
Hari pernikahan pun tiba, kini Amber menatap dirinya yang baru saja dirias, gaun yang ia gunakan bertambah cantik dengan sebuah veil jenis Elbow di atas kepalanya yang menjuntai hingga pinggang. Hati Amber tak bahagia sama sekali, ia sempat berpapasan dengan Ben, mengapa Ben harus ada disini? Dan mengapa juga Lily dan Sabrina harus ikut? Hari ini adalah hari yang cukup menekan bagi Amber, dan Amber yakin hidupnya akan lebih tertekan saat kedua wanita jahat itu mengejeknya.
“Huft.” Amber menghela nafasnya keras, seorang penata rias sudah tersenyum dan memuji hasil karyanya pada wajah Amber. “Sudah selesai?” tanya Amber.
“Sudah, kau sangat cantik, tidak salah Carl memilih mu,” kekehnya pelan. “Adik ku sangat menyukai Carl, dia aktor favoritnya sudah dua tahun ini,” lanjutnya.
Amber tersenyum tipis, ia hanya bisa mengangguk dengan apa yang diucapkan wanita itu, Amber bahkan selalu melewati beberapa film yang Carl mainkan, ia tak bisa melupakan Carl sepenuhnya karena pria itu cukup meresahkan dengan adanya ia ditelevisi dan memenuhi sosial media jika ada sesuatu yang tengah menimpanya. Pintu ruangan diketuk oleh seorang dari WO yang mengatakan jika Carl sudah datang, ia pun bersiap dengan cepat, namun kehadiran seseorang membuat Amber menahan tubuhnya untuk berdiri, disana Ben masuk tanpa senyum. “Dad,” gumam Amber.
“Amber, apa kabar mu?” tanya Ben.
“Kabar ku? Tentu saja baik, aku masih bisa bernapas hingga detik ini,” jawab Amber.
“Mengapa kau memilih pergi selama ini?” tanya Ben kembali.
Amber terdiam, ia membuang wajahnya pelan lalu kembali menatap Ben. “Apa maksud mu bertanya seperti itu Dad? Sudah jelas karena keluarga besar Barayev yang kau agungkan itu. Bahkan kau tidak pernah mencari ku, tidak apa, kita sudahi saja basa basi ini, aku lebih tenang hidup sendiri tanpa embel-embel keluarga,” kekeh Amber. “Satu lagi, bukan kah sedari dulu kau lebih nyaman mengakui hanya Sabrina anak mu? Sekarang impian mu sudah terwujud,” ucap Amber.
“Carl sudah menunggu kita di dalam, tidak baik membuat orang-orang menunggu,” ucap Amber sambil berdiri dari duduknya di bantu sang perias wajah yang tampak canggung dengan keadaan tersebut.
Tanpa berlama-lama lagi, Amber pun keluar terlebih dahulu dari dalam ruangan, melewati Ben yang sepertinya dengan menahan kesal dengan rahangnya yang mengeras.
Amber masuk kedalam ruangan diiringi seorang crew WO, sesampainya disana, dengan berat hati Amber merain tangan Ben, berjalan diatas karpet merah. Bukan rasa haru penuh bahagia dalam pernikahan ini, namun rasa sesak yang begitu dalam.
Didepan sana Carl sedang tersenyum menantinya, membuat Amber memaksakan senyum itu timbul. Pernikahan ini tidak terlalu ramai, hanya beberapa saudara dan kerabat, tidak ada kamera yang meliput. Semua ini adalah permintaan Amber, ia tidak ingin pernikahan ini diketahui banyak orang dengan alasan Amber tidak ingin para fans Carl membuli nya atau Earl di sosial media, padahal aslinya Amber tak pernah memperdulikan sosial media, ia jarang sekali membuat sosmed jika tidak memiliki waktu luang.
Pemberkatan pun dilakukan, mereka mengucapkan janji suci yang membuat Amber meringis, ia seakan mempermainkan janjinya sendiri nantinya. Mereka pun berhadapan, Carl mendekatkan dirinya pada Amber, membuat Amber dengan cepat menutup matanya. Terasa bibir Carl mulai menempel dan menciptakan desiran halus pada hatinya. Suara tepukan tangan pun mulai terdengar dan Carl mulai menjauhkan dirinya.
***
Jangan lupa follow akun ini juga ya🥰