The Story Of Amber

The Story Of Amber
Bab 13



Amanda terdiam diatas sofa, ia menggigit bibir bawahnya kencang. Sean sudah kembali dari luar kota, janji pria itu yang mengatakan akan pergi sebentar rupanya ia tempati. Namun Carl lebih cocok untuk membayarkan semua pengobatan Earl yang akan memakan biaya besar, Carl ayah kandung Earl. Sedangkan Sean, ia memiliki Deliah yang selalu mengusik Amber jika Sean selalu menghampiri Earl, Amanda pun tak ingin ada sesuatu yang nantinya menambah beban pikiran Amber. "Apa maksud mu Amber tidak akan kembali dalam waktu dekat?" tanya Sean, rahangnya sedikit mengeras.


Amanda menarik nafasnya dalam. Ia menatap iba Sean, ia begitu tulus, namun Amber tak akan pernah membuka hatinya pada siapapun, dan Amanda tidak akan pernah mengijinkan Amber untuk membuka hati. Jangan ada yang mengatakan mengapa? mereka berdua sudah pernah melewati masa cinta pada satu pria, dan rasa sakit yang masih terasa hingga kini. Dan membuka hati itu artinya membuka kesempatan untuk merasakan sakit kembali. "Sean, Amber sudah membawa Earl pergi. Pria itu datang bertanggung jawab dan–"


"Tidak mungkin Amber ingin kembali dengan pria itu. Dan kau mengijinkan nya? Oh ayolah Amanda, kau tahu aku mencintai Amber bukan? Mengapa kau mengijinkan Amber bersama dengan pria yang salah?" tanya Sean tak habis pikir. Sesuatu dihatinya terasa kosong, ia sudah bersemangat pulang untuk melihat Earl dan Amber, ia sudah yakin jika Amber yang ia cinta dan akan mendekati nya dengan ekstra kali ini. Namun apa? Keduanya tak ada disini.


"Hati tak bisa dipaksakan Sean. Amber masih mencintainya dan ia pun ingin keluarga utuh yang ia impikan sejak dulu," jawab Amanda kemudian.


***


Sementara di lain tempat, Carl meneguk salivanya. Memperhatikan setiap wajah yang tengah memandangnya dengan berbagai ekspresi. Jessy, Justin dan Alex tampak biasa, mereka sepertinya tidak terlalu mengingat mantan kekasih Ken yang satu ini karena beberapa tahun belakangan ini banyak berita yang menggosipkan kedekatan Ken dengan beberapa wanita berbeda. Sedangkan Richard dan Alicia menunjukan wajah bingung yang lebih dominan kearah terkejut. Agatha bertingkah dengan tak menentu, rasanya ia terlalu bingung mencairkan suasana ini. “Hallo Carl, ternyata acara makan ini untuk memperkenalkan kekasih mu?” tanya Justin dengan kencang dan nada menggoda tengah ia keluarkan ketika melihat pasangan muda itu diambang pintu ruangan.


Mereka duduk dengan rasa tidak nyaman disebuah kursi yang masih tersisa banyak. Sedikit menghelakan nafas saat Amber tidak bertemu Ken, dan Carl tidak bertemu Valerie. “Oh, sepertinya kau akan menyusul Valerie dan Ken,” sahut Alex dengan tawa khasnya, membuat Jessy menggelengkan kepalanya, pemilik acara makan malam saja belum bersuara sedangkan suami dan mertuanya sudah melontarkan kata-kata menggoda Carl layaknya akan kecil yang baru berpacaran.


“Sebentar Carl, apa aku tidak salah lihat? Amber?” tanya Alicia dengan nada serius.


“Amber, bagaimana kabar mu? hampir tiga tahun ini kita tidak pernah bertemu,” kini Richard berkata dengan tenang, rasa nya terlalu tidak sopan menunjukan keterkejutannya diawal pertemuan mereka kembali. Richard masih berteman baik dengan papa Amber di Brazil, namun tidak pernah ia mendapatkan kabar sedikitpun mengenai Amber.


“Selamat malam semuanya, kabar ku baik,” jawab Amber dengan tenang. Yang ia pentingkan saat ini adalan Earl, tidak perduli dengan yang lainnya.


“Sebenarnya malam ini aku akan mengumumkan sesuatu,” ujar Carl memecahkan kesunyian yang mendadak tercipta.