
Mendengar itu Carl pun cukup curiga, namun dengan cepat Carl menepisnya jauh-jauh. "Baiklah, bagaimana jika sekarang? Sepertinya Earl mulai mengantuk," ucap Carl.
Mereka pun masuk kedalam kamar, Carl menaruh tubuh Earl di tengah ranjang, "Aku akan mengganti pakaian dulu. Besok pagi kita harus sudah ada di rumah Mom," jelas Carl membuat Amber menatap Carl dengan bingung.
"Apa ada acara? Pukul berapa?" Pertanyaan yang keluar dari mulut Amber cukup terdengar panik, bahkan Carl tahu pasti jika Amber sangat tidak tenang hari ini.
"Kita akan berangkat bersama ke rumah Valerie sayang, jam 12 siang, dan besok kita akan sarapan bersama dirumah mom terlebih dahulu. Apa kau ada acara?"
"Oh, tidak. Hanya saja aku sudah memiliki rencana membawa jalan-jalan Earl," jelas Amber. Ia langsung berbalik dan menenangkan Earl yang tampak gelisah tak ingin tidur.
"Didekat rumah Mom ada sebuah taman, kita bisa membawa Earl kesana," ucap Carl lembut. Perasaannya semakin bercampur aduk, ia sudah memeriksa semuanya setiap malam, tak ada yang di sembunyikan Amber dalam ponselnya, tak ada yang bisa Carl curigai dan entah apa yang membuat Amber tampak berbeda.
Carl membuka lemari dan mengambil pakaian tidurnya, menggantinya di kamar mandi dan mengusap wajahnya dengan air segar. Carl menatap pantulan dirinya di cermin, "Semuanya baik-baik saja bukan?" Gumam Carl pada dirinya sendiri sambil mengambil pasta gigi.
Amber tersenyum pelan dan menganggukan kepalanya, tak mengeluarkan protesan sama sekali dan langsung beranjak dari ranjang. Carl menyentuh wajah Earl yang tengah tertidur nyenyak, mengusap pelan tangan mungil itu dan tak bosan menatap setiap lekukan wajah menggemaskan Earl. "Dad sangat menyayangi mu sayang, tumbuhlah dengan cepat, Dad akan mengajari mu bersepeda, bermain panah, berkendara, mengajarkan mu menjadi aktor hebat, semua yang kau inginkan akan Dad ajarkan sayang," ucap Carl pelan, nafas Earl yang tenang membuat senyum Carl mengembang lebih lebar.
Amber yang baru keluar dari kamar mandi membaringkan tubuhnya di samping kanan Earl, tersenyum kearah Carl yang tampaknya tengah mengagumi anak mereka. Hati Amber semakin menjadi bersalah, ia ikut menyentuh Earl yang tengah tertidur. "Kalian dua laki-laki yang aku sayang," ucap Amber lembut. Amber mencium kening Earl dengan gemas namun lembut lalu menatap Carl. Hati Carl melembut saat melihat Amber mendekatkan wajahnya pada Carl, ini adalah pertama kalinya Amber menciumnya berlebih dahulu.
Carl menjauhkan dirinya terlebih dahulu, ia tersenyum dan mengusap kepala Amber. "Kalian dua orang yang akan aku sayang selama-lamanya," balas Carl. Sama seperti Amber sebelumnya, Carl mencium Earl yang tengah tertidur lalu mendekatkan wajahnya pada Amber, mencium dengan lembut bibir Amber.
Saat Carl akan memisahkan wajah mereka, Amber menarik tekuk Carl untuk semakin memperdalam. "Maaf sudah memisahkan mu dengan Earl," isak Amber mulai terdengar, bibir mereka pun mulai berpisah. Carl mengusap air mata Amber dengan lembut.
"Ini bukan salah mu sayang, dulu aku yang salah, kau tidak memisahkan aku dan Earl sama sekali, berkat kesempatan yang kau berikan aku bisa memeluk Earl sekarang ini," ucap Carl, ia pun turun dari ranjang, menaruh bantal di sambil Earl dan beralir tidur di belakang Amber, memeluk Amber sambil terus membisikkan kata-kata penenang. "Yang terpenting kita sudah bersama dan aku sangat mencintai mu sayang," bisik Carl. "Sekarang tidurlah, kita akan melihat anak Ken dan Valerie besok," ucap Carl kemudian.