? semuanya tidak harus serumit ini jika kalian menerima segala pemberian ku!" desak Sean kesal, sudah beberapa kali ia menawarkan perawatan gratis, namun hanya ada penolakan dan juga  ancaman jika Amber akan menjauhinya.


Amanda menghembuskan nafasnya pelan, ia menatap jam yang melingkar di tangannya. "Sebentar lagi jam istirahat ku selesai, dengarkan aku baik-baik Sean. Ini bukan tentang bersama siapa yang lebih baik, bukan tentang uang dan juga niat baik mu. Disini aku dan juga Amber sangat ingin menerima bantuan mu, namun kami tidak ingin mendapatkan masalah baru dan juga hinaan yang akan Deliah berikan selanjutnya, aku dan Amber hanya ingin hidup tenang, dan masalah Carl, dia ayahnya, dia yang lebih pantas membiayai kebutuhan Earl, bukan diri mu Sean!"


"Tapi aku-"


"Aku dan Amber pun akan langsung pergi dari sini, kami membutuhkan kehidupan baru dan lingkungan yang tenang untuk Earl tumbuh," lanjut Amanda memotong ucapan Sean.


Raut wajah Sean menatap Amanda penuh tanda tanya, kebingungan kembali melanda. "Kalian akan pergi kemana?" tanya Sean pelan.


"Entahlah, yang jelas sejauh mungkin. Bisa saja Inggris ataupun negara lainnya," jawab Amanda.


"Oh ayolah Amanda, jangan seperti ini, kau ingin melihat ku semakin jauh bersama Amber dan Earl? beritahu aku kemana kalian akan pindah, masalah Deliah serahkan pada ku, aku menjamin dia tidak akan berani mengganggu kalian lagi," ucap Sean bersungguh-sungguh, membuat Amanda terdiam dan menatap Sean sambil menghembuskan nafas pasrah, ia sedikit ragu memberitahu Sean kemana ia akan tinggal bersama Amber nanti.


~


Karena besok Author libur kerja, yuk like di atas 100 besok update 4 bab🤍